Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Butuh Kolaborasi Turunkan Angka Anak Tidak Sekolah di Subang

C
Cindy Desita Putri Editor: Yusup Suparman
|09:21 WIB
Bagikan:
Butuh Kolaborasi Turunkan Angka Anak Tidak Sekolah di Subang
ilustrasi anak putus sekolah. Disway

PASUNDANEKSPRES.ID - Kenaikan angka putus sekolah jenjang SMP di Subang mulai terasa signifikan setelah ajaran baru tahun 2025. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Subang mencoba menginventarisir faktor-faktor penyebab kenaikan tersebut.

Dari total 19.829 anak yang tidak bersekolah, jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) menjadi kelompok usia dengan jumlah tertinggi.
Kasi Kurikulum SMP Disdikbud Subang, Fera Maulidya mengatakan, bertambahnya data tersebut dipengaruhi beberapa faktor seperti terdapat murid belajar di pesantren yang belum terdata di EMIS, serta terdapat murid belajar di sekolah baru yang masih proses perizinannya sehingga belum memiliki NPSN dan NISN.

Selain itu, permasalahan juga terdapat pada pengaplikasian regulasi baru Pusdatin tentang akun dashboard ATS yang menggunakan OTP, sehingga para relawan satgas ATS kesulitan masuk cek berkala.

“Bulan Oktober ini ternyata cek dashboard angka naik lagi sebanyak 2.000 anak dibandingkan pada bulan Juni 2025 setelah ajaran baru,” ucapnya pada Pasundan Ekspres pada Rabu (15/10/2025).

Terdapat beberapa kemungkinan penyebab naiknya angka tersebut, salah satunya karena dashboard Anak Tidak Sekolah (ATS) bersifat realtime.

“Pasca cut off Dapodik ajaran baru, data bertambah karena yang lulus SD atau SMP tidak melanjutkan,” ucapnya.

Untuk mengatasi masalah pendataan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar Rapat Evaluasi Tindak Lanjut Program Penurunan Angka ATS di Jawa Barat pada Senin (13/10/2025) di Aula Dewi Sartika Disdik Jabar.

Hal ini merupakan tindak lanjut dari hasil pembahasan Rapat Koordinasi dan Kolaborasi Penurunan Angka ATS pada Kamis (12/6/2024).
“Kemarin ada Rapat Evaluasi Penanganan ATS di provinsi Jawa Barat, disepakati bahwasanya penanganan ATS akan mulai merambah ke desa,” ucapnya.

Fera mengungkapkan, langkah ini diambil karena pihak desa adalah pihak yang paling paham kondisi wilayahnya.

“Operator desa akan diberikan akun dashboard ATS yang berisikan data anak tidak sekolah by name by address,” ucapnya.Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Subang, Leni Lesnawati menjelaskan, berdasarkan data terbaru, anak tidak sekolah di Subang terbagi ke dalam tiga kategori besar, anak yang belum pernah sekolah, anak yang dikeluarkan atau drop out, serta anak yang telah lulus namun tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.

“Dari 19.829 anak tidak sekolah, sebanyak 9.119 anak tercatat belum pernah bersekolah di jenjang mana pun, mulai dari SD hingga SMA,” jelas Leni, Rabu (15/10/2025).

Lebih lanjut, hampir 6.000 anak tercatat mengalami drop out atau dikeluarkan dari sekolah. Rinciannya, sebanyak 1.190 anak di tingkat SD, 2.091 anak di tingkat SMP, dan 2.776 pelajar di tingkat SMA.

Sementara itu, terdapat 4.653 anak yang sudah lulus namun tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya terdiri dari 1.318 lulusan SD dan 3.335 lulusan SMP.

“Jika dilihat dari usia, yang paling banyak putus sekolah adalah kelompok usia jenjang SMP,” ujar Leni.

Dari segi wilayah, Kecamatan Subang Kota menjadi daerah dengan jumlah anak tidak sekolah tertinggi, yakni 1.984 anak.

Menurut Leni, penyebab utama tingginya angka anak putus sekolah di Subang antara lain faktor ekonomi, anak harus bekerja membantu keluarga, masalah drop out, serta kasus pernikahan dini.

“Tingginya angka anak putus sekolah ini menjadi perhatian serius kami di Disdikbud Subang. Kami akan terus berupaya mendorong mereka untuk kembali bersekolah,” tegas Leni.

Program Penurunan ATS Jadi Percontohan Nasional

Sementara itu, program Kabupaten Subang untuk menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) telah menjadi percontohan nasional. Saat itu, Pemkab Subang berhasil menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) secara signifikan dalam kurun waktu satu tahun. Yakni pada periode Mei 2024 hingga Juni 2025.

Berkat kolaborasi multipihak dan kebijakan afirmatif, jumlah ATS di Subang berkurang hingga 21,19 persen sejak Mei 2024.

Berdasarkan data Disdikbud Subang, pada Mei 2024 tercatat 21.942 ATS. Namun, per Juni 2025 angka itu turun menjadi 17.293 anak.

Capaian ini sekaligus mendongkrak Angka Partisipasi Sekolah (APS) Subang dari 97,41 persen (tahun 2024) menjadi 99,2 persen.

Kepala Disdikbud Subang Nunung Suryani melalui Kasi Kurikulum dan Penilaian SMP Disdikbud Subang, Fera Maulidya mengungkapkan, kunci keberhasilan ini terletak pada pendekatan berbasis data. Properti Subang

"Kami memulai dengan memetakan ATS secara rinci melalui dashboard khusus. Data ini menjadi landasan intervensi tepat sasaran," ujarnya kepada Pasundan Ekspres, Selasa (24/6/2025) lalu.

Satgas ATS yang terdiri dari relawan, aparat desa, dan dinas terkait turun langsung menjangkau anak-anak yang putus sekolah. "Gotong royong menjadi kunci. Bupati dan Wakil Bupati memberikan dukungan penuh," tambah Fera.

Untuk menghilangkan alasan ekonomi dan administratif, Pemkab Subang menggulirkan sejumlah kebijakan. Mulai dari bantuan seragam gratis untuk mengurangi beban orang tua, penghapusan penahanan ijazah, memastikan siswa tidak terkendala administrasi, pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus dan sekolah nonformal (PKBM/SKB) bagi yang terkendala waktu.

"Kami juga memperkuat pencegahan drop out dengan pengawasan intensif di sekolah," jelas Fera.

Kesuksesan Subang tak hanya berdampak lokal. Kementerian Pendidikan menjadikan program ini sebagai percontohan nasional untuk mewujudkan wajib belajar 13 tahun.

"Ini bukti komitmen Subang memastikan tidak ada anak yang tertinggal," tegas Fera.

Dengan tren positif ini, Subang optimis bisa mencapai ATS nol persen. "Pendidikan berkualitas adalah hak semua anak. Mari terus bersinergi," ajaknya.(cdp/fsh/ysp)

Berita Terbaru

Total 26 Hari, Ini Daftar Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2027 beserta Link SKB 3 Menteri

Total 26 Hari, Ini Daftar Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2027 beserta Link SKB 3 Menteri

Nasional7 menit lalu
Keterwakilan Perempuan Duduk di DPRD Subang, Legislator Gerindra Dorong Pemberdayaan Tak Sekadar Formalitas

Keterwakilan Perempuan Duduk di DPRD Subang, Legislator Gerindra Dorong Pemberdayaan Tak Sekadar Formalitas

Subang32 menit lalu
Tempat Nonton Asian Games 2026 Resmi, Ada Siaran TV Gratis hingga Live Streaming

Tempat Nonton Asian Games 2026 Resmi, Ada Siaran TV Gratis hingga Live Streaming

Olahraga1 jam lalu
Jangan Asal Lamar! Ini Tips Mencari Lowongan Kerja Resmi di Subang Biar Tak Kena Penipuan

Jangan Asal Lamar! Ini Tips Mencari Lowongan Kerja Resmi di Subang Biar Tak Kena Penipuan

Jawa Barat1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Jelang Pilkades di Subang, Bupati Sampaikan Pesan Jaga Kemanan dan Koordinasi

Jelang Pilkades di Subang, Bupati Sampaikan Pesan Jaga Kemanan dan Koordinasi

Subang1 jam lalu
Jadwal Asian Games 2026 per Cabor, Cek Jadwal Hari Ini 17 September 2026

Jadwal Asian Games 2026 per Cabor, Cek Jadwal Hari Ini 17 September 2026

Olahraga1 jam lalu
Kumpulkan Seluruh Pejabat Administrator Pusat dan Daerah, Sekjen ATR/BPN: Pelayanan Harus Tetap Optimal

Kumpulkan Seluruh Pejabat Administrator Pusat dan Daerah, Sekjen ATR/BPN: Pelayanan Harus Tetap Optimal

Nasional2 jam lalu
RDP Bersama Komisi II DPR RI, Kementerian ATR/BPN Paparkan Rencana Pelaksanaan Anggaran Tahun 2027

RDP Bersama Komisi II DPR RI, Kementerian ATR/BPN Paparkan Rencana Pelaksanaan Anggaran Tahun 2027

Nasional2 jam lalu
Wisnu Ramdhan Sapuetra Siswa MAN 1 Subang Raih Juara 3 Taekwondo

Wisnu Ramdhan Sapuetra Siswa MAN 1 Subang Raih Juara 3 Taekwondo

Subang2 jam lalu
10 Ribu Pohon Nanas Hangus, Kebun 200 Bata di Kasomalang Subang Terbakar

10 Ribu Pohon Nanas Hangus, Kebun 200 Bata di Kasomalang Subang Terbakar

Subang2 jam lalu