DPRD Subang: BBWS Sulit Diajak Dialog Soal Pencegahan Banjir

PASUNDANEKSPRES.ID - Banjir yang terus berulang di wilayah Pantura Kabupaten Subang menuai kritik dari Anggota DPRD Subang, Albert Anggara Putra.
Ia menilai, persoalan banjir tidak akan pernah tuntas selama koordinasi lintas instansi, khususnya dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), masih lemah.
Albert mengatakan, DPRD Subang akan mengambil langkah serius dengan melakukan koordinasi terkait normalisasi sungai yang menjadi kewenangan BBWS.
Namun, upaya tersebut kerap terkendala karena sulitnya menjalin komunikasi langsung dengan pihak BBWS.
“Kami di DPRD Subang akan tetap berkoordinasi terkait normalisasi sungai, baik secara langsung maupun melalui surat resmi. Tapi faktanya, BBWS ini sangat sulit ditemui dan diajak duduk bersama untuk membahas persoalan banjir yang setiap tahun merugikan masyarakat Pantura,” kata Albert saat dibhubungi Pasundan Ekspres, Rabu (28/1/2026) sore.
Menurutnya, kondisi sungai yang mengalami pendangkalan dan penyempitan menjadi salah satu penyebab utama banjir, namun hingga kini penanganan yang dilakukan masih bersifat parsial dan tidak menyeluruh.
Selain persoalan sungai, Albert juga menyoroti buruknya sistem drainase di sejumlah kawasan Pantura Subang yang memperparah genangan air saat hujan deras maupun ketika debit sungai meningkat.
“Drainase di banyak titik tidak berfungsi optimal. Ada yang dangkal, tersumbat, bahkan tidak terintegrasi dengan baik. Akibatnya, air tidak mengalir dan menggenang di permukiman warga,” ujarnya.
DPRD Subang, lanjut Albert, mendorong agar pemerintah daerah lebih proaktif melakukan pemetaan masalah drainase serta memperjuangkan penanganan sungai ke pemerintah pusat melalui BBWS.
Sebagai bentuk upaya konkret, DPRD Subang akan mengagendakan koordinasi lintas sektor, termasuk mendorong rapat kerja dan pengiriman surat resmi kepada BBWS agar penanganan banjir di Pantura Subang dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
“Banjir ini bukan persoalan baru. Kalau koordinasi terus buntu, yang jadi korban ya masyarakat. DPRD akan terus mengawal agar ada solusi nyata, bukan sekadar janji,” tegas Albert.(cdp/ysp)
