Pemkab Subang Siapkan Opsi Relokasi Warga Korban Pergerakan Tanah di Cisalak

PASUNDANEKSPRES.ID – Pemerintah Kabupaten Subang mulai menyiapkan opsi relokasi bagi warga terdampak bencana pergerakan tanah di Kampung Ciwangun, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak. Langkah tersebut dilakukan menyusul terus bertambahnya keretakan pada rumah-rumah warga yang terancam roboh akibat pergeseran tanah.
Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana tersebut. Karena itu, pemerintah daerah saat ini tengah menunggu kajian teknis dari Badan Geologi untuk menentukan langkah terbaik bagi warga terdampak.
"Kami sedang mencari alternatif terbaik yang tetap mengutamakan keselamatan masyarakat," ujar Kang Rey saat meninjau lokasi bencana, Rabu (3/6/2026).
Berdasarkan hasil kajian awal Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), relokasi menjadi salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan. Namun, pemerintah juga membuka kemungkinan solusi lain mengingat sebagian besar warga telah menetap di wilayah tersebut secara turun-temurun.
Selain relokasi, Pemkab Subang juga mengkaji kemungkinan pembangunan hunian dengan konstruksi yang lebih ringan dan adaptif terhadap kondisi tanah. Opsi tersebut dinilai dapat menjadi alternatif apabila hasil kajian geologi memungkinkan warga tetap tinggal di kawasan tersebut dengan sistem mitigasi yang lebih baik.
Warga Khawatir Pergerakan Tanah Susulan
Bencana pergerakan tanah yang terjadi pada 20 Mei 2026 lalu mengakibatkan sedikitnya 25 rumah mengalami keretakan cukup parah. Sekitar 240 jiwa terdampak akibat bencana tersebut dan hingga kini masih menghadapi ancaman pergerakan tanah susulan.
Dalam kunjungan tersebut, Kang Rey juga menyerahkan bantuan senilai Rp50 juta kepada warga terdampak. Bantuan terdiri atas Rp25 juta dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Subang dan Rp25 juta bantuan pribadi dari Bupati Subang. Selain itu, pemerintah menyalurkan bantuan sembako melalui Dinas Sosial dan BPBD Kabupaten Subang.
"Kami tidak ingin ada satu pun warga yang merasa diabaikan. Kehadiran pemerintah harus dirasakan oleh seluruh masyarakat, termasuk mereka yang sedang menghadapi musibah," katanya.
Sementara itu, Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Kecamatan Cisalak, A. Ojang, mengatakan kondisi retakan di sejumlah rumah masih terus bertambah. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.
Menurutnya, pemerintah bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya pergerakan tanah susulan. Warga juga diminta segera melapor apabila menemukan tanda-tanda pergerakan tanah seperti retakan pada bangunan, jalan, maupun lahan di sekitar permukiman.
Pemkab Subang memastikan keputusan terkait relokasi maupun penanganan jangka panjang lainnya akan ditetapkan setelah hasil kajian teknis dari Badan Geologi selesai dilakukan. Pemerintah berharap solusi yang dipilih nantinya dapat menjamin keselamatan warga sekaligus mempertimbangkan aspek sosial dan historis masyarakat yang telah lama bermukim di kawasan tersebut.(hdi/ysp)
