Harga Emas Perhiasan Turun di Awal Pekan, Senin 4 Mei 2026

PASUNDANEKSPRES.ID - Harga emas perhiasan pada perdagangan awal pekan, Senin (4/5/2026), tercatat mengalami penurunan. Pelemahan ini terlihat dari sejumlah platform jual beli emas, yang menunjukkan koreksi harga di berbagai kadar, mulai dari kadar tinggi hingga rendah.
Harga Emas Perhiasan
Berdasarkan data terbaru, harga emas perhiasan di Lakuemas untuk kadar tertinggi 24 karat (99 persen) berada di level Rp2.418.000 per gram. Angka ini mencerminkan penurunan dibandingkan tren sebelumnya, sekaligus menjadi sinyal adanya tekanan pasar setelah reli panjang emas sejak 2025.
Penurunan harga juga diikuti oleh nilai buyback atau harga beli kembali. Di platform Spesialgold, harga buyback emas perhiasan tertinggi untuk kadar 24K (99,9 persen) dibanderol Rp2,293 juta per gram. Sementara itu, untuk kadar rendah seperti 5 karat, harga jual tercatat berada di level Rp490.000 per gram.
Secara rinci, harga emas perhiasan di Lakuemas menunjukkan variasi sebagai berikut: kadar 23K dipatok Rp2.077.000 per gram, 22K Rp1.986.000, 21K Rp1.899.000, dan 20K Rp1.807.000 per gram. Penurunan berlanjut hingga kadar menengah seperti 18K yang berada di Rp1.624.000 dan 15K di Rp1.350.000 per gram. Untuk kadar rendah, seperti 10K dan 9K, masing-masing dijual Rp895.000 dan Rp804.000 per gram.
Sementara itu, di Spesialgold, harga emas perhiasan untuk kadar 24K (99,99 persen) tercatat lebih tinggi di Rp2.491.000 per gram. Namun, untuk kadar 24K (99,9 persen) yang menjadi acuan buyback, harga berada di Rp2.293.000. Kadar lainnya juga mengalami penyesuaian, seperti 23K di Rp2.148.000, 22K Rp2.056.000, hingga 18K di Rp1.686.000 per gram.
Untuk kadar menengah ke bawah, harga emas di Spesialgold berkisar dari Rp1.500.000 untuk 16K, Rp1.315.000 untuk 14K, hingga Rp945.000 untuk 10K. Adapun kadar terendah, yakni 5K, dijual Rp490.000 per gram, menjadi opsi paling terjangkau bagi masyarakat.
Analis pasar komoditas menilai penurunan harga emas perhiasan ini tidak lepas dari dinamika harga emas global yang cenderung fluktuatif dalam beberapa waktu terakhir. Selain itu, faktor nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga turut memengaruhi pergerakan harga di dalam negeri.
Meski demikian, tren jangka panjang emas masih dinilai positif. Sepanjang 2025, harga emas tercatat mengalami kenaikan signifikan hingga lebih dari 30 persen. Kondisi ini membuat emas tetap menjadi instrumen investasi yang diminati, meskipun dalam jangka pendek terjadi koreksi harga.
Bagi masyarakat, kondisi penurunan harga ini kerap dimanfaatkan sebagai momentum untuk membeli emas, baik sebagai perhiasan maupun investasi. Namun, pelaku pasar tetap diimbau untuk memperhatikan selisih antara harga jual dan buyback, yang dapat memengaruhi potensi keuntungan.
Dengan pergerakan harga yang dinamis, pemantauan secara berkala menjadi langkah penting sebelum melakukan transaksi. Pasalnya, perubahan harga emas bisa terjadi sewaktu-waktu, mengikuti perkembangan pasar global dan kondisi ekonomi domestik.
