Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Rumah Janda Lansia di Kampung Cibuntu Subang Nyaris Ambruk

H
Hadi MartadinataEditor: Yusup Suparman
|08:10 WIB
Bagikan:
Rumah Janda Lansia di Kampung Cibuntu Subang Nyaris Ambruk
RUTILAHU: Kondisi rumah tidak layak huni milik seorang janda lansia, Titi Rohaeti (77) di Kampung Cibuntu RT 20 RW 07, Desa Sagalaherang Kaler, Kecamatan Sagalaherang, Subang. Hadi Martadinata/Pasundan Ekspres

PASUNDANEKSPRES.ID - Kondisi rumah tidak layak huni milik seorang janda lansia, Titi Rohaeti (77), warga Kampung Cibuntu RT 20 RW 07, Desa Sagalaherang Kaler, Kecamatan Sagalaherang, Subang, membutuhkan bantuan videonya beredar luas.

Kondisi rumah yang jauh dari kata aman. Atap kayu telah lapuk dimakan usia, genting pun banyak yang bolong dan bergeser sehingga membahayakan penghuninya.

Akibat kondisi rumah yang mengkhawatirkan itu, Titi tidak berani tidur di rumahnya saat malam hari.

“Kalau malam dia tidur di rumah anaknya karena takut tertimpa. Atapnya sudah rapuh sekali. Kalau siang saja dia di rumah, itupun hati-hati,” ujar warga setempat.

Rumah tua itu berdiri sederhana di tengah lingkungan perkampungan. Kondisi dinding dan tiang penyangga menunjukkan tanda-tanda akan roboh. Lantai rumah pun sebagian sudah rusak. Keadaan ini menambah kekhawatiran warga sekitar, terutama ketika musim hujan datang dan angin kencang menggoyangkan bangunan rapuh tersebut.

Menanggapi beredarnya video tersebut, Pemerintah Desa Sagalaherang Kaler memberikan klarifikasi. Melalui Kaur Kesra, Agus, pihak desa menyampaikan kondisi rumah Titi sebenarnya sudah masuk dalam pengajuan bantuan rehab Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
“Sebetulnya Bu Titi sudah kami ajukan ke forum pendataan Rumah Layak Tidak Huni pada bulan Oktober 2025,” jelas Agus saat ditemui, Rabu (26/11/2025).

Tidak hanya tahun ini, menurut Agus, proposal perbaikan rumah Titi juga sudah diajukan pada tahun-tahun sebelumnya melalui berbagai jalur.

“Kami sudah ajukan lewat beberapa jalur, seperti jalur aspirasi, pengajuan melalui Dinas Sosial, dan program lainnya. Namun sampai saat ini belum ada yang terealisasi,” tambahnya.

Pihak desa sendiri mengakui proses verifikasi pengajuan Rutilahu sering kali membutuhkan waktu panjang karena harus menyesuaikan dengan kuota dan prioritas kabupaten maupun provinsi.

Meski kondisi rumahnya memprihatinkan, Titi disebut rutin memperoleh bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) setiap bulan. Namun, bantuan tersebut tentu tidak mencukupi untuk melakukan perbaikan rumah skala besar.

“Bu Titi juga termasuk penerima PKH. Bantuan tersebut sifatnya untuk kebutuhan hidup sehari-hari, bukan untuk rehab rumah. Karena itu, kami terus perjuangkan agar rumahnya bisa mendapat bantuan perbaikan,” jelas Agus.

Masyarakat Sagalaherang berharap pemerintah daerah maupun provinsi turun tangan lebih cepat, mengingat kondisi yang dialami Titi bukan lagi sekadar ketidaknyamanan, tetapi ancaman keselamatan.

Beredarnya video kondisi rumah Titi Rohaeti telah mendorong banyak warga bersimpati. Beberapa masyarakat menyebut kasus ini harus menjadi perhatian serius, mengingat Titi adalah warga lanjut usia yang hidup seorang diri. Mereka berharap bantuan dapat segera cair mengingat musim hujan yang dapat memperburuk kondisi rumah.“Kami berharap ini segera ditindaklanjuti. Jangan menunggu sampai rumahnya roboh atau memakan korban,” ujar Oman salah satu warga.

Kini, harapan tertuju pada pemerintah daerah agar segera menindaklanjuti pengajuan Rutilahu untuk Titi. Warga pun berharap perhatian publik ini mampu mempercepat proses sehingga Titi dapat tinggal dengan aman dan layak di usia senjanya.(hdi/ded)

Berita Terbaru

Evaluasi 100 Hari Kepala BGN: Ungkap Dugaan Korupsi, Ratusan Yayasan Perantara Potong Biaya Produksi

Evaluasi 100 Hari Kepala BGN: Ungkap Dugaan Korupsi, Ratusan Yayasan Perantara Potong Biaya Produksi

Nasional12 menit lalu
Update Timeline Program Maganghub Batch 3 Angkatan II 2026, Jangan Sampai Ketinggalan!

Update Timeline Program Maganghub Batch 3 Angkatan II 2026, Jangan Sampai Ketinggalan!

Nasional2 jam lalu
TAUD Data 13 Massa Aksi yang Ditangkap Usai Demo Indonesia Sadar, Satu di Antaranya Anak di Bawah Umur

TAUD Data 13 Massa Aksi yang Ditangkap Usai Demo Indonesia Sadar, Satu di Antaranya Anak di Bawah Umur

Nasional3 jam lalu
FIF Fun Run Subang 2026 Digelar 7 November, Catat Agendanya!

FIF Fun Run Subang 2026 Digelar 7 November, Catat Agendanya!

Lifestyle3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Download Kalender 2027 Resmi Kemenag, Dilengkapi Libur Nasional dan Cuti Bersama

Download Kalender 2027 Resmi Kemenag, Dilengkapi Libur Nasional dan Cuti Bersama

Lifestyle4 jam lalu
Perkiraan Jam Tanding Wakil Indonesia di Hylo Open 2026

Perkiraan Jam Tanding Wakil Indonesia di Hylo Open 2026

Olahraga4 jam lalu
5 Warna Cat Interior Rumah yang Hangat, Bikin Hunian Lebih Nyaman dan Estetik

5 Warna Cat Interior Rumah yang Hangat, Bikin Hunian Lebih Nyaman dan Estetik

Lifestyle5 jam lalu
Gandeng AGAVI Institute, Bapperida Buka Program Subang Youth Preneur 2026 Untuk Pelaku UMKM

Gandeng AGAVI Institute, Bapperida Buka Program Subang Youth Preneur 2026 Untuk Pelaku UMKM

Subang5 jam lalu
PPN Pembalut Wanita Masih Dipungut, Wacana Pembebasan Belum Masuk Kajian

PPN Pembalut Wanita Masih Dipungut, Wacana Pembebasan Belum Masuk Kajian

Nasional6 jam lalu
Penjelasan BPJS Kesehatan Soal Isu Penonaktifan PBI JK Untuk Desil Tertentu

Penjelasan BPJS Kesehatan Soal Isu Penonaktifan PBI JK Untuk Desil Tertentu

Nasional6 jam lalu