Kepala Disdikbud Subang: Butuh Rp900 Miliar untuk Perbaiki Sekolah Rusak

PASUNDANEKSPRES.ID - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Subang telah menyiapkan Roadmap Pendidikan hingga tahun 2030, salah satu yang menjadi perhatian dalam rencana tersebut ialah lingkungan pembelajaran.
Kepala Disdikbud Kabupaten Subang, Heri Sopandi mengungkapkan hal ini karena saat ini masih banyak kondisi ruangan di sekolah yang memperihatinkan.
"Untuk SD saja ruangan yang dalam kondisi rusak berat itu sebanyak lebih dari 2.000 ruang, sedangkan SMP sekitar 800 ruang kelas yang dalam kondisi rusak. Otomatis situasi ini tentu mengganggu pembelajaran di sekolah," ucapnya dalam Talkshow Roadmap Pendidikan dan Kebudayaan di Museum Subang, Kamis lalu (27/11/2025).
Dia mengatakan, sarana prasarana dan meubeulair di beberapa sekolah di Kabupaten Subang saat ini juga dalam kondisi yang tidak layak, sehingga perlu diganti dengan yang lebih baik.
"Di dalam perubahan lingkungan pembelajaran ini, hal yang paling pertama, yaitu infrastruktur. Maka dalam roadmap yang telah disusun, target kita tahun 2029 ini harus sudah tuntas," ucapnya.
Untuk mencapai target tersebut, Heri mengatakan bahwa pihaknya akan menggunakan sejumlah sumber anggaran yang dapat digunakan, salah satunya, yakni melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
"Kita itu mempunyai anggaran dana BOS per tahunnya itu sekitar Rp233 miliar, dari jumlah tersebut terdapat beberapa alokasi, dan di dalam ARKAS BOS itu ada kegiatan untuk rehabilitasi sebesar 20 persen, berarti sekitar Rp46 miliar," ucapnya.
Disamping itu, dirinya juga mengatakan pihaknya juga akan menggunakan dana APBD untuk melakukan perbaikan ruangan sekolah yang rusak.
"Kita baru mampu untuk mengalokasikan perbaikan infrastruktur ini sekitar Rp35 miliar. Mudah-mudahan di Perubahan bisa masuk juga, karena saat ini Pak Bupati fokus pada perbaikan jalan," ucapnya.
Dengan kata lain, Pemerintah Daerah dalam hal ini Disdikbud, telah mengantongi Rp81 miliar untuk perbaikan ruangan sekolah yang rusak tahun ini. Sedangkan, kebutuhan anggaran perbaikan yang harus dimiliki masih kurang.
"Kalau kita melihat jumlah kerusakan ruang sekolah yang tadi, anggaran yang dibutuhkan itu sekitar Rp900 miliar, sangat besar. Artinya per tahun itu kita membutuhkan Rp180 miliar, Inysa Allah tercapai," ucapnya.
Oleh sebab itu, Heri mengatakan, pihaknya juga akan memaksimalkan bantuan dari pemerintah pusat yang biasanya melalui Dana alokasi Khusus (DAK) untuk melakukan revitalisasi.(fsh/ysp)
