Perkuat Kolaborasi BUMDes dan Koperasi Merah Putih

PASUNDANEKSPRES.ID - Kehadiran program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di berbagai desa mulai menjadi perhatian banyak pihak, termasuk pengelola BUMDes.
Di Kabupaten Subang, Forum BUMDes menilai keberadaan KDKMP seharusnya tidak menjadi ancaman bagi BUMDes, melainkan menjadi peluang untuk memperkuat ekonomi desa secara bersama-sama.
Ketua Harian Forum BUMDes Kabupaten Subang, Mustofa, mengatakan BUMDes memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi masyarakat desa. Menurutnya, hadirnya KDMP harus mampu bersinergi dengan BUMDes yang selama ini telah berjalan di desa-desa.
“BUMDes dan Koperasi Desa Merah Putih jangan sampai berjalan sendiri-sendiri. Harus ada kolaborasi supaya tujuan meningkatkan ekonomi masyarakat desa benar-benar tercapai,” ucap Mustofa kepada wartawan Pasundan Ekspres pada Kamis (21/5/2026).
Mustofa menjelaskan, BUMDes selama ini sudah memiliki pengalaman dalam mengelola potensi desa, mulai dari sektor perdagangan, pertanian, wisata desa, hingga pelayanan kebutuhan masyarakat. Karena itu, keberadaan KDMP diharapkan dapat menjadi penguat, bukan justru menimbulkan tumpang tindih program.
Menurut Mustofa, jika tidak ada pembagian peran yang jelas, maka dikhawatirkan akan terjadi persaingan di tingkat desa yang justru dapat menghambat pertumbuhan ekonomi masyarakat.
BUMDes Jangan Berbenturan dengan Koperasi Merah Putih
“Jangan sampai nanti usaha yang sudah dijalankan BUMDes malah berbenturan dengan koperasi. Harus ada komunikasi dan pemetaan usaha supaya saling mendukung,” katanya.
Ia menilai, BUMDes bisa berperan sebagai pengelola potensi dan aset desa, sementara KDMP dapat memperkuat sektor distribusi, pemasaran, hingga pembiayaan usaha masyarakat. Dengan pola tersebut, keduanya dapat berjalan beriringan dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis desa.
Mustofa juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam membangun sinergi antara BUMDes dan KDMP. Pemerintah dinilai perlu memberikan regulasi serta arahan teknis agar kedua lembaga ekonomi desa tersebut memiliki arah kerja yang jelas.
“Pemerintah harus hadir untuk memastikan sinerginya berjalan baik. Karena tujuan akhirnya sama, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” ungkapnya.
Selain itu, ia berharap pengurus BUMDes maupun KDMP dapat mengedepankan profesionalisme dan transparansi dalam pengelolaan usaha. Menurutnya, kepercayaan masyarakat menjadi modal utama dalam menjalankan lembaga ekonomi desa.
“Kalau pengelolaannya baik, transparan, dan masyarakat merasakan manfaatnya, tentu keberadaan BUMDes dan KDMP akan sama-sama kuat,” tambahnya.
Forum BUMDes Kabupaten Subang sendiri menyatakan siap mendukung berbagai program pemberdayaan ekonomi desa, termasuk berkolaborasi dengan KDMP dalam pengembangan usaha produktif masyarakat.
Ketua Dewan Pembina Forum BUMDes Merah Putih Provinsi Jawa Barat, Urip Seoprianto mengatakan keberadaan BUMDes dan Koperasi Merah Putih harus saling menguatkan dalam membangun ekonomi desa.
Menurutnya, BUMDes memiliki pengalaman dalam mengelola potensi dan aset desa, sementara KDKMP dapat menjadi penggerak distribusi dan pengembangan usaha masyarakat.
“BUMDes dan KDKMP jangan dipertentangkan. Justru keduanya harus berkolaborasi untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa. Kalau bersinergi dengan baik, maka potensi desa akan lebih cepat berkembang,” ujar Urip Seoprianto.
Ia juga menilai program KDKMP menjadi peluang besar bagi desa untuk memperluas sektor usaha produktif, termasuk mendukung UMKM, pertanian, peternakan, hingga program ketahanan pangan nasional.
“Yang terpenting pengelolaannya harus profesional, transparan, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Jangan hanya sebatas program seremonial,” katanya.
Urip berharap pemerintah daerah turut hadir memberikan pendampingan dan regulasi yang jelas agar kolaborasi antara BUMDes dan KDKMP berjalan maksimal dan mampu menciptakan kemandirian ekonomi desa.(hdi/ysp)
