Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Hasil Survei Indikator Ungkap Kepuasan Warga pada Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Capai 95,5%

D
Dobi MaulanaEditor: Dobi Maulana
|14:53 WIB
Bagikan:
Hasil Survei Indikator Ungkap Kepuasan Warga pada Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Capai 95,5%
Gubernur Jabar, Kang Dedi Mulyadi

PASUNDANEKSPRES.ID - Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalami lonjakan signifikan.

Survei terbaru yang dirilis Indikator Politik Indonesia menunjukkan tingkat persetujuan publik terhadap Gubernur Dedi Mulyadi (KDM) mencapai 95,5 persen.

Lembaga tersebut menilai capaian ini bukan hanya sangat tinggi, tetapi juga mendekati rekor nasional untuk tingkat kepuasan kepala daerah.

Riset ini dilakukan melalui wawancara tatap muka pada 30 Januari hingga 8 Februari 2026 dengan responden warga setempat.

Pendiri sekaligus peneliti utama Indikator, Burhanuddin Muhtadi, menyebut hasil tersebut istimewa karena angkanya justru meningkat dibandingkan survei 100 hari pertama masa pemerintahan Dedi pada Mei 2025.

“Approval rating 95,5 persen ini sangat tinggi. Bahkan naik dibandingkan hasil survei 100 hari pertama setelah pelantikan pada Mei 2025 lalu. Dengan basis yang sudah sangat tinggi, kenaikan ini tentu tidak mudah,” kata Burhanuddin di Bandung, Senin, 16 Februari 2026.

Meski demikian, survei tersebut juga menunjukkan adanya selisih yang cukup besar antara tingkat kepuasan terhadap gubernur dan wakil gubernur.

Tingkat kepuasan masyarakat kepada Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, memang didominasi angka di atas 50 persen, tetapi masih tertinggal sekitar 40 poin dibandingkan dengan Dedi Mulyadi.

“Ini menjadi catatan karena ada jaraknya yang cukup tajam antara kepuasan terhadap gubernur dan wakil gubernur,” ujarnya.

Secara umum, tingkat kepuasan terhadap kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat tercatat rata-rata 71 persen.

Indikator Politik Indonesia menguji 23 indikator layanan publik, dan seluruhnya menunjukkan peningkatan dibandingkan hasil survei pada 100 hari pertama.

Bidang yang paling berkontribusi terhadap kepuasan masyarakat meliputi layanan listrik, pendidikan, kesehatan, mutu infrastruktur, serta penambahan dan perbaikan kondisi jalan, dengan tingkat kepuasan berada di kisaran 80–90 persen.

Meski demikian, tidak semua sektor menunjukkan capaian positif. Bidang ekonomi masih menjadi kelemahan, karena sejumlah indikatornya berada di bawah 60 persen, bahkan akses terhadap peningkatan modal tercatat kurang dari 50 persen.

“Isu ekonomi perlu menjadi perhatian serius, apalagi di tengah kebijakan efisiensi dan pemotongan transfer ke daerah yang berdampak pada ruang fiskal pemerintah daerah,” kata Burhanuddin.

Di sisi lain, Indikator Politik Indonesia turut mengingatkan adanya kemungkinan pengaruh faktor partisan yang dapat memengaruhi penilaian masyarakat.

Tingkat persetujuan di atas 90 persen dinilai sebagai capaian yang sangat jarang diraih oleh kepala daerah di Indonesia.

“Jarang sekali ada kepala daerah dengan approval rating di atas 90 persen. Ini bisa jadi rekor nasional, tetapi juga perlu diwaspadai. Jangan sampai muncul kultus politik yang tidak berbasis penilaian rasional,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pencapaian itu semestinya dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat rasionalitas birokrasi, bukan justru membuat kepemimpinan menjadi lengah. Masukan publik serta evaluasi pada sektor yang masih lemah, khususnya bidang ekonomi, tetap harus terbuka.

“Beliau bukan nabi, bukan superman. Justru dengan angka tinggi ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat rasionalitas politik dan memperbaiki sektor yang masih rendah, khususnya ekonomi,” tegasnya.

Tingginya tingkat kepuasan di level provinsi juga dinilai memberi pengaruh hingga kancah nasional. Dalam survei nasional yang dirilis Indikator Politik Indonesia pada November 2025, nama Dedi Mulyadi tercatat sebagai bakal calon presiden dengan elektabilitas tertinggi kedua.

Fenomena ini disebut menyerupai pola kemunculan sejumlah figur kepala daerah sebelumnya yang menguat di tingkat nasional setelah mendominasi popularitas di wilayahnya.

“Contohnya, Joko Widodo yang mencuat setelah memenangkan Pilkada DKI Jakarta 2012, kemudian menjadi Presiden RI. Hal serupa terjadi pada Anies Baswedan usai memenangkan Pilkada Jakarta 2017, serta Ganjar Pranowo saat menjabat Gubernur Jawa Tengah,” kata Burhanuddin.

Dalam simulasi nasional itu, Dedi Mulyadi menempati peringkat kedua dengan jarak suara yang cukup lebar dari Presiden terpilih Prabowo Subianto, namun tetap lebih unggul dibandingkan banyak gubernur lain baik di Jawa maupun luar Jawa.

Burhanuddin Muhtadi menilai bahwa figur yang memiliki daya saing nasional biasanya merupakan pemimpin yang lebih dulu kuat di daerahnya sendiri. Ia menegaskan, sosok tidak akan dilirik di panggung nasional jika performanya di wilayah asal masih dinilai lemah.

Berita Terbaru

Bupati Purwakarta Tegas Soal Gereja di Cikopo: Jika Syarat Terpenuhi, Harus Diizinkan!

Bupati Purwakarta Tegas Soal Gereja di Cikopo: Jika Syarat Terpenuhi, Harus Diizinkan!

Purwakarta45 menit lalu
Purwakarta Heboh! Ratusan Massa Gelar Aksi, Rencana Gereja di Cikopo Jadi Perhatian

Purwakarta Heboh! Ratusan Massa Gelar Aksi, Rencana Gereja di Cikopo Jadi Perhatian

Purwakarta55 menit lalu
Viral Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, KSAD: Tindak Tegas

Viral Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, KSAD: Tindak Tegas

Nasional2 jam lalu
Warga Jabar Tak Punya BPJS hingga KTP Tetap Bisa Berobat, Pemprov Siapkan Pembiayaan

Warga Jabar Tak Punya BPJS hingga KTP Tetap Bisa Berobat, Pemprov Siapkan Pembiayaan

Jawa Barat2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Viral Dugaan Keracunan di Resto 88 Seoul Bandung, Korban Alami Diare hingga Demam

Viral Dugaan Keracunan di Resto 88 Seoul Bandung, Korban Alami Diare hingga Demam

Jawa Barat3 jam lalu
Kemarau Subang Belum Usai, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai

Kemarau Subang Belum Usai, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai

Subang3 jam lalu
Musim Hujan 2026/2027 Mundur, BMKG Ungkap Penyebab dan Perkiraannya

Musim Hujan 2026/2027 Mundur, BMKG Ungkap Penyebab dan Perkiraannya

Nasional3 jam lalu
Lionel Messi Resmi Pensiun dari Timnas Argentina Setelah 21 Tahun Berkarier

Lionel Messi Resmi Pensiun dari Timnas Argentina Setelah 21 Tahun Berkarier

Olahraga3 jam lalu
Dakwaan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Didakwa Peras Rp55 Miliar dan TPPU

Dakwaan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Didakwa Peras Rp55 Miliar dan TPPU

Nasional3 jam lalu
Prediksi Susunan Pemain Persib vs Port FC di ASEAN Club Championship Shopee Cup 2026

Prediksi Susunan Pemain Persib vs Port FC di ASEAN Club Championship Shopee Cup 2026

Olahraga3 jam lalu