Ketua DPRD Subang Victor Wirabuana: Dengarkan Suara Rakyat, Perjuangkan Aspirasinya

PASUNDANEKSPRES.ID - Sepanjang tahun 2025 menjadi catatan penting dalam perjalanan kepemimpinan Ketua DPRD Kabupaten Subang, Victor Wirabuana Abdurachman, dalam mengawal aspirasi masyarakat.
Melalui agenda reses yang dilaksanakan secara intensif, Victor menegaskan komitmennya menjadikan suara rakyat sebagai pijakan utama kebijakan dan pengawasan legislatif.
Selama 2025, Victor tercatat telah melaksanakan tiga kali reses di Dapil I Subang yang meliputi Kecamatan Subang, Cibogo, dan Cijambe.
Dari setiap kunjungan, beragam persoalan mendasar masyarakat mengemuka, mulai dari pengelolaan sampah, infrastruktur, hingga layanan kesehatan yang masih membutuhkan perhatian serius.
Di wilayah Kecamatan Subang, persoalan sampah dan infrastruktur menjadi keluhan dominan warga. Victor menindaklanjuti aspirasi tersebut dengan mendorong koordinasi lintas instansi agar persoalan lingkungan dan fasilitas umum dapat ditangani secara bertahap dan berkelanjutan.
Sementara di sektor kesehatan, Victor turut mendorong peningkatan akses layanan bagi masyarakat kurang mampu melalui kepesertaan BPJS Kesehatan yang iurannya ditanggung oleh pemerintah.
Upaya ini dinilai sebagai langkah konkret untuk memastikan masyarakat tidak lagi terkendala biaya saat membutuhkan pelayanan kesehatan.
Aspirasi paling berkesan dan penuh perjuangan terjadi pada reses terakhir di persidangan masa kesatu, saat warga Pasirkareumbi, Karanganyar, dan Soklat menyampaikan keluhan terkait banjir yang kerap melanda permukiman mereka. Keluhan tersebut tidak berhenti sebagai catatan reses semata.
Berbekal aspirasi warga, Victor mengambil langkah nyata dengan mendatangi Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) guna mendorong perbaikan Sungai Cileleuy, yang selama ini menjadi penyebab utama banjir di wilayah Subang Kota.
Hasilnya, BBWS memastikan akan melakukan perbaikan aliran sungai tersebut setelah melakukan survei lapangan pada pekan lalu.
“Keluhan itu saya terima dari beberapa RW, di antaranya RW 05 Cimerta Kelurahan Pasirkareumbi, RW 02 Cendrawasih Kelurahan Cigadung, serta RW 11 Kelurahan Karanganyar,” ujar Victor.
Ia menjelaskan, banjir terjadi akibat luapan Sungai Cileleuy yang kerap masuk ke rumah warga dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa.
Kondisi ini diperparah oleh penyempitan sungai, pendangkalan, tumpukan sampah, serta belum optimalnya penataan aliran sungai.
Sebelum berkoordinasi dengan BBWS, Victor terlebih dahulu menjalin komunikasi dengan Perum Jasa Tirta (PJT). Namun, dari hasil koordinasi tersebut, ia disarankan untuk berkoordinasi langsung dengan BBWS sebagai pihak yang memiliki kewenangan penanganan sungai.
Bagi Victor, reses bukan sekadar kewajiban formal. Ia bahkan menyatakan keinginannya agar reses dapat dilakukan setiap bulan, demi mengetahui secara langsung permasalahan masyarakat yang terus berkembang.
“Dewan itu sering dianggap bisa segala hal oleh masyarakat. Karena itu, saya harus serba bisa dan mengurus masyarakat dengan sepenuh hati,” tuturnya.
Tak jarang, kata Victor, terdapat permintaan masyarakat yang membutuhkan penanganan cepat dan mendesak.
Dalam kondisi tertentu, ia mengaku menggunakan dana pribadi untuk membantu kebutuhan warga sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral.
Menutup kaleidoskop kinerja 2025, Victor menyampaikan harapannya agar selalu diberi kesehatan sehingga dapat terus hadir di tengah masyarakat.
“Mohon doanya agar saya selalu sehat, supaya bisa terus menyerap aspirasi masyarakat dan memperjuangkan realisasinya,” pungkasnya. (cdp/ysp)
