Ansor Jabar Sentil Kinerja Setahun Dedi Mulyadi: Pengangguran Masih Tinggi, Lapangan Kerja Minim

PASUNDANEKSPRES.ID - Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jabar menyoroti kondisi ketenagakerjaan di Jawa Barat yang dinilai masih menjadi persoalan serius.
Tingginya angka pengangguran disebut harus menjadi perhatian utama pemerintah daerah, terutama dalam upaya menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Sorotan tersebut disampaikan dalam Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) II GP Ansor Jawa Barat yang digelar di Gedung PWNU Jawa Barat pada Sabtu, 7 Maret 2026.
Ketua PW GP Ansor Jawa Barat, Subhan Fahmi menegaskan bahwa persoalan pengangguran seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah provinsi.
Menurutnya, hingga satu tahun kepemimpinan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, belum terlihat langkah signifikan yang mampu menekan angka pengangguran di provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia tersebut.
“Pengangguran adalah persoalan mendasar yang harus menjadi prioritas pemerintah. Kami belum melihat upaya serius dalam membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” ujar Fahmi.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jawa Barat per Agustus 2025 mencapai 6,77 persen. Angka ini menempatkan Jawa Barat sebagai provinsi dengan tingkat pengangguran tertinggi ketiga di Indonesia.
GP Ansor menilai kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Menurut Fahmi, kebijakan ekonomi yang dirumuskan pemerintah seharusnya mampu membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat, terutama bagi generasi muda yang baru memasuki dunia kerja.
Ia juga menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur memang penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Namun, kebijakan pembangunan tidak boleh mengabaikan kebutuhan dasar masyarakat, terutama dalam menciptakan lapangan kerja yang nyata dan berkelanjutan.
“Pembangunan harus berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Infrastruktur penting, tetapi membuka lapangan pekerjaan jauh lebih mendesak bagi masyarakat yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan,” pungkasnya.
