Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Persoalan Pupuk Subsidi Ancam Lumbung Padi di Karawang

H
HubaEditor: Yusup Suparman
|08:37 WIB
Bagikan:
Persoalan Pupuk Subsidi Ancam Lumbung Padi di Karawang
TANAM PADI: Petani di Karawang sedang menanam padi pada musim tanam.

KARAWANG-Kendati Karawang dikenal sebagai lumbung padi, namun persoalan pupuk subsidi masih dirasakan petani di wilayah Utara. Seperti halnya Desa Rengasdengklok Utara Kecamatan Rengasdengklok mengeluh terkait kelangkaan dan sulitnya mendapatkan pupuk urea dan pupuk subsidi.

Ida (47), petani di Desa Rengasdengklok mengungkapkan, kalau sudah masa musim tanam padi, seharusnya pemerintah lebih bijak dan peka untuk membantu serta memudahkan persediaan pupuk.

“Pasalnya, dari tahun ke tahun yang dikeluhkan para petani adalah soal pupuk urea subsidi. Biasanya petani bisa membeli pupuk urea 3 kwintal per hektar, sekarang dikurangi hanya dapat 1,5 kwintal untuk sawah seluas satu hektar,” ujarnya.

Ida menambahkan, untuk memenuhi standar kebutuhan hasil sawah yang memuaskan, harus membeli pupuk urea yang 1,5 kwintal. Menurutnya, tidak semudah itu untuk mencari pupuk yang dianggap kurang. 

“Bagi para petani yang mempunyai Kartu Tani sama juga dengan bohong. Pasalnya, petani mau beli pupuk urea non subsidi juga gak ada alias langka. Sedangkan bagi para petani jangan kan hasil panen, harga padi mahal mahal saja petani tidak untung. Sebaliknya hasil panen padi rusak dimakan hama sampai merugi puluhan juta,” jelasnya.

Ida menambahkan, petani tidak akan kapok untuk menanam padi, itu gak ada rumusnya. “Harapan kami ketua kelompok tani dan petani agar pemerintah bijak dan peka terhadap persoalan petani yang saat ini dirasakan," katanya.

Ditempat terpisah, Sarbinih (60) mengungkapkan sering ada kejadian petani tidak bisa tanam padi karena tidak dapat pupuk urea subsidi. “Berawal dari itu, yang menjadi persoalan disini banyak sawah yang dikontrakan. Ketika yang ngontrak waktunya habis, otomatis pengontrak yang baru tidak punya kartu tani. Yang menjadi Inti dari ujung-ujungnya sawah gak bisa digarap menanam padi oleh pemiliknya,” pungkasnya.(use/ery) 

Berita Terbaru

Dapat Nomor Urut 2 di Pilkades Wantilan, H Komarudin Ikhtiar untuk Lanjutkan Kepemimpinan

Dapat Nomor Urut 2 di Pilkades Wantilan, H Komarudin Ikhtiar untuk Lanjutkan Kepemimpinan

Subang5 jam lalu
Meriah, RT 09 Juara Mini Soccer Anak SD Desa Tambakmekar

Meriah, RT 09 Juara Mini Soccer Anak SD Desa Tambakmekar

Subang5 jam lalu
Gandeng DPRD Perkuat Sinergi, Karang Taruna Jadikan Bulan Bakti Momentum Konsolidasi

Gandeng DPRD Perkuat Sinergi, Karang Taruna Jadikan Bulan Bakti Momentum Konsolidasi

Subang5 jam lalu
Pemuda Campakasari Purwakarta Ditemukan Meninggal di Kamar

Pemuda Campakasari Purwakarta Ditemukan Meninggal di Kamar

Purwakarta6 jam lalu
ADVERTISEMENT
Diduga Gagal Rem, Truk Trailer Picu Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang Km 91B

Diduga Gagal Rem, Truk Trailer Picu Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang Km 91B

Headline7 jam lalu
Pengambilan Nomor Urut Pilkades Patimban Ricuh, Pendukung Cakades Terlibat Lempar Batu

Pengambilan Nomor Urut Pilkades Patimban Ricuh, Pendukung Cakades Terlibat Lempar Batu

Headline8 jam lalu
Tips Meningkatkan Semangat di Pagi Hari, Bikin Aktivitas Makin Produktif

Tips Meningkatkan Semangat di Pagi Hari, Bikin Aktivitas Makin Produktif

Lifestyle8 jam lalu
Perkembangan Kasus Nusron Wahid: KPK Minta Menteri ATR/BPN Kooperatif Hadiri Pemeriksaan Saksi

Perkembangan Kasus Nusron Wahid: KPK Minta Menteri ATR/BPN Kooperatif Hadiri Pemeriksaan Saksi

Nasional8 jam lalu
Merasa Terganggu? Ini Cara Blokir Akun Instagram dengan Mudah

Merasa Terganggu? Ini Cara Blokir Akun Instagram dengan Mudah

Lifestyle9 jam lalu
Prediksi Susunan Pemain Persib vs Port FC: Sandy Walsh Berpeluang Debut

Prediksi Susunan Pemain Persib vs Port FC: Sandy Walsh Berpeluang Debut

Olahraga10 jam lalu