Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Bernilai ekonomis Tinggi, BUMDes Cidadap Tanam Terong Ungu

I
Indrawan SetiadiEditor: Indrawan Setiadi
|18:26 WIB
Bagikan:
Bernilai ekonomis Tinggi, BUMDes Cidadap Tanam Terong Ungu
Wakil Bupati Subang Kang Akur bersama Camat Pagaden Barat Bambang Edi P saat memetik terong di panen perdana program ketahanan pangan BUMDes Cidadap, Jum'at (20/6). DADAN RAMDAN/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Ada yang menarik dari kunjungan Saba Desa di Kecamatan Pagadem Barat, yaitu saat Wakil Bupati Subang bersama rombongan mengunjungi Kebun Terong Ungu BUMDes Cidadap, Jum'at (20/6).

Di sana Wabup Agus Masykur Rosyadi atau Kang Akur didampingi. Camat Pagaden Barat Bambang Edi Purwanto juga Kades Cidadap memanen terong ungu. 

Di area kebun terong ungu jenis M 72 Kang Akur sempat berbincang dengan pengelola dan petani Teromg Ungu, di mana jenis terong memiliki keunggulan tersendiri, kuat terhadap.

Serangan hama dan bernilai ekonomi tinggi, pendapatan petani bisa mencapai puluhan juta hingga ratusan juta rupiah.

Kepala Desa Cidadap Taswan Sucipto mengatakan,  kebun Terong Ungu ini, adalah program.ketahanan pangan yang dikelola oleh BUMDes.

Mengapa dia memilih tanam terong, karena di tahun yang lalu saat uji coba di lahan milik H. Deden, hasilnya cukup memuaskan, bahkan saat itu untungnya hingga Rp 400 jutaan di lahan seluas 2 hektar.

Kemudian Pemdes Cidadap tahun ini, melalui BUMDes nya mencoba menanam terong ungu ini di lahan sawah seluas 200 bata. 

Lahan seluas itu tidak begitu memakan biaya produksi yang tinggi hanya cukup Rp 20 jutaan saja, dan diprediksi hasil panennya mencapai Rp 50 jutaan lebih, apalagi bila harganya sedang bagus, mungkin lebih daro itu.

"Jadi terong ungu ini, bisa panennya berkali kali, kalau sekarang harganya sekitar Rp 3000/kg," kata Taswan (Awong) Kades Cidadap.

Wakil Bupati Subang Agus Masykur (Kang Akur), usai panen perdana terong ungu di BUMDes Cidadap, menyampaikan, sangat mendukung dan mengapresiasi program ketahanan pangan di BUMDes Cidadap ini. Karena apa sekali tanam dan penen, kemudian pemeliharaan dan bisa panes berkali kali.

"Ya ini kan bisa buat bahan makan gizi gratis juga, dan punya nilai ekonomis yang tinggi, pokoknya kita mendukung dan apresiatif," pungkasnya.(dan)

Berita Terbaru

Etika Bercanda di Media Sosial: Lucu Boleh, Tapi Jangan Sampai Menyakiti

Etika Bercanda di Media Sosial: Lucu Boleh, Tapi Jangan Sampai Menyakiti

Lifestyle11 menit lalu
PBSI Beri Bonus untuk Tim Asian Games 2026, Leo/Daniel Diguyur Rp 1 Miliar

PBSI Beri Bonus untuk Tim Asian Games 2026, Leo/Daniel Diguyur Rp 1 Miliar

Olahraga20 menit lalu
Cara Cek Penerima PIP Oktober 2026 Pakai NISN, Ini Besaran Dananya

Cara Cek Penerima PIP Oktober 2026 Pakai NISN, Ini Besaran Dananya

Nasional1 jam lalu
Bupati Purwakarta Tegas Soal Gereja di Cikopo: Jika Syarat Terpenuhi, Harus Diizinkan!

Bupati Purwakarta Tegas Soal Gereja di Cikopo: Jika Syarat Terpenuhi, Harus Diizinkan!

Purwakarta2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Purwakarta Heboh! Ratusan Massa Gelar Aksi, Rencana Gereja di Cikopo Jadi Perhatian

Purwakarta Heboh! Ratusan Massa Gelar Aksi, Rencana Gereja di Cikopo Jadi Perhatian

Purwakarta2 jam lalu
Viral Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, KSAD: Tindak Tegas

Viral Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, KSAD: Tindak Tegas

Nasional3 jam lalu
Warga Jabar Tak Punya BPJS hingga KTP Tetap Bisa Berobat, Pemprov Siapkan Pembiayaan

Warga Jabar Tak Punya BPJS hingga KTP Tetap Bisa Berobat, Pemprov Siapkan Pembiayaan

Jawa Barat4 jam lalu
Viral Dugaan Keracunan di Resto 88 Seoul Bandung, Korban Alami Diare hingga Demam

Viral Dugaan Keracunan di Resto 88 Seoul Bandung, Korban Alami Diare hingga Demam

Jawa Barat4 jam lalu
Kemarau Subang Belum Usai, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai

Kemarau Subang Belum Usai, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai

Subang5 jam lalu
Musim Hujan 2026/2027 Mundur, BMKG Ungkap Penyebab dan Perkiraannya

Musim Hujan 2026/2027 Mundur, BMKG Ungkap Penyebab dan Perkiraannya

Nasional5 jam lalu