Warga Keluhkan Kenaikan Harga BBM Pertamax, Kecewa Terpaksa Pilih Pertalite

PASUNDANEKSPRES.ID - Harga BBM Pertamax (RON 92) naik menjadi Rp16.250 per liter dari harga sebelumnya Rp12.300 per liter sejak Rabu (10/6/2026). Kenaikan harga ini dikeluhkan oleh sejumlah warga Purwakarta.
Seperti yang disampaikan oleh Rosyad Nurdin, warga Desa Citalang, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta saat dirinya mengisi BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina 34-41103, Jl. Veteran, Kelurahan Nagri Kaler, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta, Kamis (11/6/2026).
"Saya yang biasa mengisi Pertamax merasa kecewa dengan kenaikan ini. Pasalnya, naiknya cukup tinggi hingga nyaris Rp4.000an. Kenaikannya pun terkesan senyap, tanpa pengumuman terlebih dahulu," kata Rosyad kepada wartawan.
Rosyad yang mengendarai sepeda motor jenis matik ini pun memutuskan untuk beralih ke Pertalite (RON 90), padahal ia mengaku sudah merasa nyaman menggunakan bahan bakar Pertamax.
"Ya mau bagaimana, selisihnya jauh banget. Nyaris Rp4.000 atau tepatnya Rp3.950. Padahal kalau pakai Pertamax tarikan mesin lebih enak. Ya sudah lah pakai Pertalite saja," ujarnya.
Warga Kecewa dengan Kenaikan Harga BBM Pertamax
Senada disampaikan Asep Yadi, pengendara motor lainnya. Ia merasa kaget atas kenaikan harga BBM Pertamax, terlebih naiknya cukup melonjak. Meski demikian, Asep tetap memilih untuk menggunakan Pertamax.
"Kecewa iya, tapi memang sejak lama saya selalu beli Pertamax. Selain RON-nya lebih tinggi, antreannya pun lebih pendek dibandingkan antrean di jalur Pertalite. Ngaruh banget ke kerjaan yang selalu dikejar waktu," ucap Asep.
Pantauan di SPBU Pertamina 34-41103, Jl. Veteran, Kelurahan Nagri Kaler, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta, antrean kendaraan yang hendak mengisi BBM terlihat panjang, khususnya di bagian pengisian Pertalite. Akan tetapi, kondisi ini memang kerap terjadi setiap hari, atau menjadi pemandangan biasa di SPBU tersebut.(add/ysp)
