Harga Emas Perhiasan di Dua Raksasa, Laku Emas Melemah!

PASUNDANEKSPRES.ID - Pergerakan harga emas perhiasan pada Minggu pagi, 26 April 2026, menunjukkan dinamika yang menarik. Dua pelaku besar industri, Raja Emas Indonesia dan Hartadinata Abadi, kompak mempertahankan harga di seluruh kadar karat. Sebaliknya, Laku Emas justru mencatatkan penurunan, menandakan adanya tekanan di segmen tertentu pasar emas perhiasan.
Harga Emas Perhiasan
Stabilitas harga di Raja Emas Indonesia terlihat merata dari kadar 24 karat hingga 12 karat. Emas 24 karat dipatok Rp2.275.000 per gram, sementara 22 karat berada di level Rp2.031.000 per gram. Adapun kadar menengah seperti 18 karat dijual Rp1.664.000 per gram, dan 14 karat di angka Rp1.293.000 per gram. Tidak adanya perubahan harga ini mencerminkan strategi menjaga daya beli konsumen di tengah fluktuasi global.
Hal serupa terjadi di Hartadinata Abadi. Harga emas perhiasan 22 karat masih bertahan di Rp2.539.000 per gram, sementara 20 karat berada di Rp2.490.000 per gram. Untuk segmen yang lebih terjangkau, seperti 9 karat dan 8 karat, masing-masing dipatok Rp1.406.000 dan Rp1.295.000 per gram. Konsistensi ini mengindikasikan stabilnya permintaan domestik, terutama pada segmen menengah.
Di sisi lain, Laku Emas yang berada di bawah CMK Group memperlihatkan kecenderungan berbeda. Meski sebagian besar harga tercatat stabil pada daftar terbaru, tren yang terjadi menunjukkan adanya penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Harga emas 24 karat kini berada di Rp2.473.000 per gram, sementara 22 karat di Rp2.032.000 per gram. Kadar 18 karat tercatat Rp1.661.000 per gram, sedikit lebih rendah dari rata-rata pasar.
Pengamat menilai, pergerakan harga emas perhiasan sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor global. Permintaan industri perhiasan dunia, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, hingga kebijakan bank sentral dalam mengelola cadangan emas menjadi variabel utama yang menentukan arah harga.
Dengan kondisi pasar yang dinamis, masyarakat diimbau untuk lebih cermat dalam memantau perkembangan harga. Momentum stabil seperti saat ini bisa menjadi peluang bagi pembeli, sementara tren penurunan di sebagian platform dapat dimanfaatkan investor untuk melakukan akumulasi secara bertahap.
