Disnakeswan Subang Imbau Peternak Unggas Waspada Cuaca Ekstrem

SUBANG-Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Subang mengingatkan para peternak unggas agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem. Cuaca ekstrem berpotensi menurunkan produktivitas sekaligus memicu penyakit pada ternak.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disnakeswan Subang, drh. Erlinawati Pasaribu menyampaikan, populasi unggas di Subang saat ini relatif stabil, baik pada skala peternakan besar maupun kecil.
“Subang masih menjadi salah satu daerah dengan kontribusi signifikan dalam penyediaan pangan hewani. Peternakan besar dikelola dengan sistem modern, sedangkan peternak rakyat banyak memelihara ayam kampung, itik, hingga ayam ras dengan sistem semi-intensif,” terangnya saat diwawancara Pasundan Ekspres.
Namun, jelas Erlina, kondisi cuaca yang tidak menentu belakangan ini membawa risiko serius. Suhu panas ekstrem, menurut Erlinawati, dapat memicu heat stress sehingga konsumsi pakan menurun, pertumbuhan melambat, dan produksi telur berkurang.
Sementara hujan deras dan kelembapan tinggi sering kali memicu penyakit pernapasan seperti Newcastle Disease (ND), Avian Influenza (AI), hingga Chronic Respiratory Disease (CRD).
“Perubahan suhu drastis menurunkan imunitas unggas sehingga mereka rentan terserang penyakit menular. Karena itu, kami mengimbau peternak untuk benar-benar menjaga manajemen kandang,” jelasnya.
Dia mengatakan, Disnakeswan Subang terus melakukan monitoring lapangan melalui dokter hewan dan paramedik veteriner di UPTD Puskeswan.
Selain pemeriksaan kesehatan unggas, petugas juga memberikan edukasi langsung terkait perbaikan ventilasi kandang, penggunaan tirai atau paranet, serta upaya menjaga litter tetap kering.
“Kami sarankan peternak menyediakan air minum segar dalam jumlah cukup, menambah vitamin atau elektrolit, serta memastikan vaksinasi dilakukan tepat waktu. Pakan tambahan maupun probiotik juga penting untuk menjaga ketahanan tubuh unggas,” kata Erlinawati.
Selain itu, pihaknya secara rutin menyelenggarakan penyuluhan, bimbingan teknis, dan pelatihan mengenai biosekuriti serta mitigasi dampak perubahan iklim.
Disnakeswan juga memperkuat kerja sama dengan pemerintah desa, kecamatan, kelompok peternak, hingga perusahaan swasta untuk mendukung deteksi dini penyakit dan pendampingan usaha ternak.
Erlinawati menekankan pentingnya deteksi dini kasus kematian unggas. Peternak dapat segera melapor melalui kantor desa, kecamatan, atau langsung ke petugas Disnakeswan maupun Puskeswan terdekat.
“Semakin cepat laporan diterima, semakin cepat penanganan dilakukan agar tidak terjadi penyebaran penyakit luas,” tegasnya.
Menutup keterangannya, Erlinawati menyampaikan pesan khusus bagi peternak Subang.
“Kami menghimbau agar peternak selalu menjaga kebersihan kandang, memperhatikan ventilasi, melakukan vaksinasi tepat waktu, serta memberikan vitamin tambahan. Jangan tunda untuk melapor bila ada kasus kematian unggas. Dengan sinergi antara peternak dan pemerintah, kita bisa menjaga ketahanan unggas sekaligus menekan potensi kerugian,” pungkasnya.(cdp/ysp)
