Serapan Anggaran Perlu Dimaksimalkan, Pemkab Subang Targetkan SiLPA APBD Rp10 Miliar

PASUNDANEKSPRES.ID - Pemkab Subang menargetkan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun 2025 sebesar Rp10 miliar. Untuk mencapai target itu, Pemkab Subang harus kerja keras untuk melakukan penyerapan anggaran.
Diketahui, hingga 26 November realisasi serapan anggaran baru 60,78 persen dari total APBD sebesar Rp3,8 triliun. Meski begitu, pemkab optimis serapan anggaran bisa terserap lebih dari 90 persen.
SILPA sendiri merupakan selisih lebih antara realisasi pendapatan dan laporan realisasi anggaran dan belanja, serta penerimaan dan pengeluaran pembiayaan dalam APBN selama satu periode pelaporan.
Semakin sedikit SiLPA menunjukkan prestasi bagi Pemkab. Berarti pemerintah mampu melakukan penyerapan anggaran secara maksimal yang sudah direncanakan.
Kepala Bidang Perbendaharaan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Subang, Budhi Purnama mengatakan, SiLPA tahun ini jauh lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada tahun 2024 lalu, SiLPA Subang tercatat mencapai Rp141 miliar, yang kemudian kembali digunakan untuk mendukung berbagai program pembangunan daerah.
“SiLPA tahun 2025 diperkirakan berada di angka Rp10 miliar, dan kemungkinan bisa naik lagi pada akhir tahun. Jumlah ini memang lebih rendah dibanding tahun lalu,” terangnya saat diwawancara Pasundan Ekspres, Rabu (26/11/2025).
Ia menjelaskan, SiLPA terdiri dari dua sumber, yakni Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan dana transfer. Kedua komponen ini memiliki penanganan dan peruntukan yang berbeda sesuai aturan pengelolaan keuangan daerah.
“SiLPA dari dana transfer digunakan kembali untuk kebutuhan dana transfer, misalnya Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Sementara SiLPA PAD dapat digunakan untuk kegiatan di Kabupaten Subang seperti pembangunan infrastruktur dan program prioritas lainnya,” jelasnya.
Budhi menegaskan, meski jumlah SiLPA tahun ini relatif kecil, penggunaannya tetap akan diarahkan secara optimal untuk mendukung pembangunan daerah, terutama pada sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
“BKAD Subang memastikan proses perhitungan anggaran dilakukan secara ketat dan transparan, sehingga setiap sisa anggaran dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Subang,” jelasnya.
Sekda Dorong Percepat Serapan Anggaran
Diberitakan sebelumnya, Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, Asep Nuroni mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk lebih efektif dalam melakukan serapan anggaran.
Ia mengatakan, akhir triwulan ini adalah momen yang tepat untuk mengevaluasi target-target kerja di masing-masing OPD, sekaligus beberapa program dan capaian lainnya.
Pada Senin (10/11/2025) di Jalancagak, Sekda Subang Asep Nuroni menyebut, serapan anggaran kerap dievaluasi tiap minggu. Pemkab menyadari bahwa serapan anggaran ini berdampak pada perputaran perekonomian di Subang.
Soal rendahnya serapan anggaran diakibatkan oleh dua faktor. Pertama, ada beberapa kegiatan yang bersamaan dengan pelaksanan perubahan APBD di bulan Oktober.
Sehingga kegiatan baru dimulai bulan Oktober. Kedua, adanya proses tahapan lelang yang cukup memakan waktu. Meski begitu, Sekda optimis serapan anggaran bisa maksimal hingga akhir tahun 2025.
Sekda menegaskan soal pentingnya serapan anggaran yang dapat berimplikasi pada penilaian untuk penganggaran periode selanjutnya.
“Bukti serapan anggaran itu berdampak kepada pelayanan dan kinerja, serta nantinya juga berdampak pada serapan evaluasi untuk penganggaran yang akan datang, jangan sampai kita ditafsirkan tidak perlu anggaran,” ucapnya.
Ia pun menargetkan anggaran yang tersedia dapat diserap secara efektif dan berkala dalam waktu dekat.
Sebelumnya, Bupati Subang Reynaldy mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk lebih proaktif mempercepat pelaksanaan program dan kegiatan, tanpa mengabaikan prinsip akuntabilitas dan transparansi.
Reynaldy optimis serapan anggaran bisa tembus di atas 90 persen. “Pemerintah Kabupaten Subang menargetkan serapan anggaran bisa tembus di atas 90 persen hingga akhir tahun,” tutupnya. (cdp/ysp)
