Tak Pernah Tersentuh Bantuan Pemerintah, Rusdaya Warga Kelurahan Wanareja Subang Berjuang Bertahan Hidup

PASUNDANEKSPRES.ID – Masih ada kisah pilu yang luput dari perhatian. Rusdaya (69), warga Kelurahan Wanareja, RT 05/RW 02, menjalani hari-harinya dalam kondisi serba keterbatasan.
Di usia senjanya, ia harus berjuang mempertahankan hidup tanpa penghasilan tetap dan tanpa bantuan sosial yang memadai dari pemerintah.
Rusdaya diketahui merupakan warga miskin yang menggantungkan hidupnya dari uluran tangan saudara-saudaranya. Tidak ada pekerjaan tetap yang bisa ia lakukan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut semakin berat karena Rusdaya memiliki keterbatasan mental, meskipun masih bisa diajak berkomunikasi secara sederhana.
Menurut keterangan saudaranya, keterbatasan mental yang dialami Rusdaya bermula dari sebuah kecelakaan di masa lalunya. Saat masih muda, Rusdaya sempat merantau ke Jakarta untuk mencari penghidupan yang lebih baik. Namun nasib berkata lain, ia mengalami kecelakaan tertabrak mobil. Sejak saat itu, kondisi mentalnya berubah dan tidak lagi seperti sedia kala.
“Kalau diajak ngobrol masih nyambung, tapi memang tidak bisa seperti orang pada umumnya,” ujar susi saudaranya.
Meski memiliki keterbatasan, Rusdaya bukan berarti tidak memiliki kemampuan sama sekali. Dalam kesehariannya, ia masih mampu menganyam carangka, bilik, serta beberapa kerajinan tangan sederhana lainnya.
Hasil anyaman tersebut biasanya digunakan sendiri atau sesekali dibeli warga sekitar. Sayangnya, keterampilan tersebut belum mampu menjadi sumber penghasilan yang layak baginya.
Ironisnya, hingga saat ini Rusdaya belum pernah tercatat menerima bantuan sosial dari pemerintah, baik berupa bantuan langsung tunai, bantuan pangan, maupun program jaminan sosial lainnya. Padahal, dengan kondisi ekonomi dan kesehatan yang dimilikinya, Rusdaya tergolong sebagai warga yang sangat membutuhkan perhatian negara.
Satu-satunya bantuan yang pernah ia terima hanyalah program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) beberapa tahun lalu. Rumah sederhana yang ia tempati kini memang lebih layak dibanding sebelumnya, namun hal itu belum cukup untuk menjamin kelangsungan hidupnya sehari-hari.
Kondisi Rusdaya mencerminkan masih adanya warga rentan yang belum sepenuhnya tersentuh program perlindungan sosial. Di usia lanjut, tanpa pekerjaan tetap dan dengan keterbatasan mental, ia seharusnya mendapatkan pendampingan serta bantuan berkelanjutan agar dapat menjalani hidup dengan lebih layak.
Adanya kondisi seperti ini berharap pemerintah daerah, khususnya dinas terkait dan aparatur kelurahan, dapat segera turun tangan melakukan pendataan ulang serta memberikan bantuan yang sesuai.
Mulai dari bantuan sosial, jaminan kesehatan, hingga program pemberdayaan sederhana yang disesuaikan dengan kemampuan Rusdaya.(hdi/ysp)
