Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Ini Kata KDM Soal Banyaknya Orang Terlantar di Lembur Pakuan

I
Indrawan SetiadiEditor: Indrawan Setiadi
|17:50 WIB
Bagikan:
Ini Kata KDM Soal Banyaknya Orang Terlantar di Lembur Pakuan
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi angkat bicara mengenai permasalahan banyaknya orang terlantar dari Lembur Pakuan yang belakangan ini tengah ramai melalui salah satu unggahannya di media sosial pada Sabtu (12/7/2025). MUHAMMAD FAISHAL/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi angkat bicara mengenai permasalahan banyaknya orang terlantar dari Lembur Pakuan yang belakangan ini tengah ramai melalui salah satu unggahannya di media sosial pada Sabtu (12/7/2025). 

Sosok yang akrab disapa KDM ini mengaku bahwa kediamannya itu memang saat ini tengah ramai dikunjungi oleh masyarakat dengan berbagai motivasi. 

"Ada kunjungan wisata ke Lembur Pakuan yang sampai 50 ribu orang setiap minggu, ada juga yang ke Lembur Pakuan mengadu nasib," ucapnya. 

Dirinya mengungkapkan orang-orang yang mengadu nasib ke Lembur Pakuan ini tidak hanya berasal dari Jawa Barat tetapi juga dari luar provinsi, bahkan pulau Jawa. 

Tidak hanya itu, orang-orang yang datang juga biasanya mulai dari mengharapkan bantuan secara finansial hingga menitiokan anaknya untuk dikirim ke barak militer. 

Walaupun demikian, Dedi mengatakan Lembur Pakuan pasti akan menerima dengan baik siapapun yang datang dengan berbagai tujuan. 

"Semua orang yang datang ke Lembur Pakuan siapapun dengan tujuan apapun pasti dilayani dengan baik dan semampu kita berbagai permasalahan pasti diselesaikan," ucapnya. 

Mengenai kepulangan orang yang terlantar, Dedi mengatakan bahwa dirinya turut serta berkontribusi pembiayaan pemulangan, bahkan biaya ketika masih berada di Subang. 

"Kemarin yang pulang sudah saya berangkatkan dengan pesawat Lion dari Soekarno-Hatta ke Medan. Pesawatnya kita biayain, hotelnya kita bayarin, pulangnya kita bekelin," ucapnya. 

Sebelumnya beberapa waktu lalu, Kasi Perlindungan Korban Tindak Kekerasan, Perdagangan Orang dan Orang Terlantar Dinas Sosial Subang, Sri Mulyani mengungkapkan fenomena viralnya Lembur Pakuan tersebut ternyata juga membuat jumlah orang terlantar dari luar Subang terus menerus bertambah. 

"Bulan Juni saja kita sudah menerima 64 orang dari Lembur Pakuan. Banyak mereka berasal dari luar provinsi bahkan luar pulau Jawa," ucapnya. 

Sri mengatakan sejauh ini pendatang terlantar dari sejumlah daerah mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Padang, Medan, Makassar, Manado, Lampung, Bandung, Bogor, Sukabumi dan daerah lainnya telah diterima oleh Dinas Sosial Subang. 

"Kita bahkan pernah menerima laporan sampai 5 orang terlantar per hari," ucapnya. 

Sri bilang berdasarkan hasil bincang-bincang bersama orang terlantar tersebut, mereka yang rela jauh-jauh tanpa persiapan ke Lembur Pakuan itu berharap dapat  menerima uluran tangan dari Mantan Bupati Purwakarta itu. 

Sebab, KDM acap kali memperlihatkan kedermawanannya dalam konten yang sering dibagikan di berbagai media sosialnya. 

"Rata-rata orang terlantar yang datang ke Lembur Pakuan itu adalah orang-orang yang ada dalam kesulitan ekonomi. Jadi mereka datang ke sana dengan harapan mendapatkan bantuan seperti pekerjaan, modal usaha, bahkan uang untuk melunasi hutang," ucapnya. 

Berdasarkan pantauan Pasundan Ekspres nampak kebanyakan orang terlantar dari Lembur Pakuan adalah orang-orang lanjut usia. Ditemukan juga seorang ibu yang membawa seorang bayi dikarenakan ditinggal suaminya. 

Hal inilah yang membuat kinerja Dinas Sosial menjadi terforsir belakangan ini, bahkan hingga mengorbankan waktu libur. 

"Dari Senin sampai Minggu kita tidak pernah libur sementara ini, karena banyak orang terlantar yang dikirim dari Lembur Pakuan baik oleh tim Pak KDM mau pun dari pihak kepolisian," ucapnya. 

Tidak sampai di sana, masalah itu diperburuk dengan keterbatasan anggaran untuk dapat memulangkan orang-orang yang terlantar tersebut. 

"Anggaran APBD kita yang terbatas juga jadi kendala, karena dari Pemda sendiri tahun 2025 dikasih untuk pelayanan orang terlantar sebanyak 258 orang, sementara sampai dengan bulan Juni anggaran kita sudah habis untuk pemulangan orang terlantar," ucapnya. 

Dirinya menambahkan ketika orang terlantar itu berada di Kabupaten Subang, maka yang harus memulangkannya adalah Dinas Sosial Kabupaten Subang dengan pola pemulangan estafet yang sudah ada dalam SOP pemulangan orang terlantar. 

Akan tetapi, Sri mengungkapkan cara pemulangan dengan metode estafet itu justru tidak diperkenankan oleh pihak KDM, sehingga membuat pihak Dinas Sosial menjadi tambah kesulitan. 

"Namun yang menjadi kendala bagi kita adalah dari Lembur Pakuan itu baik oleh pihak Pak KDM baik dari Sekpri maupun ajudannya meminta orang terlantar tersebut itu harus sampai ke kampung halamannya dari Subang dan tidak boleh diestafetkan, jujur ini berat," ucapnya. 

Lebih lanjut, ia mengungkapkan biaya untuk orang terlantar itu tidak banyak, yakni Rp 150 ribu per orang, sedangkan untuk biaya tiket pemulangan terutama yang berasal dari luar pulau tentu nominal tersebut tidak cukup. 

"Untuk biaya tiket pemulangan seperti ke Medan, Lampung, dan Padang seperti kemarin itu hampir satu juta per orang, jelas kita keberatan dengan permintaan dari Lembur Pakuan itu," ucapnya.(fsh) 

Berita Terbaru

Keterwakilan Perempuan Duduk di DPRD Subang, Legislator Gerindra Dorong Pemberdayaan Tak Sekadar Formalitas

Keterwakilan Perempuan Duduk di DPRD Subang, Legislator Gerindra Dorong Pemberdayaan Tak Sekadar Formalitas

Subang18 menit lalu
Tempat Nonton Asian Games 2026 Resmi, Ada Siaran TV Gratis hingga Live Streaming

Tempat Nonton Asian Games 2026 Resmi, Ada Siaran TV Gratis hingga Live Streaming

Olahraga48 menit lalu
Jangan Asal Lamar! Ini Tips Mencari Lowongan Kerja Resmi di Subang Biar Tak Kena Penipuan

Jangan Asal Lamar! Ini Tips Mencari Lowongan Kerja Resmi di Subang Biar Tak Kena Penipuan

Jawa Barat1 jam lalu
Jelang Pilkades di Subang, Bupati Sampaikan Pesan Jaga Kemanan dan Koordinasi

Jelang Pilkades di Subang, Bupati Sampaikan Pesan Jaga Kemanan dan Koordinasi

Subang1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Jadwal Asian Games 2026 per Cabor, Cek Jadwal Hari Ini 17 September 2026

Jadwal Asian Games 2026 per Cabor, Cek Jadwal Hari Ini 17 September 2026

Olahraga1 jam lalu
Kumpulkan Seluruh Pejabat Administrator Pusat dan Daerah, Sekjen ATR/BPN: Pelayanan Harus Tetap Optimal

Kumpulkan Seluruh Pejabat Administrator Pusat dan Daerah, Sekjen ATR/BPN: Pelayanan Harus Tetap Optimal

Nasional1 jam lalu
RDP Bersama Komisi II DPR RI, Kementerian ATR/BPN Paparkan Rencana Pelaksanaan Anggaran Tahun 2027

RDP Bersama Komisi II DPR RI, Kementerian ATR/BPN Paparkan Rencana Pelaksanaan Anggaran Tahun 2027

Nasional1 jam lalu
Wisnu Ramdhan Sapuetra Siswa MAN 1 Subang Raih Juara 3 Taekwondo

Wisnu Ramdhan Sapuetra Siswa MAN 1 Subang Raih Juara 3 Taekwondo

Subang2 jam lalu
10 Ribu Pohon Nanas Hangus, Kebun 200 Bata di Kasomalang Subang Terbakar

10 Ribu Pohon Nanas Hangus, Kebun 200 Bata di Kasomalang Subang Terbakar

Subang2 jam lalu
Rumah Warga Cikaum Roboh, BAZNAS Kabupaten Subang Bergerak Salurkan Bantuan Rutilahu

Rumah Warga Cikaum Roboh, BAZNAS Kabupaten Subang Bergerak Salurkan Bantuan Rutilahu

Subang2 jam lalu