Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran Sukses Digelar, Sumedang Budaya Kembali Bersinar

PASUNDAN EKSPRES.ID – Suasana berbeda menyelimuti Kabupaten Sumedang saat Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran perdana digelar meriah pada Sabtu malam. Ribuan warga tumpah ruah memadati sepanjang rute kirab, menunjukkan betapa kuatnya semangat Sumedang Budaya di tengah masyarakat.
Kirab Budaya bertema Binokasih Mulang Salaka ini dimulai dari kawasan Gedung Negara Sumedang dan Museum Geusan Ulun, kemudian menuju pusat pemerintahan daerah dengan rute sekitar 2–3 kilometer.
Sepanjang jalan, masyarakat antusias menyaksikan prosesi budaya yang sarat makna sejarah dan identitas Sunda.
Acara ini menjadi momentum penting dalam upaya menghidupkan kembali warisan leluhur dan memperkuat Sumedang Budaya sebagai pusat kebudayaan Sunda.
Sorotan utama tertuju pada kehadiran Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang memimpin langsung iring-iringan berkuda di barisan depan.
Di belakangnya, kereta kencana yang membawa Mahkota Binokasih melaju perlahan, menjadi simbol kebesaran dan kejayaan budaya Sunda yang kembali dihidupkan.
Kehadiran Dedi Mulyadi ini semakin menyemarakkan acara dan menarik perhatian ribuan warga yang ikut serta.
Penampilan Seni Dalam Sumedang Budaya
Kirab ini juga dimeriahkan dengan penampilan 27 kesenian unggulan dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat. Atraksi seni tradisional tersebut sukses memukau masyarakat yang memadati sepanjang jalur kirab hingga titik akhir acara.
Berbagai kesenian Sunda ditampilkan dengan apik, memperlihatkan kekayaan dan keragaman Sumedang Budaya yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat setempat.
Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi mendalam kepada keluarga besar Keraton Sumedang Larang atas dukungan penuh terhadap kegiatan ini.
Ia menegaskan bahwa kirab budaya bukan sekadar seremoni semata, melainkan upaya nyata mengembalikan nilai dan karisma budaya Nusantara, khususnya Sumedang Budaya sebagai pusat kebudayaan Sunda.
“Kita ingin Sumedang Budaya bukan hanya menjadi kenangan, tapi hidup kembali dalam kehidupan sehari-hari masyarakat,” ujar Dedi Mulyadi dalam sambutannya.
Kegiatan yang berlangsung selama dua jam ini ditutup dengan pertunjukan seni dan musik tradisional yang semakin memukau.
Antusiasme warga tetap tinggi hingga akhir acara, memperlihatkan kuatnya ikatan masyarakat terhadap budaya leluhur.
Acara ini sekaligus menjadi momentum kebangkitan Sumedang Budaya di Jawa Barat.
Keberhasilan kirab ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi berbagai kegiatan pelestarian budaya di masa mendatang.
Pemerintah Kabupaten Sumedang bersama Pemprov Jawa Barat terus mendorong program-program yang dapat memperkuat Sumedang Budaya, mulai dari pendidikan budaya di sekolah, festival tahunan, hingga pengembangan wisata berbasis budaya.
Dengan semangat yang ditunjukkan ribuan warga pada malam itu, Sumedang Budaya semakin kokoh sebagai identitas daerah.
Kirab Napak Tilas Padjadjaran ini bukan hanya pesta Sumedang budaya semata, melainkan bukti nyata bahwa masyarakat Sumedang tetap setia menjaga warisan leluhur sambil membawa nilai-nilai budaya ke dalam kehidupan modern.
Acara ini menjadi inspirasi bagi daerah lain di Jawa Barat untuk terus melestarikan budaya lokal.
Sumedang Budaya kini bukan hanya milik Sumedang, melainkan menjadi bagian penting dari keberagaman budaya Nusantara yang harus terus dijaga dan dikembangkan.
