Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Diduga Membuat Gaduh Industri Telco, KPPU Soroti Starlink Indonesia

F
Fahrizal Abdul MEditor: Fahrizal Abdul M
|23:42 WIB
Bagikan:
Diduga Membuat Gaduh Industri Telco, KPPU Soroti Starlink Indonesia
KPPU soroti Starlink Indonesia karena diduga membuat gaduh. (screenshot @kppu.go.id)

PasundanEkspres - Kehadiran Starlink di dalam dunia ritel telekomunikasi Indonesia menciptakan kehebohan. Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) juga turut memeriksa layanan internet berbasis satelit tersebut.

Untuk mengetahui situasi terkini, KPPU mengadakan Diskusi Kelompok Forum yang melibatkan pihak-pihak terkait, termasuk Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Asosiasi Satelit Indonesia (ASI), dan wakil dari Starlink Indonesia.

Namun, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tidak berpartisipasi dalam pertemuan tersebut di Gedung KPPU, Jakarta, pada Rabu (29/5/2024).

"KPPU ingin mendengar pandangan dari semua pemangku kepentingan di industri telekomunikasi yang sudah ada, dan juga mengundang Starlink dan akademisi," kata Anggota KPPU Hilman Pujana kepada pers.

"Ada beberapa isu yang muncul, salah satunya terkait dengan equal playing field di sektor telekomunikasi. Ini merupakan ranah regulator untuk memastikan kesetaraan dalam equal playing field ini dari segi perizinan," tambahnya.

Berdasarkan informasi yang beredar, Starlink belum memenuhi kewajiban, seperti memiliki Network Operation Center (NOC) dan gateway di Indonesia, meskipun sudah beroperasi. Namun, PT Starlink Services Indonesia telah membantah isu tersebut melalui kuasa hukumnya Soemadipradja & Taher.

"Dalam hal pengenaan biaya dan aspek lainnya, yang diharapkan dari pemain yang sudah ada adalah kesetaraan dalam equal playing field, dan hal ini mungkin dapat dikonfirmasi kepada regulator terkaitnya," jelasnya.

Selain itu, Starlink Indonesia diduga menerapkan strategi predatory pricing dengan menurunkan harga perangkat keras hingga 40% setelah memasuki pasar ritel Indonesia.

"Adanya potensi predatory pricing, dalam konteks persaingan, tentu saja memerlukan analisis. Ini tidak hanya tentang penjualan dengan harga lebih murah, konsepnya lebih kompleks. Pelaku usaha yang menerapkan predatory pricing harus memenuhi beberapa persyaratan tertentu," ungkapnya.

Hilman menyatakan, KPPU melihat kehadiran Starlink di Indonesia juga harus dinilai dari perspektif kondisi bisnis industri telekomunikasi domestik.

"Kami berharap meskipun ada pemain baru, kondisi bisnis di Indonesia tetap mendukung para pelaku usaha yang ada, agar mereka tetap bisa berinovasi dan berkembang. Tentu saja, hal ini juga diharapkan memberikan berbagai pilihan dan manfaat bagi masyarakat Indonesia," pungkasnya.

Berita Terbaru

Cerita Sopir Angkot: Mengais Rezeki dari Setiap Liter Bensin

Cerita Sopir Angkot: Mengais Rezeki dari Setiap Liter Bensin

Subang49 menit lalu
DPRD Subang Sahkan Perda Penyelenggaraan Kesehatan, Bupati: Ikhtiar Tingkatkan Kualitas Layanan

DPRD Subang Sahkan Perda Penyelenggaraan Kesehatan, Bupati: Ikhtiar Tingkatkan Kualitas Layanan

Headline4 jam lalu
Pengendara Harap Hati-hati, Jalan Tol Cipali Sedang Diperbaiki

Pengendara Harap Hati-hati, Jalan Tol Cipali Sedang Diperbaiki

Headline4 jam lalu
Dukung Infak BERSERI BAZNAS, Dinkes Subang Himpun Rp5,3 Juta dalam Jumat Berkah

Dukung Infak BERSERI BAZNAS, Dinkes Subang Himpun Rp5,3 Juta dalam Jumat Berkah

Headline4 jam lalu
ADVERTISEMENT
Dari Jalanan ke Forum HRD, Megi Akbar Bawa Isu Tenaga Kerja Lokal ke Ruang Pendidikan

Dari Jalanan ke Forum HRD, Megi Akbar Bawa Isu Tenaga Kerja Lokal ke Ruang Pendidikan

Headline5 jam lalu
Cara Gunakan Fitur Bookmark Postingan Instagram dengan Mudah

Cara Gunakan Fitur Bookmark Postingan Instagram dengan Mudah

Lifestyle7 jam lalu
Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Lifestyle8 jam lalu
HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

Lifestyle9 jam lalu
Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Lifestyle10 jam lalu
Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Nasional10 jam lalu