Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Dedi Mulyadi Wacanakan Penghapusan Pajak Kendaraan Bermotor, Akan Diganti Skema Jalan Berbayar

D
Dobi MaulanaEditor: Dobi Maulana
|10:31 WIB
Bagikan:
Dedi Mulyadi Wacanakan Penghapusan Pajak Kendaraan Bermotor, Akan Diganti Skema Jalan Berbayar
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi

PASUNDANEKSPRES.ID - Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, mengusulkan penghapusan pajak kendaraan bermotor yang nantinya akan diganti dengan penerapan sistem jalan berbayar atau pay per use bagi para pengguna jalan di wilayah Jawa Barat.

Wacana tersebut menjadi bagian dari rencana besar Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menghadirkan pembangunan infrastruktur jalan yang lebih modern, berkualitas, serta memberikan rasa keadilan bagi masyarakat.

Usulan Penghapusan Pajak Kendaraan Bermotor

Menurut Dedi Mulyadi, pemerintah daerah saat ini sedang memprioritaskan pembangunan jalan provinsi dengan standar pelayanan yang lebih optimal, mulai dari kondisi jalan yang nyaman dilalui hingga penyediaan fasilitas pendukung untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan pengguna jalan.

“Pemerintah Provinsi Jawa Barat ingin mewujudkan jalan-jalan yang berkualitas, jalannya mulus, memiliki drainase memadai, CCTV, penerangan jalan umum, hingga pos pengamanan,” ujarnya.

Ia menuturkan bahwa pos pengamanan itu nantinya akan dibekali sejumlah fasilitas pendukung, mulai dari mobil derek, kendaraan pemadam kebakaran, ambulans, hingga tenaga paramedis guna menangani situasi darurat di jalan raya.

Setelah sarana dan infrastruktur dianggap siap, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mulai mengkaji penerapan sistem jalan berbayar yang direncanakan menjadi pengganti pajak kendaraan bermotor.

Melalui skema tersebut, masyarakat hanya diwajibkan membayar saat menggunakan jalan. Sementara itu, kendaraan yang tidak melintas di jalan tidak akan dikenai biaya apa pun.

“Artinya menggunakan jalan baru bayar, kalau tidak menggunakan jalan ya tidak bayar,” kata Dedi.

Ia menilai skema tersebut lebih adil karena besaran biaya yang dibayarkan akan disesuaikan dengan tingkat penggunaan jalan serta beban kendaraan yang melintas.

Menurutnya, kendaraan dengan muatan atau bobot lebih besar semestinya membayar lebih mahal lantaran memberi pengaruh lebih besar terhadap kerusakan jalan.

Selain itu, Dedi Mulyadi berharap penerapan sistem tersebut dapat membuat masyarakat lebih bijak dan efisien dalam menggunakan jalan sehingga potensi kemacetan berkurang serta kenyamanan pengguna jalan semakin meningkat.

Meski begitu, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa wacana tersebut masih sebatas konsep awal dan belum ditetapkan sebagai kebijakan resmi.

Saat ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah membentuk tim kajian untuk melakukan pembahasan lebih mendalam dengan melibatkan akademisi, para ahli, dan sejumlah pihak terkait lainnya.

“Ini baru gagasan dan tim kajiannya sudah kami siapkan untuk melakukan telaah bersama para akademisi dan berbagai pihak lainnya,” ujarnya.

Kajian tersebut nantinya akan mencakup berbagai pertimbangan, mulai dari aspek regulasi, pengaruh terhadap perekonomian, dukungan teknologi, hingga kesiapan infrastruktur penunjang sebelum kebijakan itu diterapkan.

Berita Terbaru

Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Lifestyle7 menit lalu
Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Nasional12 menit lalu
Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Lifestyle56 menit lalu
Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Subang1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Lifestyle1 jam lalu
Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Lifestyle1 jam lalu
Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Nasional2 jam lalu
Usulan WFA saat Libur Nataru 2026 untuk Urai Kemacetan, Kemenhub Bidik 3 Tanggal Ini

Usulan WFA saat Libur Nataru 2026 untuk Urai Kemacetan, Kemenhub Bidik 3 Tanggal Ini

Nasional2 jam lalu
Capai Rp 158 Miliar, Pemerintah Beri Bonus untuk Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026

Capai Rp 158 Miliar, Pemerintah Beri Bonus untuk Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026

Nasional2 jam lalu
DPRD Subang Dorong Solusi Banjir Pantura, Setiap Musim Hujan Jadi Ancaman

DPRD Subang Dorong Solusi Banjir Pantura, Setiap Musim Hujan Jadi Ancaman

Headline2 jam lalu