Cek Implementasi Program, Universitas Subang Monev Kegiatan KKNM Kampus Berdampak di Desa Cidadap dan Mekarwangi

SUBANG-Universitas Subang melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM) Kampus Berdampak di dua desa lokasi program, yakni Desa Cidadap dan Desa Mekarwangi pada Jumat (22/8/2025).
Dengan mengusung tema “Sinergi Universitas Subang dan Masyarakat dalam Membangun Desa Masagi melalui Program Kampus Mendukung Gerakan Subang Ngabret (Ngawangun Bareng Rakyat),” kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan keberhasilan pelaksanaan program KKNM yang sedang berlangsung.
Kegiatan Monev dilakukan untuk melihat langsung sejauh mana mahasiswa mampu mengimplementasikan program kerja yang dirancang bersama masyarakat, sekaligus mengevaluasi dampak yang ditimbulkan.
Lebih dari sekadar rutinitas akademik, Monev ini juga menjadi sarana refleksi agar kehadiran mahasiswa benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.
Di Desa Cidadap maupun Desa Mekarwangi, mahasiswa Universitas Subang menjalankan berbagai program yang berfokus pada pengembangan potensi lokal, penguatan literasi masyarakat, peningkatan keterampilan, serta penguatan kapasitas kelembagaan desa.
Semua ini diarahkan untuk mendukung konsep Desa Masagi—sebuah gagasan pembangunan desa yang harmonis, berimbang, dan berdaya dari sisi intelektual, emosional, spiritual, maupun keterampilan hidup.
Sebagai salah satu anggota tim Monev, Ine Anggraini, S.Sos., M.Si. menegaskan, bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada isi kegiatan, tetapi juga pada kualitas komunikasi antara mahasiswa dengan masyarakat.
"Komunikasi adalah kunci. Mahasiswa harus mampu membangun ruang dialog yang setara, di mana masyarakat merasa didengar dan dilibatkan. Dengan komunikasi partisipatif, setiap ide yang dibawa mahasiswa dapat bertransformasi menjadi gagasan bersama. Hal ini akan melahirkan rasa memiliki, sehingga program yang dijalankan tidak berhenti saat KKN selesai, tetapi berlanjut karena didukung oleh masyarakat,” ujar Ine Anggraini didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Titin Kartini SE MM.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa komunikasi yang efektif tidak hanya soal menyampaikan pesan, tetapi juga bagaimana mahasiswa mampu mendengarkan, memahami, dan menyesuaikan pendekatan dengan budaya lokal. Menurutnya, disinilah letak sinergi antara universitas dan masyarakat desa: menghadirkan ilmu pengetahuan tanpa menghilangkan kearifan lokal.
Kegiatan Monev KKNM di Desa Cidadap dan Mekarwangi juga menunjukkan bahwa program kampus dapat menjadi energi tambahan dalam mendukung gerakan Subang Ngabret yang digagas pemerintah daerah. Mahasiswa hadir bukan untuk menggantikan peran masyarakat, tetapi untuk berjalan bersama dalam semangat Ngawangun Bareng Rakyat.
Dengan adanya Monev ini, Universitas Subang menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program kampus yang relevan, berdampak, dan berkelanjutan.
Harapannya, sinergi antara kampus dan masyarakat desa dapat melahirkan Desa Masagi yang kuat, mandiri, dan adaptif menghadapi tantangan masa depan.(rls)
