Perputaran Uang MBG di Subang Bisa Tembus Rp1,6 Triliun

PASUNDANEKSPRES.ID - Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi, mengungkapkan optimisme besar terhadap implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, program tersebut bukan sekadar pemenuhan gizi, melainkan motor penggerak ekonomi baru bagi masyarakat Subang dengan potensi perputaran uang mencapai Rp1,6 triliun per tahun.
Ia mengatakan, hitungan matematis di balik angka fantastis tersebut. Ia memproyeksikan keberadaan ratusan titik dapur produksi di seluruh wilayah Kabupaten Subang.
"Jika di Kabupaten Subang terdapat 145 dapur MBG dan setiap dapur rata-rata mengelola anggaran sekitar Rp11 miliar per tahun, maka akan ada sekitar Rp1,6 triliun uang yang berputar di Kabupaten Subang setiap tahunnya," jelasnya usai menghadiri Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Jawa Barat. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Barat Gedung Sate, Kota Bandung, pada Rabu (17/12/2025).
Melihat besarnya dana yang akan mengalir, Agus menegaskan agar Pemerintah Daerah (Pemda) tidak tinggal diam. Ia mendesak adanya strategi serius agar anggaran tersebut tidak sekadar "lewat", melainkan benar-benar menyentuh lapisan ekonomi bawah.
Ia menekankan pentingnya multiplier effect (efek pengganda) dari program ini, khususnya bagi rantai pasok pangan lokal.
"Hal ini harus disikapi oleh Pemerintah Daerah agar dana yang masuk melalui Program MBG benar-benar memberikan manfaat luas. Tidak hanya bagi penerima manfaat, tetapi juga bagi para petani dan pelaku usaha lokal di sekitarnya yang harus diberdayakan," pungkasnya.
Hal ini selaras dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang menginginkan siklus ekonomi dalam program MBG harus bertumpu pada produktivitas sektor pertanian rakyat.
“Siklus ekonominya harus berasal dari produktivitas pertanian para petani kecil di berbagai daerah, sehingga MBG menjadi pasar bagi masyarakat untuk mengakses penjualan hasil pertanian. Dengan demikian, para petani dapat langsung menjual produknya kepada penyedia jasa layanan MBG, melahirkan harga yang relatif kompetitif, serta memberikan insentif yang memadai bagi petani,” jelasnya pada rapat tersebut.
Dengan keterlibatan pelaku usaha lokal dan petani dalam menyuplai bahan baku dapur MBG, diharapkan kemandirian ekonomi daerah meningkat dan kesejahteraan masyarakat Subang dapat terdorong secara signifikan melalui kebijakan nasional ini.(fsh/ysp)
