Kawasan Industri Bertambah, Subang Kokohkan Sebagai Daerah yang Menarik untuk Investasi

PASUNDANEKSPRES.ID - Pemerintah Kabupaten Subang mencatat adanya penambahan kawasan industri baru serta masuknya sejumlah perusahaan di beberapa kawasan.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Subang, Dikdik Solihin mengungkapkan, kawasan industri di Kabupaten Subang kini bertambah satu lagi dengan hadirnya PT Primajaya Properti Indonesia yang berlokasi di Desa Padaasih, Kecamatan Cibogo.
Menurutnya, perusahaan tersebut mengajukan pengembangan kawasan industri dengan luas lahan sekitar 89,4 hektare. Dari total luasan yang diajukan, pemerintah telah memberikan persetujuan untuk lahan seluas 89,3 hektare.
“Untuk kawasan industri baru, ada PT Primajaya Properti Indonesia di Desa Padaasih, Kecamatan Cibogo. Luas lahan yang diajukan sekitar 89,4 hektare dan yang telah disetujui seluas 89,3 hektare,” ungkapnya saat diwawancara Pasundan Ekspres, Jumat (5/6/2026)
Selain penambahan kawasan industri baru, DPMPTSP juga mencatat adanya pertumbuhan tenant di sejumlah kawasan industri yang telah beroperasi.
“Di kawasan Suryacipta, Kecamatan Cipeundeuy, saat ini terdapat tiga tenant industri tekstil yang tengah menjalani proses perizinan,” terang Dikdik.
Sementara itu, lanjut Dikdik, di Kawasan Industri Taifa yang berada di Kecamatan Pagaden, terdapat penambahan dua tenant baru yang bergerak di sektor pergudangan.
Kawasan Industri Terus berkembang di Kabupaten Subang
Adapun kawasan industri lainnya yang terus berkembang di Kabupaten Subang antara lain Comarindo dan Intijaya di Kecamatan Purwadadi serta kawasan Wahana Semesta Patimban di Kecamatan Pusakanagara.
Dikdik menilai, bertambahnya kawasan industri dan tenant baru menjadi sinyal positif terhadap kepercayaan investor untuk menanamkan modal di Kabupaten Subang.
“Keberadaan berbagai proyek strategis nasional, termasuk Pelabuhan Patimban saya rasa ini menjadi nilai daya tarik tersendiri bagi para pelaku usaha,” kata Dikdik.
Ia berharap tren investasi di Subang dapat terus berlanjut dan memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk penyerapan tenaga kerja bagi masyarakat Kabupaten Subang.
“Kami berharap para investor dapat memanfaatkan berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Subang. Pemerintah daerah berkomitmen memberikan pelayanan perizinan yang cepat, mudah, dan transparan untuk mendukung investasi yang kondusif,” tuturnya.
Dikdik juga mengimbau para investor yang akan berinvestasi di Kabupaten Subang agar mematuhi seluruh ketentuan perundang-undangan yang berlaku, termasuk terkait perizinan, tata ruang, dan aspek lingkungan hidup.
Sementara itu, Bupati Subang Reylandi menegaskan komitmen Pemerintah Daerah bersama unsur Forkopimda dalam menjaga iklim investasi yang kondusif.
“Kami bersama Forkopimda Kabupaten Subang berkomitmen untuk menjaga keamanan dan kenyamanan investasi di Kabupaten Subang. Apabila terdapat kendala, silakan dilaporkan dan akan kami tindak secara tegas tanpa kompromi” tegasnya saat menghadiri Grand Opening PT. Beka Wire Indonesia yang berlokasi di CP Industrial Estate, pada Rabu (06/05/2026) lalu.
Investasi Triwulan Pertama Rp1,38 Triliun
Nilai investasi yang masuk ke Subang pada triwulan pertama 2026 mencapai Rp1,38 triliun. Kini, Subang yang masuk Kawasan Rebana semakin diminati oleh investor.
JF PKPM Ahli Madya DPMPTSP Kabupaten Subang, Wulan Ramdhan Sari mengungkapkan, capaian tersebut berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp616.481.458.427 dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp771.501.413.754.
Data tersebut merujuk pada realisasi investasi berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).
“Untuk triwulan I tahun 2026, capaian investasi sudah memenuhi target sebesar 30 persen,” ungkap Wulan saat diwawancara Pasundan Ekspres, Selasa (5/5/2026)).
Secara keseluruhan, kata Wulan, nilai investasi di kawasan Rebana pada awal tahun 2026 telah mencapai sekitar Rp6,48 triliun.
Capaian ini, menurutnya, memperkuat posisi Subang sebagai salah satu daerah unggulan dalam menarik investasi di Jawa Barat.
“Pada tahun sebelumnya, di 2025 Kabupaten Subang bahkan berhasil menempati peringkat pertama realisasi investasi di kawasan Rebana dan berada di posisi keempat se-Jawa Barat,” terangnya.
Menurut Wulan, terdapat sejumlah faktor utama yang mendorong peningkatan investasi di wilayah tersebut.
Di antaranya adalah pembangunan infrastruktur yang masif, terutama proyek strategis nasional (PSN) Pelabuhan Patimban yang menjadi daya tarik utama bagi investor di sektor logistik dan manufaktur.
“Selain itu, rencana pengembangan konektivitas jalan tol menuju Patimban turut memperkuat daya saing kawasan,” ujarnya.
Tak hanya itu, lanjut Wulan, transformasi industri menuju pusat industri hijau juga menjadi nilai tambah tersendiri.
Pengembangan ini dilakukan melalui kerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Kesiapan sumber daya manusia (SDM) lokal dalam menyerap tenaga kerja dari investasi yang masuk juga menjadi faktor penting,” kata Wulan.
Ditambah lagi, kemudahan berinvestasi yang didukung regulasi daerah, seperti Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kemudahan Investasi, turut memberikan kepastian dan kenyamanan bagi para investor.
“Dengan berbagai faktor pendukung tersebut, kami beraharap Kabupaten Subang akan terus menjadi episentrum pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Rebana dan Jawa Barat secara umum,” tuturnya.(cdp/ysp)
