Dedi Mulyadi Teken MoU Magang Sekolah, Lulusan SMK-SMA di Jabar Disiapkan Langsung Kerja

PASUNDANEKSPRES.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi teken MoU magang sekolah sebagai bagian dari kebijakan penyerapan tenaga kerja lokal melalui program magang SMK SMA Jawa Barat.
Penandatanganan dilakukan saat kunjungan ke sekolah dan dikutip dari konten YouTube resmi Gubernur Jawa Barat yang ditayangkan pada 30 Januari 2026.
Kerja sama tersebut melibatkan PT Deli Indonesia Office Technology dan PT CBL Solusi Logistik, yang masuk dalam skema wajib bagi setiap industri baru Jawa Barat.
Melalui MoU magang sekolah ini, siswa kelas 3 SMK dan SMA di sekitar kawasan industri akan langsung masuk praktik kerja, dilanjutkan magang, hingga akhirnya bekerja setelah lulus.
"Jadi begini, ini kebijakan Gubernur Jawa Barat, ya. Setiap ada industri baru MOU dengan Pemprov. Nanti anak-anak kelas 3 SMK dan SMA yang di sekitar pabrik kemudian menjadi prakerja. Kemudian setelah itu dikirim mengikuti magang. Selesai magang, begitu Anda lulus, Anda langsung menjadi calon karyawan tanpa seleksi langsung kerja," ujar Dedi Mulyadi.
Menurutnya, skema tersebut menguntungkan dua pihak sekaligus. Industri tidak perlu lagi menjalani proses rekrutmen panjang, sementara masyarakat sekitar pabrik mendapatkan akses lowongan kerja Jawa Barat yang lebih pasti.
Program ini juga dirancang agar siswa tidak terputus antara dunia pendidikan dan dunia kerja.
Industri yang bekerja sama akan memproduksi berbagai kebutuhan perkantoran dan rumah tangga, mulai dari printer, mesin absensi berbasis ID maupun Face ID, mesin penghancur kertas, hingga alat tulis kantor dan produk plastik rumah tangga. Dengan lini produksi tersebut, serapan tenaga kerja diperkirakan mencapai ribuan orang.
Nantinya akan menyerap tenaga kerja sekitar 3.000 orang, bahkan bisa sampai 4.000 tenaga kerja,” kata Dedi. Meski pabrik baru dijadwalkan beroperasi pada 2027, persiapan tenaga kerja dilakukan sejak sekarang.
Peserta magang akan dikirim ke Bogor secara bertahap, dengan biaya makan selama magang ditanggung Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Seluruh peserta juga akan tercatat dalam sistem aplikasi sebagai calon karyawan.
Dedi menegaskan, pola ini dibuat agar lulusan sekolah tidak lagi kebingungan mencari pekerjaan setelah kelulusan.
"Jadi nanti kita kirim di bulan kalau bisa sih Februari, Maret, April 3 bulan, kemudian bulan Juni, Juli, Agustus dan seterusnya langsung dikirim lagi. Jadi pas liburan kalian lulus sekolah, kalian enggak mikir lagi nyari kerjaan, kalian langsung ikut pola magang dan nanti langsung bekerja sebagai tenaga kerja," ungkapnya.
(pm)
