BAZNAS Subang Hadirkan Bantuan Beasiswa Sekolah

PASUNDANEKSPRES.ID - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Subang terus memperkuat komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan melalui program beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Program tersebut menjadi salah satu prioritas dalam kepemimpinan BAZNAS Subang untuk lima tahun ke depan.
Ketua BAZNAS Subang, Dr. H. A. Sukandar, M.Ag., mengatakan pihaknya memiliki lima program unggulan, yakni Subang Cageur, Subang Bager, Subang Bener, Subang Singer, dan Subang Pintar. Dari kelima program itu, sektor pendidikan mendapat perhatian khusus melalui program Subang Pintar.
Menurutnya, program tersebut dirancang untuk memberikan dukungan, perlindungan, dan kesempatan pendidikan bagi anak-anak Subang yang memiliki keterbatasan ekonomi.
“Di dalam program Subang Pintar, Baznas berupaya semaksimal mungkin untuk men-support, memberikan dukungan, serta proteksi bagi anak-anak bangsa, khususnya anak-anak kita di Subang yang kondisi ekonominya sangat terbatas,” ujarnya kepada Pasundan Ekspres, Selasa (28/4/2026).
Sukandar menjelaskan, sasaran penerima bantuan pendidikan berasal dari kalangan fakir miskin atau keluarga kurang mampu yang kesulitan melanjutkan sekolah karena persoalan biaya. Bantuan diberikan mulai tingkat pendidikan menengah seperti SMA, SMK, Madrasah Aliyah, hingga perguruan tinggi.
“Boleh jadi di tingkat dasar masih terbantu oleh dana BOS, tapi di tingkat SMA, SMK, atau aliyah banyak yang sangat membutuhkan biaya agar pendidikannya tetap berjalan. Maka Baznas hadir membantu,” katanya.
Tidak hanya untuk pelajar sekolah menengah, Baznas Subang juga membuka peluang bantuan bagi mahasiswa jenjang Strata 1 (S1) hingga Strata 2 (S2), khususnya yang sedang menyelesaikan studi atau penelitian tesis.
“Untuk strata satu bahkan strata dua juga ada yang kami bantu, misalnya mahasiswa yang sedang penelitian atau menyusun tesis. Walaupun nominalnya mungkin tidak besar, tapi ini bentuk dukungan kami,” tambahnya.
Sukandar menuturkan, masyarakat yang ingin mengajukan beasiswa dapat mengikuti prosedur sesuai standar operasional (SOP) yang telah ditetapkan BAZNAS.
Calon penerima cukup membuat surat permohonan dan melampirkan bukti-bukti kebutuhan pendidikan, seperti tunggakan biaya sekolah, ancaman putus sekolah, atau ketidakmampuan membayar ujian.
“Mereka cukup membuat permohonan dan melampirkan bukti-bukti dari sekolah. Misalnya menunggak biaya sampai terancam dikeluarkan atau tidak bisa ikut ujian, maka tinggal menunjukkan datanya,” jelasnya.
Setelah berkas masuk, tim Baznas akan melakukan verifikasi dan validasi data, termasuk berkomunikasi dengan pihak sekolah atau kampus terkait guna memastikan kebenaran informasi yang diajukan.
“Nanti tim kami akan memverifikasi dan berkomunikasi dengan pihak sekolah. Kalau memang betul-betul membutuhkan, maka akan kami bantu sesuai kemampuan Baznas,” katanya.
Meski terus menyalurkan bantuan, Sukandar mengakui bahwa pengumpulan zakat, infak, dan sedekah di Kabupaten Subang saat ini masih belum optimal.
BAZNAS Subang Gencar Jemput Bola
Karena itu, BAZNAS Subang sedang gencar melakukan koordinasi, kolaborasi, dan jemput bola ke berbagai instansi pemerintah, lembaga vertikal, perusahaan, hingga sektor swasta agar menyalurkan zakat maupun dana sosial melalui Baznas.
“Kami terus berupaya berkoordinasi dengan dinas, lembaga, kementerian vertikal, dan perusahaan-perusahaan agar bisa menyalurkan zakat karyawan atau dana CSR melalui Baznas,” ujarnya.
Ia menegaskan, seluruh dana yang dihimpun akan dikelola secara amanah, transparan, dan akuntabel untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama di sektor pendidikan.
“Insyaallah kami akan mengelola secara amanah, transparan, dan akuntabel untuk membantu anak-anak yang sedang menempuh pendidikan namun terbatas dari sisi biaya,” katanya.
Dalam capaian awal kepengurusan, Baznas Subang mencatat selama 100 hari kerja, pihaknya telah menyalurkan bantuan pendidikan kepada 21 penerima manfaat.
Penerima bantuan tersebut terdiri dari siswa sekolah, santri, mahasiswa S1, hingga bantuan bagi mahasiswa S2.
“Alhamdulillah dalam 100 hari kerja, kami sudah memberikan bantuan kepada 21 siswa dan mahasiswa. Ada santri, mahasiswa S1, bahkan bantuan untuk S2,” ungkap Sukandar.
Ia berharap ke depan semakin banyak anak-anak Subang yang bisa terbantu sehingga tidak ada lagi pelajar yang putus sekolah hanya karena alasan ekonomi.(hdi/ysp)
