Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Bulog dan Pemda Pastikan Cadangan Pangan di Subang Aman

H
HubaEditor: Huba
|08:19 WIB
Bagikan:
Bulog dan Pemda Pastikan Cadangan Pangan di Subang Aman
CEK STOK PANGAN: Pimpinan Cabang Bulog Subang, Djoko Purnomo saat mengecek ketersediaan cadangan pangan di gudang penyimpanan.

SUBANG-Perum Bulog Kantor Cabang Subang memastikan bahwa ketersediaan cadangan pangan di Kabupaten Subang tahun 2025 dalam kondisi aman. Bahkan, jumlah stok yang dikelola berpotensi meningkat hingga mencapai 61.000 ton, jauh di atas rata-rata tahunan yang sebelumnya berkisar di angka 20.000 ton.

Pimpinan Cabang Bulog Subang, Djoko Purnomo, mengungkapkan pihaknya beberapa kali melakukan penyesuaian target cadangan pangan tahun ini. 

“Sekarang target kita dikonsolidasikan secara digital nasional, awalnya kami ditargetkan sekitar 55.612 ton, dan kini berpotensi mencapai 100 persen. Dengan optimalisasi kapasitas gudang, kami bisa maksimalkan hingga 61.000 ton,” ujarnya.

Djoko menyebut, stok ini mengalami lonjakan signifikan dibandingkan tahun 2024, yang saat itu masih di kisaran 16.000 ton. 

“Kalau dibandingkan dengan tahun lalu, ini hampir tiga kali lipat dari kapasitas rata-rata kami,” terangnya.

Secara nasional, lanjut Djoko, cadangan beras pemerintah (CBP) juga dalam kondisi sangat memadai. 

“Dari laporan pusat terakhir, stok nasional sudah di atas 4 juta ton, jadi masyarakat tidak perlu khawatir soal ketersediaan pangan,” tegasnya.

Djoko menjelaskan, Bulog tidak hanya mengelola beras, tapi juga komoditas pangan lain seperti gula, minyak goreng, dan tepung terigu.

Namun distribusi untuk komoditas tersebut biasanya disesuaikan dengan kebutuhan nasional dan program pemerintah.

“Produk-produk tersebut sifatnya situasional dan berdasarkan permintaan dari pusat. Kalau ada program nasional atau kegiatan pasar murah, baru kami salurkan,” ucapnya.

Terkait informasi publik, Djoko menuturkan bahwa masyarakat bisa mengakses data cadangan pangan melalui website dan media sosial resmi Bulog. Untuk Subang, informasi juga rutin disampaikan dalam forum-forum seperti rapat dengan DPRD.

Namun, ia menegaskan bahwa distribusi pangan terutama untuk bantuan sosial dilakukan dengan sistem yang terkontrol, tidak dijual bebas langsung dari gudang. 

“Kalau untuk bantuan pangan, biasanya melalui mekanisme CPP (Cadangan Pangan Pemerintah) atau SPAP. Distribusinya tidak bisa sembarangan karena harus sesuai prosedur dari pusat maupun daerah,” jelasnya.

Bulog Subang sendiri hanya bertugas menyimpan dan merawat stok pangan. Penyaluran dilakukan oleh instansi teknis seperti Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Sosial, terutama saat terjadi bencana alam atau rawan pangan.

Dalam menjaga kualitas stok, Bulog Subang menerapkan prosedur standar operasional (SOP) ketat, termasuk pengendalian hama dan pengawasan berkala dari gudang. 

“Kami kontrol harian dan lakukan penyemprotan rutin setiap bulan. Jika ada laporan kerusakan dari kepala gudang, langsung kita tindak,” ungkap Djoko.

Ia menambahkan, pengelolaan stok juga disiapkan untuk mendukung program bantuan pangan, seperti saat terjadi bencana atau kondisi darurat. 

“DKP dan dinas terkait juga memiliki cadangan tersendiri, tapi pengambilannya tetap melalui form dan mekanisme yang resmi,” katanya.

Djoko menyampaikan pesan kepada masyarakat Subang agar tidak panik atau menimbun bahan pangan secara berlebihan.

“Subang ini bagian dari sistem cadangan pangan nasional. Masyarakat tidak perlu menimbun, karena stok beras dan kebutuhan pokok dijamin aman dan terus dijaga agar terjangkau. Pemerintah sudah bekerja sama menjaga stabilitas ini,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Subang, Maman Firmansyah, yang menyebutkan bahwa ketersediaan pangan pokok, khususnya beras, masih mencukupi untuk menghadapi potensi bencana alam maupun mengantisipasi daerah rawan pangan.

“Secara umum kondisi cadangan pangan Subang aman, namun kita tetap perlu memperhatikan stabilitas dan aksesibilitas pangan bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Maman.

Ia menjelaskan, stok beras yang tersimpan di gudang Bulog masih mencukupi dan pendistribusiannya berjalan lancar tanpa hambatan. 

Selain itu, pemerintah daerah melalui Dinas Ketahanan Pangan juga terus melakukan pengisian Lumbung Pangan Masyarakat sebagai bagian dari strategi menghadapi kondisi darurat pangan di masa depan.

“Dalam upaya menjaga ketersediaan dan kestabilan harga pangan, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Subang terus menjalin kerja sama pengadaan beras dengan Perum Bulog,” jelasnya.

Langkah ini, kata Maman, merupakan bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.

Maman mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga dan meningkatkan ketahanan pangan, khususnya di tingkat keluarga dan komunitas. 

“Kami berharap warga dapat memanfaatkan lahan pekarangan untuk bercocok tanam dan mendukung program pemerintah menuju kemandirian pangan,” katanya.(cdp/ysp)

Berita Terbaru

Bupati Purwakarta Tegas Soal Gereja di Cikopo: Jika Syarat Terpenuhi, Harus Diizinkan!

Bupati Purwakarta Tegas Soal Gereja di Cikopo: Jika Syarat Terpenuhi, Harus Diizinkan!

Purwakarta48 menit lalu
Purwakarta Heboh! Ratusan Massa Gelar Aksi, Rencana Gereja di Cikopo Jadi Perhatian

Purwakarta Heboh! Ratusan Massa Gelar Aksi, Rencana Gereja di Cikopo Jadi Perhatian

Purwakarta58 menit lalu
Viral Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, KSAD: Tindak Tegas

Viral Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, KSAD: Tindak Tegas

Nasional2 jam lalu
Warga Jabar Tak Punya BPJS hingga KTP Tetap Bisa Berobat, Pemprov Siapkan Pembiayaan

Warga Jabar Tak Punya BPJS hingga KTP Tetap Bisa Berobat, Pemprov Siapkan Pembiayaan

Jawa Barat3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Viral Dugaan Keracunan di Resto 88 Seoul Bandung, Korban Alami Diare hingga Demam

Viral Dugaan Keracunan di Resto 88 Seoul Bandung, Korban Alami Diare hingga Demam

Jawa Barat3 jam lalu
Kemarau Subang Belum Usai, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai

Kemarau Subang Belum Usai, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai

Subang3 jam lalu
Musim Hujan 2026/2027 Mundur, BMKG Ungkap Penyebab dan Perkiraannya

Musim Hujan 2026/2027 Mundur, BMKG Ungkap Penyebab dan Perkiraannya

Nasional3 jam lalu
Lionel Messi Resmi Pensiun dari Timnas Argentina Setelah 21 Tahun Berkarier

Lionel Messi Resmi Pensiun dari Timnas Argentina Setelah 21 Tahun Berkarier

Olahraga3 jam lalu
Dakwaan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Didakwa Peras Rp55 Miliar dan TPPU

Dakwaan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Didakwa Peras Rp55 Miliar dan TPPU

Nasional3 jam lalu
Prediksi Susunan Pemain Persib vs Port FC di ASEAN Club Championship Shopee Cup 2026

Prediksi Susunan Pemain Persib vs Port FC di ASEAN Club Championship Shopee Cup 2026

Olahraga4 jam lalu