Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Merusak Kualitas Demokrasi, Anak Muda Subang Tolak Money Politik di Pilkada

H
HubaEditor: Yusup Suparman
|09:21 WIB
Bagikan:
Merusak Kualitas Demokrasi, Anak Muda Subang Tolak Money Politik di Pilkada
TOLAK MONEY POLITIK: Sejumlah anak muda Subang dengan tegas menyatakan sikap penolakan terhadap praktik money politik di Pilkada 2024.

SUBANG–Sejumlah anak muda Subang dengan tegas menyatakan sikap penolakan terhadap praktik money politik di Pilkada 2024. Mereka mengungkapkan kekhawatiran terhadap dampak buruk money politik yang bisa merusak integritas demokrasi lokal.

Adillo, seorang mahasiswa UPI, mengatakan bahwa money politik merusak kualitas demokrasi. 

"Menurut saya, money politik itu merusak demokrasi, apalagi di daerah seperti Subang. Pilkada harusnya jadi ajang buat milih pemimpin yang bisa membawa perubahan, tapi kalau ada money politik, yang kepilih bukan yang terbaik, tapi yang punya uang," ujarnya.

Dia menambahkan, potensi praktik money politik bisa terjadi di Pilkada Subang, terutama di kalangan masyarakat yang mungkin belum sepenuhnya paham akan dampak jangka panjang dari tindakan tersebut. 

"Banyak warga yang mungkin nggak sadar bahwa menerima uang dari calon bisa mencederai masa depan kita semua," tambah Adillo.

Rizky, seorang pengusaha muda berusia 25 tahun, juga mengungkapkan keprihatinannya. Menurutnya, banyak warga yang menerima uang dari calon tanpa memahami konsekuensinya. 

"Banyak orang tua atau warga desa yang mungkin nggak paham sepenuhnya dampak negatifnya. Mereka pikir itu cara cepat buat dapat dukungan, tapi efeknya jangka panjang, warga jadi nggak benar-benar tahu apa yang mereka dukung," kata Rizky.

Thomas, aktivis Muda berusia 23 tahun, menekankan pentingnya peran anak muda dalam mengedukasi masyarakat. Menurutnya, anak muda memiliki akses yang lebih luas melalui media sosial untuk menyuarakan penolakan terhadap money politik. 

"Anak muda harus berani bicara. Kita punya akses ke media sosial, bisa bikin kampanye edukasi soal bahaya money politik. Kalau kita mulai dari lingkungan terdekat, efeknya bisa menyebar," ujar Thomas.

Dia percaya dengan kesadaran kolektif, praktik money politik bisa dihentikan. "Butuh waktu dan usaha keras dari semua pihak, termasuk kita anak muda. Kita juga harus pilih calon yang bener-bener punya visi buat kemajuan, bukan yang cuma mau menang dengan cara curang," tegasnya.(hdi/ysp)

Berita Terbaru

Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Nasional34 menit lalu
6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Headline1 jam lalu
Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Olahraga1 jam lalu
Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Headline2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Headline2 jam lalu
6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

Lifestyle2 jam lalu
7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle3 jam lalu
Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Lifestyle4 jam lalu
Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Jawa Barat5 jam lalu
Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Headline5 jam lalu