Bendungan Baru di Subang, Suplai Air hingga 4.285 Hektar Lahan Irigasi di Indramayu dan Sumedang

PASUNDANEKSPRES.ID - Kabupaten Subang kini memiliki bendungan baru di subang yang menjadi kebanggaan warga Jawa Barat.
Bendungan Sadawarna ini, yang baru saja rampung pembangunannya, tak hanya berfungsi sebagai penyuplai air baku dan irigasi bagi wilayah Subang, Indramayu, dan Sumedang, tetapi juga menjadi contoh nyata penerapan konsep infrastruktur ramah lingkungan.
Pembangunan Bendungan Sadawarna dilakukan dengan mengusung prinsip ekologi berkelanjutan, yaitu mengedepankan efisiensi sumber daya serta pelestarian alam.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, Ditjen Sumber Daya Air, menerapkan tujuh konsep daur ulang alam hijau untuk memastikan bendungan ini tidak hanya bermanfaat bagi manusia, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan.
Pembangunan bendungan ini dimulai sejak November 2018 dengan total anggaran Rp2 triliun yang bersumber dari APBN.
Bendungan Sadawarna memiliki kapasitas efektif mencapai 41,03 juta meter kubik, mampu menahan dan mereduksi debit banjir pada kala ulang Q25 dari 535 m³/detik menjadi 202 m³/detik melalui cekungan Sungai Cipunagara yang memiliki tampungan banjir sebesar 26,90 juta meter kubik.
Selain fungsi pengendalian banjir, bendungan ini juga dirancang untuk menyuplai air baku sebesar 1,20 m³/detik bagi tiga wilayah Subang, Indramayu, dan Sumedang.
Tak hanya itu, Bendungan Sadawarna mampu mengairi lahan irigasi seluas 4.284 hektare, terdiri dari 2.517 hektare di Subang dan 1.767 hektare di Indramayu.
