Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Masyarakat Sambut Positif Dibangkitkannya Kembali Kesenian Tradisional Sunda

I
Indrawan SetiadiEditor: Indrawan Setiadi
|17:58 WIB
Bagikan:
Masyarakat Sambut Positif Dibangkitkannya Kembali Kesenian Tradisional Sunda
Masyarakat Sambut Positif Dibangkitkannya Kembali Kesenian Tradisional Sunda

PASUNDANEKSPRES.ID - Beberapa kesenian tradisional Sunda saat ini semakin jarang dipertunjukkan di daerah-daerah Jawa Barat karena tergeser oleh hiburan modern, kurangnya regenerasi seniman, atau perubahan fungsi sosial dari ritual menjadi sekadar tontonan. Karenanya, penanaman kearifan lokal budaya Sunda yang memegang teguh kepercayaan leluhur dan nilai-nilai sosial, seperti gotong royong dalam upacara adat, perlu dibangkitkan lagi untuk menjaga keharmonisan di masyarakat.

Inilah yang dilakukan Seniman Sunda Bangkit (SSB) baru-baru ini di Kampung Adat Banceuy, Kabupaten Subang dengan menggelar acara “Ngabuburit Bareng” yang disertai pagelaran seni budaya khas Subang. Melalui acara ini, mereka ingin membangkitkan kembali seni tradisional Sunda di kalangan masyarakat Jawa Barat, khususnya kepada generasi muda untuk menjembatani kesenjangan antara modernitas dan pelestarian budaya.

Dalam acara tersebut berbagai budaya dan musik-musik tradisional Sunda pun diperkenalkan. Di antaranya, pagelaran seni Subang yaitu Toleat, yang merupakan produk budaya masyarakat Subang yang notabene merupakan cerminan nilai-nilai dan norma-norma sosial budaya masyarakat seni dan pendukungnya. Selain itu juga ada peragaan tradisi Mandi Koneng dan Nadran. Tradisi ini menunjukkan dua bentuk kearifan lokal di Indonesia, khususnya di Jawa Barat, yang memiliki makna penyucian diri, baik secara fisik maupun spiritual serta penghormatan terhadap alam dan budaya.

Tidak hanya itu, Seniman Gembyung Kampung Adat Banceuy juga menyajikan lagu-lagu Buhun Sunda yang hampir punah saat ini. Lagu ini merupakan jenis kesenian musik atau sastra kuno peninggalan leluhur masyarakat Sunda, yang bernuansa magis, sakral, atau tradisional dengan ritual adat. Kemudian, ada pertunjukan Tari Break-pong Leungiteun, sebuah tarian yang mengangkat tema lungkungan dan Sumber Daya Alam.

Ratusan masyarakat, baik dari warga Banceuy dan desa lainnya terlihat berduyun-duyun datang ke acara ini. Mereka terlihat sangat antusias dan menyambut positif terhadap adanya acara seperti ini.

Ogi SOS, komedian senior asli Jawa Barat, yang hadir pada acara ini mengaku bangga dengan hasil kerja para seniman senior Sunda yang peduli terhadap kelestarian seni tradisional Sunda. ”Acara-acara seperti ini sangat bagus untuk tetap mempertahankan seni tradisional yang merupakan warisan leluhur,” ujarnya.

Menurutnya, memperkenalkan kembali kesenian tradisional Sunda sangat krusial di era modern ini untuk mencegah kepunahan warisan budaya akibat era globalisasi. Katanya, upaya ini penting untuk mempertahankan identitas nasional, memperkuat jati diri generasi muda, dan menanamkan nilai-nilai luhur seperti gotong royong dan keharmonisan hidup yang terkandung dalam budaya Sunda. “Jadi, acara ini perlu untuk menggiatkan para budayawan seniman terutama yang ada di daerah, termasuk di Kampung Adat Banceuy ini. Ini merupakan suatu gerakan bagaimana caranya para kawula muda, para sineas, para seniman untuk mengangkat kembali tradisi yang sudah tua agar bisa diregenerasi kepada anak-anak muda,” katanya.

Bahkan, dia berharap kesenian tradisional Sunda itu bisa dikenal sampai ke mancanegara. “Jadi, kita harus tetap berusaha bagaimana caranya yang namanya seni tradisional Sunda ini bisa melekat di hati para generasi muda. Sebab, kalau tidak dilakukan dari sekarang, mau seperti apa kesenian Sunda ini 5 atau 10 tahun yang akan datang,” tukasnya.

Sambutan positif lainnya juga diutarakan komedian senior asal Jawa Barat lainnya, Ki Daus, yang juga hadir di acara ini. Dia mengatakan acara ini juga sangat penting untuk lebih mempererat tali silaturahmi antar seniman dan budayawan. “Selain itu, juga untuk lebih memperkenalkan budaya-budaya Sunda kepada kaum generasi muda agar tidak melupakannya,” ucapnya.

Tokoh Adat Kampung Banceuy, Odang, sangat menyambut baik acara yang membangkitkan kembali seni dan budaya Sunda seperti ini. Menurutnya, memperkenalkan kembali seni tradisional Sunda ini akan membuat generasi muda memahami akar budaya mereka dan bangga akan warisan leluhur. “Adapun dengan adanya kegiatan ini supaya ke depan, apa yang telah kami pertahankan dari budaya-budaya Sunda ini bisa bangkit kembali, bahkan bisa dikenal juga oleh khalayak luar,” cetusnya.

Apalagi, lanjutnya, Kampung Adat Banceuy ini sudah menjadi salah satu daerah wisata. Makanya, katanya, dengan adanya acara seperti ini merupakan kesempatan untuk memberikan edukasi kepada anak-anak muda agar ada rasa memiliki, sehingga mereka semakin kuat dan ingin belajar mengenai seni tradisional Sunda yang menjadi warisan leluhurnya. “Jadi, kita ingin menanamkannya kepada generasi selanjutnya,” ungkapnya.

Ibu Teti Sukayeti, penduduk asli Kampung Adat Banceuy, di tempat acara juga menyatakan kegembiraannya. Menurutnya, dengan adanya acara ini, dia bisa melihat secara langsung kesenian tradisional Sunda yang sudah lama tidak dipertunjukkan. “Bagi kami warga masyarakat Banceuy merasa bahagia. Selain bisa bersilaturahmi dengan para artis-artis Sunda, kami juga sudah lama tidak melihat pertunjukan-pertunjukan kesenian asli tradisional Sunda,” tuturnya.

Karenanya, dia berharap melalui acara ini para pemuda di Kampung Adat Banceuy bisa tetap melestarikan seni dan budaya Sunda ke depannya. “Mudah-mudahan, sesudah adanya acara ini, ke depannya seni tradisional Sunda ini bisa lebih maju dan sukses,” katanya.

Sebagai Ketua Karang Taruna Kampung Adat Banceuy, Dhani Saikul Nurochmat, juga menyambut baik acara ini. Apalagi, menurutnya, seni tradisional Sunda pada eranya sekarang ini sudan semakin terkikis, terutama di kalangan generasi muda. “Makanya dalam event-event seperti ini sangat dibutuhkan. Karena memang di sini kita sebagai generasi muda bisa diingatkan bahwasanya ada budaya kita yaitu budaya Sunda yang memang harus tetap dijaga dan dilestarikan. Jadi, saya sebagai generasi muda sangat senang dengan acara-acara seperti ini,” tegasnya.

Camat Ciater, Alex Nursaslam, yang hadir di acara ini juga memberikan respon yang sama. Dia mengatakan menyambut baik acara ini karena bisa memberikan motivasi kepada generasi-generasi muda pentingnya untuk melestarikan seni tradisional Sunda. “Jadi, anak anak muda diharapkan sadar akan seni daerahnya sehingga tidak hilang oleh pengaruh globalisasi dan era digitalisasi. Mudah-mudahan ini menjadi motivasi untuk generasi-generasi muda, yang seniman muda, usaha-usaha muda, punya peranan yang luar biasa untuk melestarikan seni tradisional Sunda yang menjadi warisan para leluhur,” katanya.

Berita Terbaru

Pengendara Harap Hati-hati, Jalan Tol Cipali Sedang Diperbaiki

Pengendara Harap Hati-hati, Jalan Tol Cipali Sedang Diperbaiki

Headline5 menit lalu
Dukung Infak BERSERI BAZNAS, Dinkes Subang Himpun Rp5,3 Juta dalam Jumat Berkah

Dukung Infak BERSERI BAZNAS, Dinkes Subang Himpun Rp5,3 Juta dalam Jumat Berkah

Headline13 menit lalu
Dari Jalanan ke Forum HRD, Megi Akbar Bawa Isu Tenaga Kerja Lokal ke Ruang Pendidikan

Dari Jalanan ke Forum HRD, Megi Akbar Bawa Isu Tenaga Kerja Lokal ke Ruang Pendidikan

Headline20 menit lalu
Cara Gunakan Fitur Bookmark Postingan Instagram dengan Mudah

Cara Gunakan Fitur Bookmark Postingan Instagram dengan Mudah

Lifestyle2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Lifestyle3 jam lalu
HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

Lifestyle4 jam lalu
Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Lifestyle5 jam lalu
Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Nasional6 jam lalu
Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Lifestyle6 jam lalu
Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Subang6 jam lalu