Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Dedi Mulyadi Ungkap Risiko Pemberantasan Calo Tenaga Kerja, Siap Berhadapan dengan Pihak Mana Pun

D
Dobi MaulanaEditor: Dobi Maulana
|10:54 WIB
Bagikan:
Dedi Mulyadi Ungkap Risiko Pemberantasan Calo Tenaga Kerja, Siap Berhadapan dengan Pihak Mana Pun
Dedi Mulyadi secara terbuka mengungkap adanya risiko besar yang harus dihadapi, termasuk kemungkinan munculnya penentangan dari orang-orang terdekatnya sendiri

PASUNDANEKSPRES.ID - Di tengah upayanya memberantas praktik percaloan tenaga kerja di Subang, Dedi Mulyadi secara terbuka mengungkap adanya risiko besar yang harus dihadapi, termasuk kemungkinan munculnya penentangan dari orang-orang terdekatnya sendiri.

Hal ini menegaskan komitmennya sebagai Gubernur Jawa Barat untuk tetap berpihak kepada masyarakat, meskipun harus menghadapi tekanan politik.

Dalam tayangan YouTube Lembur Pakuan Channel pada 9 April 2026, ia menjelaskan bahwa Subang kini berkembang sebagai wilayah pertanian sekaligus kawasan industri.

Menurutnya, kedua sektor tersebut perlu berjalan seimbang agar saling mendukung. Ia menilai pariwisata bukan tujuan utama, melainkan dampak dari pengelolaan wilayah yang baik.

Jika lingkungan dan infrastruktur tertata optimal, daya tarik wisata akan tumbuh dengan sendirinya tanpa perlu promosi besar-besaran.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah memiliki peran untuk mendampingi masyarakat, termasuk memastikan pengelolaan pariwisata berlangsung tertib dan bebas dari praktik ilegal.

Namun, ia menyoroti masih lemahnya kinerja sejumlah dinas teknis yang dinilai terlalu berfokus pada proyek.

Pengalamannya saat mengelola kawasan Lembur Pakuan menjadi contoh kurangnya respons dari instansi terkait. Ia bahkan harus turun langsung dan menggerakkan aparat di lapangan agar penataan wilayah dapat berjalan efektif.

Menurutnya, pola kerja yang terlalu birokratis justru memperlambat penyelesaian masalah karena lebih menitikberatkan pada administrasi dibanding tindakan nyata.

Di tengah pesatnya pertumbuhan industri di Subang, ia juga menyoroti pentingnya penyerapan tenaga kerja lokal.

Ia menemukan bahwa keterlibatan warga setempat di sektor industri masih rendah, sehingga manfaat pembangunan belum sepenuhnya dirasakan.

Karena itu, ia meminta dinas terkait segera melakukan evaluasi dan menghentikan praktik percaloan tenaga kerja yang dinilai merugikan masyarakat lokal. Meski demikian, ia mengakui bahwa langkah tegas tersebut tidak lepas dari berbagai risiko.

“Resikonya apa? Memang ada musuh. Siapa? Bisa jadi tim sukses kita, bisa jadi orang dekat kita, bisa jadi teman-teman kita yang suka mendukung di Pilkada. Bisa jadi,” ujar Dedi Mulyadi.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa seorang pemimpin tidak seharusnya lagi terikat pada kepentingan kelompok tertentu setelah menduduki jabatan.

“Tapi ingat, ketika jadi pemimpin kita enggak ada keterikatan lagi dengan tim sukses. Kita terikatnya pada negara dan bangsa,” tegas Dedi Mulyadi sambil menepuk podium.

Ia turut menegaskan bahwa pengabdian kepada negara menuntut keberanian untuk menghadapi berbagai risiko, termasuk tekanan, ancaman, hingga kritik tajam.

“Dan yakinlah pada siapapun bahwa kalau kita mengabdi pada bangsa dan negara, mengabdi jadi bupatinya berani kontroversi, berani mengambil keputusan, berani mengambil tindakan, berani didemo, berani diancam, dibunuh, berani apapun, karir itu adalah sesuatu yang akan diberikan oleh Tuhan karena kerja kita,” ujarnya.

Dedi Mulyadi kemudian mengingat kembali pengalamannya saat menjabat sebagai Bupati Purwakarta, ketika ia sering menghadapi beragam tekanan.

“Saya tidak usah nyari yang lain. Saya sendiri, ngomong kontroversi jadi Bupati Purwakarta kurang gimana kontroversinya. Enggak ada bupati yang rumah dinasnya dilemparin pakai batu. Enggak ada,” katanya.

“Enggak ada bupati yang tiap hari didemo tuh enggak ada. Tapi ya alhamdulillah bisa jadi gubernur,” lanjutnya.

Ia juga menegaskan bahwa kepercayaan publik tidak lahir dari pencitraan semata, melainkan terbentuk melalui kerja nyata.

“Tidak usah pakai tim medsos. Elektoralnya relatif baik, gratis. Kenapa itu? Itu adalah akibat dari kerja yang kita lakukan,” ucap Dedi Mulyadi.

Di penghujung pernyataannya, ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangun daerah dengan menumbuhkan rasa saling bangga antara pemimpin dan rakyat.

“Untuk itu saya ngajak kalau orang Subang bangga pada saya, saya pun harus bangga terhadap Subang, pemimpin dan rakyat,” pungkasnya.

Ketegasan itu pun langsung disambut dengan tepuk tangan meriah dari para hadirin, sebagai bentuk dukungan terhadap langkah berani dalam mendorong perubahan di Jawa Barat.

Berita Terbaru

Kejari dan Bapas Subang Laksanakan  Eksekusi Pidana Kerja Sosial

Kejari dan Bapas Subang Laksanakan  Eksekusi Pidana Kerja Sosial

Headline4 jam lalu
Hujan Disertai Angin Puting Beliung Terjang Padalarang

Hujan Disertai Angin Puting Beliung Terjang Padalarang

Bandung Barat5 jam lalu
Kejari Purwakarta Turut Sukseskan Ngosrek Bersama Lintas Sektoral di Situ Buleud

Kejari Purwakarta Turut Sukseskan Ngosrek Bersama Lintas Sektoral di Situ Buleud

Purwakarta5 jam lalu
Ikuti Deklarasi Damai, Cakades Diingatkan Jaga Kondusifitas dan Kamtibmas

Ikuti Deklarasi Damai, Cakades Diingatkan Jaga Kondusifitas dan Kamtibmas

Subang6 jam lalu
ADVERTISEMENT
HP Terbaru Akhir Tahun 2026: Daftar Harga dan Spesifikasi Lengkap, dari Rp1 Jutaan

HP Terbaru Akhir Tahun 2026: Daftar Harga dan Spesifikasi Lengkap, dari Rp1 Jutaan

Lifestyle6 jam lalu
Desak Pemkab Turun Tangan, FMSB Soroti Tenaga Kerja Lokal dan Perizinan PT CMM

Desak Pemkab Turun Tangan, FMSB Soroti Tenaga Kerja Lokal dan Perizinan PT CMM

Subang6 jam lalu
Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purwakarta Cabut Izin KBIHU Al-Fatah

Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purwakarta Cabut Izin KBIHU Al-Fatah

Purwakarta6 jam lalu
Kapolres Purwakarta Wajibkan Pelaku Tawuran Lapor Berkala

Kapolres Purwakarta Wajibkan Pelaku Tawuran Lapor Berkala

Purwakarta6 jam lalu
Satpol PP Karawang Siapkan Personel Bantuan Pilkades Digital,  Antisipasi Gangguan Proses Pemilihan

Satpol PP Karawang Siapkan Personel Bantuan Pilkades Digital, Antisipasi Gangguan Proses Pemilihan

Karawang6 jam lalu
DPRD Karawang Kecewa Terhadap PT Nipro Indonesia Jaya

DPRD Karawang Kecewa Terhadap PT Nipro Indonesia Jaya

Karawang6 jam lalu