Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kunjungan ke Purwakarta, Bang Ara Optimis Program PKP Bisa Serap Ratusan Juta Genteng dari UMKM Lokal

A
Adam SumartoEditor: Yusup Suparman
|19:39 WIB
Bagikan:
Kunjungan ke Purwakarta, Bang Ara Optimis Program PKP Bisa Serap Ratusan Juta Genteng dari UMKM Lokal
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat meninjau pabrik genting di Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Selasa (14/4/2026).

PASUNDANEKSPRES.ID - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau pabrik genteng di Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Selasa (14/4/2026).

Kunjungan tersebut sebagai bagian dari upaya mendukung program “gentingisasi” yang diarahkan Presiden untuk memperkuat penggunaan material lokal dalam program perumahan.

Peninjauan dilakukan bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, serta pengusaha nasional James Riady.

Kehadiran para tokoh ini sebagai bentuk sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta dalam mendukung program perumahan nasional.

Bang Ara, panggilan akrab Maruarar Sirait, menegaskan bahwa pelaksanaan program gentingisasi harus tetap berjalan sesuai dengan ketentuan dan tata kelola yang berlaku.

“Pelaksanaan program gentingisasi ini harus sesuai aturan, transparan, dan akuntabel. Kami ingin program ini tidak hanya berjalan cepat, tetapi juga tepat dan bisa dipertanggungjawabkan,” kata Bang Ara.

Ia menjelaskan, peninjauan ke Plered dilakukan untuk memastikan kesiapan pelaku UMKM genting lokal dalam mendukung kebutuhan program perumahan, khususnya Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Jawa Barat.

“Hari ini kita berada di pabrik genting Plered untuk melihat langsung kesiapan UMKM genting lokal. Kita ingin memastikan mereka siap dari sisi produksi, kualitas, dan distribusi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bang Ara memaparkan potensi besar program ini dalam menggerakkan ekonomi daerah. Terlebih, tahun ini pelaksanaan BSPS di Jawa Barat sebanyak 40.000 unit.

"Satu unit rumah membutuhkan kurang lebih 300 genting. Jika kita dorong menggunakan genting lokal dengan harga sekitar Rp2.300 per satuan, maka potensi perputaran ekonomi bisa mencapai sekitar Rp27,6 miliar untuk UMKM genteng lokal,” ucapnya.

Ia juga menambahkan bahwa potensi penggunaan genteng lokal tidak hanya berasal dari program BSPS, tetapi juga dari rumah subsidi.

“Untuk rumah subsidi di Jawa Barat, pada tahun 2025 tercatat sebanyak 62.591 unit, dengan kebutuhan sekitar 730 genting per unit. Tahun ini kita dorong seluruh rumah subsidi di Jawa Barat untuk menggunakan genting lokal,” kata Bang Ara.

Menurutnya, langkah ini menjadi strategi konkret untuk mendorong UMKM naik kelas melalui program pemerintah.

“Kita doakan UMKM genteng lokal bisa naik kelas melalui program gentingisasi ini, karena skalanya besar dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sebagai pembanding, pada 2025 pemesanan genting untuk program perumahan tercatat mencapai sekitar 3 juta genting yang dipenuhi oleh kurang lebih 72 pabrik genting di kawasan Plered.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi atas langkah Kementerian PKP dalam mendorong program gentengnisasi yang melibatkan pelaku UMKM lokal.

“Kami mengapresiasi Menteri PKP atas program gentingisasi ini. Penggunaan produk genting dari UMKM lokal Jawa Barat akan sangat membantu meningkatkan ekonomi daerah,” ucap KDM.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mendukung penuh pelaksanaan program tersebut.

“Kami siap membantu mempermudah perizinan produksi genteng serta mendorong peningkatan kesejahteraan, termasuk upah bagi para buruh genteng di Jawa Barat,” katanya.

Senada, James Riady juga menyampaikan dukungan konkret dari sektor swasta.

“Untuk mendukung dan memulai program gentingisasi ini, hari ini kami memesan sebanyak 44.000 genting untuk kebutuhan perumahan Hunian Warisan Bangsa dari Lippo Group,” ujarnya.

Melalui langkah ini, Kementerian PKP berharap program gentingisasi tidak hanya mempercepat penyediaan hunian layak, tetapi juga menjadi pengungkit pertumbuhan industri bahan bangunan lokal dan kesejahteraan masyarakat.(add)

Berita Terbaru

Etika Bercanda di Media Sosial: Lucu Boleh, Tapi Jangan Sampai Menyakiti

Etika Bercanda di Media Sosial: Lucu Boleh, Tapi Jangan Sampai Menyakiti

Lifestyle27 menit lalu
PBSI Beri Bonus untuk Tim Asian Games 2026, Leo/Daniel Diguyur Rp 1 Miliar

PBSI Beri Bonus untuk Tim Asian Games 2026, Leo/Daniel Diguyur Rp 1 Miliar

Olahraga36 menit lalu
Cara Cek Penerima PIP Oktober 2026 Pakai NISN, Ini Besaran Dananya

Cara Cek Penerima PIP Oktober 2026 Pakai NISN, Ini Besaran Dananya

Nasional1 jam lalu
Bupati Purwakarta Tegas Soal Gereja di Cikopo: Jika Syarat Terpenuhi, Harus Diizinkan!

Bupati Purwakarta Tegas Soal Gereja di Cikopo: Jika Syarat Terpenuhi, Harus Diizinkan!

Purwakarta2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Purwakarta Heboh! Ratusan Massa Gelar Aksi, Rencana Gereja di Cikopo Jadi Perhatian

Purwakarta Heboh! Ratusan Massa Gelar Aksi, Rencana Gereja di Cikopo Jadi Perhatian

Purwakarta2 jam lalu
Viral Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, KSAD: Tindak Tegas

Viral Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, KSAD: Tindak Tegas

Nasional3 jam lalu
Warga Jabar Tak Punya BPJS hingga KTP Tetap Bisa Berobat, Pemprov Siapkan Pembiayaan

Warga Jabar Tak Punya BPJS hingga KTP Tetap Bisa Berobat, Pemprov Siapkan Pembiayaan

Jawa Barat4 jam lalu
Viral Dugaan Keracunan di Resto 88 Seoul Bandung, Korban Alami Diare hingga Demam

Viral Dugaan Keracunan di Resto 88 Seoul Bandung, Korban Alami Diare hingga Demam

Jawa Barat5 jam lalu
Kemarau Subang Belum Usai, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai

Kemarau Subang Belum Usai, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai

Subang5 jam lalu
Musim Hujan 2026/2027 Mundur, BMKG Ungkap Penyebab dan Perkiraannya

Musim Hujan 2026/2027 Mundur, BMKG Ungkap Penyebab dan Perkiraannya

Nasional5 jam lalu