Menjaga Tradisi Wawar di Kampung Banjaran Tengah

Bersedekah Peringati Kelahiran Nabi Muhammad SAW
SUBANG-Menyongsong pagi hari saat matahari mulai muncul kepermukaan, suasana di Desa Cirangkong, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang, warga mulai melakukan aktivitas dan rutinitas.
Namun ada yang berbeda yang dilakukan oleh warga RW 02 Kampung Banjaran Tengah. Sekitar jam 06.30 WIB pada Jum'at (5/9/2025), warga memulai pagi hari dengan menggelar tradisi "Wawar Hajat Maulid".
Ada yang digelar di Perempatan Jalan Pos Ronda untuk RT 06, dan untuk warga RT 05 serta RT 07 digelar di rumah warga setempat.
Pada Hajat Maulid itu rata-rata setiap warga menyajikan aneka makanan khas lembur, seperti tumpeng, sesaji, dan jamuan lainya. Sajian makanan itu bertujuan untuk disedekahkan dan dimakan bersama, ada juga sebagian warga yang bersedakah berupa uang.

Kegiatan dimulai dengan tawasulan, sholawatan dan membacakan do'a-do'a dari kitab Al Barzanji. Setelah itu diakhiri dengan do'a penutup oleh tokoh agama, dan dilanjut makan bersama untuk mengalap berkah.
Tokoh Budaya RW 02 Banjaran Tengah, Dede Rudi menjelaskan, Wawar Hajat Maulid dilakukan dalam rangka menyambut dan memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW 1447 Hijiriah, yang diperingati setiap 12 Rabiul Awwal pada bulan kalender Islam.
Selain untuk menjaga tradisi masyarakat yang sudah dilakukan secara turun-temurun dari para leluhur lembur, kegiatan itu merupakan bukti dan rasa kecintaan warga atas lahirnya Nabi Muhammad SAW yang telah menyampaikan rahmat Allah SWT.
"Ini tradisi baik yang harus dilestarikan. Para leluhur mengajarkan kita bahwa selain menjaga tradisi juga harus tetap bersyukur kepada sang Pencipta, yaitu dengan berbahagia atas kelahiran sang kekasih Allah SWT yaitu kanjeng Nabi Muhammad SAW," tutur Dede yang akrab disapa Kang Adey itu kepada Pasundan Ekspres.
Selain itu, kata Adey, ungkapan rasa syukur itu juga diungkapkan dengan memperbanyak sedekah kepada sesama. Hal itu sebagai rasa cinta kepada sang penutup para nabi.
"Nabi Muhammad SAW sangat menyayangi dan mengasihi warga anak yatim dan fakir miskin. Sejatinya jika kita mencintai seorang kekasih, maka harus mencintai apa yang sang kekasih cintai. Nah seperti itulah gambaran tradisi Wawar Hajat Maulid ini," ungkapnya.
Adey menambahkan, warga juga memohon kepada sang Pencipta untuk segala keselamatan dan keberkahan hidup. Dijauhkan dari musibah, penyakit dan dimudahkan rezeki.
"Intinya Wawar Hajat Maulid ini sebagai rasa syukur dan meminta kepada Allah SWT atas segala keberkahan hidup," tukasnya.
Sementara itu, Ketua RW 02 Banjaran Tengah, Ruslan S.Pd mengaku bersyukur atas kekompakan warga nya yang selalu bergotong royong, termasuk dalam kegiatan Wawar Hajat Maulid.
Meski digelar di masing-masing RT, namun hal itu tidak mengurangi kekhidmatan kegiatan yang dilakukan atas inisiatif warga nya tersebut.
"Alhamdulillah warga bisa kompak dan bergotong royong menggelar syukuran dalam rangka memperingati kelahiran Maulid Nabi Muhammad SAW, dengan tradisi kearifal lokal," ucapnya.(*)
