DPRD Jabar: Jangan Jadi Penonton di Kawasan Rebana Jawa Barat

PASUNDANEKSPRES.ID - Pengembangan kawasan Rebana digadang-gadang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat.
Namun di tengah pesatnya pembangunan tersebut, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Komisi V, Andhika Surya Gumilar, mengingatkan masyarakat agar tidak hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri.
Menurut Andhika, kehadiran kawasan Rebana yang meliputi sejumlah wilayah strategis, termasuk Kabupaten Subang, harus benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal. Ia menilai warga setempat harus menjadi pelaku utama pembangunan, baik sebagai tenaga kerja, pelaku usaha, maupun bagian dari rantai ekonomi baru yang sedang tumbuh.
“Jangan sampai masyarakat kita hanya jadi penonton di kawasan Rebana. Pembangunan harus menghadirkan manfaat langsung bagi warga lokal,” Kata Andhika Pada Jumat (24/4/2026).
Andhika menjelaskan, kawasan Rebana memiliki potensi besar karena didukung infrastruktur strategis seperti pelabuhan, jalan tol, kawasan industri, hingga konektivitas antarwilayah. Jika dikelola dengan baik, kawasan ini dapat membuka lapangan pekerjaan luas dan mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Barat bagian utara.
Kawasan Rebana Jawa Barat
Namun, Andhika mengingatkan bahwa peluang tersebut hanya bisa dinikmati masyarakat jika ada kesiapan sumber daya manusia. Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat pendidikan vokasi, pelatihan kerja, dan peningkatan keterampilan masyarakat agar mampu bersaing dengan tenaga kerja dari luar daerah.
“Kita harus siapkan SDM dari sekarang. Anak-anak muda Subang dan wilayah sekitar harus punya keterampilan agar bisa masuk dunia kerja dan mengisi kebutuhan industri,” katanya.
Selain sektor ketenagakerjaan, Andhika juga menilai pelaku UMKM harus diberi ruang dalam pertumbuhan kawasan Rebana. Menurutnya, usaha kecil menengah bisa berkembang melalui penyediaan kebutuhan industri, jasa pendukung, kuliner, hingga ekonomi kreatif.
“Jangan hanya perusahaan besar yang tumbuh. UMKM juga harus naik kelas dan dilibatkan dalam ekosistem ekonomi kawasan Rebana,” tegasnya.
Sebagai anggota Komisi V yang membidangi kesejahteraan rakyat, Andhika menekankan pentingnya pembangunan yang berkeadilan. Ia meminta agar pemerintah memastikan masyarakat sekitar kawasan industri tidak tersisih akibat lonjakan investasi dan perubahan tata ruang.
Andhika juga menyoroti pentingnya perlindungan lingkungan dan sosial di tengah percepatan pembangunan. Menurutnya, kemajuan ekonomi harus berjalan seiring dengan kualitas hidup masyarakat serta keberlanjutan lingkungan.
Andhika berharap kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat dapat diperkuat agar kawasan Rebana benar-benar menjadi mesin kesejahteraan bersama.
“Kita ingin warga Jawa Barat, khususnya masyarakat Subang dan sekitarnya, menjadi tuan rumah di daerah sendiri. Jangan jadi penonton, tapi harus jadi pemain utama,” pungkas Andhika Surya Gumilar.(Hdi)
