Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Bupati Purwakarta: Fokus Identifikasi Penyebab Kebakaran Pasar Rebo

A
Adam SumartoEditor: Yusup Suparman
|10:33 WIB
Bagikan:
Bupati Purwakarta: Fokus Identifikasi Penyebab Kebakaran Pasar Rebo
TINJAU LOKASI: Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein saat meninjau lokasi kebakaran Pasar Rebo Purwakarta, Rabu (25/2/2026). Adam Sumarto/Pasundan Ekspres

PASUNDANEKSPRES.ID - Pemerintah Kabupaten Purwakarta menaruh perhatian serius atas kebakaran hebat yang melanda Pasar Rebo Purwakarta, Selasa (24/2/2026).

Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, akrab disapa Om Zein, menegaskan bahwa langkah awal pascakebakaran difokuskan pada identifikasi penyebab kebakaran sebelum dilakukan pembersihan dan penanganan lanjutan.

Om Zein menjelaskan, peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Ia menerima laporan dari Dinas Pemadam Kebakaran sekitar pukul 02.45 WIB dan langsung memerintahkan pengerahan seluruh kekuatan yang dimiliki daerah.

"Kita punya delapan unit Damkar dan semuanya dikerahkan. Karena dirasa masih kurang, kita juga meminta bantuan dari pihak swasta, sehingga total ada 16 unit Damkar yang bergerak," kata Om Zein Binzein kepada wartawan usai meninjau kondisi Pasar Rebo Purwakarta, Rabu (25/2/2026).

Saat meninjau lokasi kebakaran, Om Zein tampak menyusuri area kios yang hangus terbakar, memperhatikan puing-puing bangunan, serta memastikan titik-titik yang masih harus disterilkan untuk kepentingan penyelidikan.

Om Zein juga menyapa warga pasar yang terdampak. Ia berdialog langsung, mendengarkan keluhan pedagang, serta memberikan motivasi agar para korban tetap tabah menghadapi musibah tersebut.

Dirinya memastikan, pemerintah daerah telah turun langsung ke lapangan, bertemu dengan para pedagang korban kebakaran serta pengurus pasar. Meski demikian, area tertentu masih harus disterilkan karena menjadi bagian dari proses penyelidikan kepolisian.

"Langkah kita saat ini adalah mengidentifikasi penyebab kebakaran terlebih dahulu. Ada area yang tidak boleh diganggu sebelum hasil dari kepolisian keluar. Yang terpenting, alhamdulillah, tidak ada korban jiwa," ujarnya.

Pilih Menunggu, Pedagang Berharap Bisa Berjualan di Lokasi yang Sama

Sementara itu, Pengurus Ikatan Warga Pasar (Iwapa) Pasar Rebo Bidang Ekonomi, Yayat Hidayat, mengatakan bahwa pihaknya telah dipanggil pemerintah daerah untuk membahas langkah lanjutan pascakebakakaran.

"Langkah awal yang disepakati adalah menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Lamanya sekitar dua sampai tiga hari terkait penyebab pasti kebakaran. Setelah itu, tahap pertama yang akan dilakukan adalah membersihkan sisa-sisa kebakaran," ucap Yayat.

Ia menambahkan, para pedagang terdampak untuk sementara diliburkan dan belum dapat beraktivitas, kecuali pedagang yang berada di luar garis polisi.

Akan tetapi, kata dia, para pedagang berharap dapat kembali berjualan di lokasi yang sama setelah proses pembersihan dan perbaikan dilakukan.

Terkait dugaan awal penyebab kebakaran, Yayat menyebutkan bahwa berdasarkan keterangan tim keamanan pasar, titik api diduga berasal dari kios gilingan kelapa.

"Ditemukan sebaran asap yang ditelusuri hingga ke kios kelapa parut. Saat pintu dijebol, api sudah membesar. Kemungkinan besar akibat arus pendek listrik, ditambah mesin yang menggunakan bensin," katanya.

Yayat juga menegaskan bahwa para pedagang terdampak tetap ingin berjualan di lokasi semula.

"Keinginan pedagang jelas, tetap berjualan di tempat yang sekarang," ujar Yayat.

Ia mengatakan bahwa belum ada pembahasan terkait pemindahan pedagang ke pasar lain, termasuk ke Pasar Simpang.

"Belum ada rekomendasi pemindahan. Pedagang juga tidak ingin pindah, semuanya ingin tetap di sini," ucapnya.(add/ysp)

Berita Terbaru

DPRD Subang Sahkan Perda Penyelenggaraan Kesehatan, Bupati: Ikhtiar Tingkatkan Kualitas Layanan

DPRD Subang Sahkan Perda Penyelenggaraan Kesehatan, Bupati: Ikhtiar Tingkatkan Kualitas Layanan

Headline1 jam lalu
Pengendara Harap Hati-hati, Jalan Tol Cipali Sedang Diperbaiki

Pengendara Harap Hati-hati, Jalan Tol Cipali Sedang Diperbaiki

Headline1 jam lalu
Dukung Infak BERSERI BAZNAS, Dinkes Subang Himpun Rp5,3 Juta dalam Jumat Berkah

Dukung Infak BERSERI BAZNAS, Dinkes Subang Himpun Rp5,3 Juta dalam Jumat Berkah

Headline1 jam lalu
Dari Jalanan ke Forum HRD, Megi Akbar Bawa Isu Tenaga Kerja Lokal ke Ruang Pendidikan

Dari Jalanan ke Forum HRD, Megi Akbar Bawa Isu Tenaga Kerja Lokal ke Ruang Pendidikan

Headline1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Cara Gunakan Fitur Bookmark Postingan Instagram dengan Mudah

Cara Gunakan Fitur Bookmark Postingan Instagram dengan Mudah

Lifestyle4 jam lalu
Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Lifestyle5 jam lalu
HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

Lifestyle6 jam lalu
Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Lifestyle7 jam lalu
Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Nasional7 jam lalu
Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Lifestyle8 jam lalu