Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Pergerakan Tanah di Purwakarta Didominasi Interaksi antara Kondisi Tanah dan Intensitas Hujan, Hasil Kajian Badan Geologi

E
EgiEditor: Egi
|19:17 WIB
Bagikan:
Pergerakan Tanah di Purwakarta Didominasi Interaksi antara Kondisi Tanah dan Intensitas Hujan, Hasil Kajian Badan Geologi
Badan Geologi mencatat fenomena pergerakan tanah di wilayah Desa Pasirmunjul, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta sebagai akibat dari kombinasi kondisi tanah yang labil dan curah hujan tinggi yang terus-menerus. (Adam Sumarto/Pasundan Ekspres)

PURWAKARTA-Pergerakan tanah masih terjadi di wilayah Desa Pasirmunjul, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta. 

Badan Geologi mencatat fenomena ini sebagai akibat dari kombinasi kondisi tanah yang labil dan curah hujan tinggi yang terus-menerus mengguyur kawasan tersebut.

“Secara umum, penyebab gerakan tanah didominasi oleh interaksi antara kondisi geologi dan intensitas hujan yang tinggi,” kata Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, dalam laporan resmi yang diterima, Selasa (24/6).

Menurut kajian terbaru, ia mengatakan, jenis pergerakan tanah yang terjadi di sana termasuk dalam kategori longsoran nendatan dengan bidang gelincir melengkung (rotational slide). 

Meskipun pergerakan awalnya lambat, dirinya menyebutkan, peristiwa ini diprediksi akan terus berulang dan dapat berkembang lebih cepat, khususnya menuju arah barat daya dan timur laut.

Wafid mengatakan, lokasi bencana berada di kawasan perbukitan dengan lereng curam dan vegetasi yang kurang mendukung kestabilan tanah. 

Lebih lanjut, kata dia, batuan penyusun wilayah ini didominasi endapan vulkanik tua yang bersifat poros dan mudah lepas, yang menumpang di atas lapisan batuan serpih atau lempung yang kedap air dan plastis jika jenuh air.

“Adanya lahan basah seperti kolam memperparah kondisi, karena air hujan bisa meresap sampai ke zona kontak batuan, memicu pergerakan tanah,” ujar Wafid.

Wahid mengatakan, pergerakan tanah di wilayah ini bukan hal baru. "Sejak 2007, bencana serupa telah berulang kali terjadi, dengan kejadian terbaru tercatat pada 19 Mei 2025 dan diikuti oleh longsor susulan dalam beberapa pekan terakhir," ucapnya.

Kondisi ini kian mengkhawatirkan mengingat jarak titik longsoran hanya sekitar 600 meter dari Tol Cipularang, jalur vital yang menghubungkan Jakarta-Bandung. 

Akan tetapi, Wafid memastikan bahwa Tol Cipularang masih dalam kondisi aman karena berada di sisi yang relatif stabil.

Berdasarkan kajian zonasi, dirinya mengatakan, lokasi ini diklasifikasikan sebagai zona kerentanan gerakan tanah menengah hingga tinggi. 

Oleh karena itu, Badan Geologi menyarankan agar wilayah ini tidak digunakan untuk pemukiman.

Sebagai alternatif, kata Wafid, kawasan tersebut direkomendasikan menjadi lahan hijau seperti hutan, kebun, atau pertanian kering. Kolam atau lahan basah sebaiknya dihindari karena dapat menyebabkan kejenuhan air yang memicu longsor.

Aktivitas pertanian saat hujan lebat dan pembangunan pondok istirahat di area kaki longsoran juga harus dihentikan.

Pemerintah setempat diminta melakukan pembatasan kendaraan berat yang melintas di jalan desa yang rawan longsor serta merancang jalur alternatif demi keselamatan warga.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas. Jangan sampai ada korban karena kurangnya kewaspadaan terhadap potensi gerakan tanah yang masih sangat tinggi di wilayah ini,” kata Wafid.(add)

Berita Terbaru

Gandeng AGAVI Institute, Bapperida Buka Program Subang Youth Preneur 2026 Untuk Pelaku UMKM

Gandeng AGAVI Institute, Bapperida Buka Program Subang Youth Preneur 2026 Untuk Pelaku UMKM

Subang17 menit lalu
PPN Pembalut Wanita Masih Dipungut, Wacana Pembebasan Belum Masuk Kajian

PPN Pembalut Wanita Masih Dipungut, Wacana Pembebasan Belum Masuk Kajian

Nasional29 menit lalu
Penjelasan BPJS Kesehatan Soal Isu Penonaktifan PBI JK Untuk Desil Tertentu

Penjelasan BPJS Kesehatan Soal Isu Penonaktifan PBI JK Untuk Desil Tertentu

Nasional1 jam lalu
Pidana Kerja Sosial Subang 2026 Mulai Diterapkan, Terpidana Jalani Hukuman di Panti Asuhan

Pidana Kerja Sosial Subang 2026 Mulai Diterapkan, Terpidana Jalani Hukuman di Panti Asuhan

Subang1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Kasus Korupsi Dana BNPB 2026: KPK Periksa Pejabat dan Telusuri Aliran Uang Pengadaan Bencana

Kasus Korupsi Dana BNPB 2026: KPK Periksa Pejabat dan Telusuri Aliran Uang Pengadaan Bencana

Nasional1 jam lalu
Pramono Anung Pastikan Tak Ada Fasilitas Publik Rusak Usai Demo Mahasiswa di Jakarta

Pramono Anung Pastikan Tak Ada Fasilitas Publik Rusak Usai Demo Mahasiswa di Jakarta

Nasional1 jam lalu
Sederet Publik Figur Ikut Aksi di Bundaran HI, Ada Reza Rahadian hingga Wanda Hamidah

Sederet Publik Figur Ikut Aksi di Bundaran HI, Ada Reza Rahadian hingga Wanda Hamidah

Nasional2 jam lalu
Viral Tehbotol Isi Sabun di Tengah Aksi Demo 28 Oktober, Ini Klarifikasi PT Sinar Sosro

Viral Tehbotol Isi Sabun di Tengah Aksi Demo 28 Oktober, Ini Klarifikasi PT Sinar Sosro

Nasional2 jam lalu
Timnas Indonesia U15 Lolos ke Perempat Final Piala Dunia U15 Usai Kalahkan Panama 5-3

Timnas Indonesia U15 Lolos ke Perempat Final Piala Dunia U15 Usai Kalahkan Panama 5-3

Olahraga3 jam lalu
Pemda Purwakarta Diminta Tindaklanjuti Tiga Fokus Utama dalam Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Pemda Purwakarta Diminta Tindaklanjuti Tiga Fokus Utama dalam Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Purwakarta3 jam lalu
Pergerakan Tanah di Purwakarta Didominasi Interaksi antara Kondisi Tanah dan Intensitas Hujan, Hasil Kajian Badan Geologi | Pasundan Ekspres