Peringati International Women’s Day, KOPRI Jawa Barat Soroti Tingginya Kekerasan terhadap Perempuan

BANDUNG – Dalam momentum International Women’s Day 2026, Korps PMII Putri (KOPRI) PKC Jawa Barat menggelar aksi dan mimbar bebas di depan Gedung Sate, Senin (9/3).
Aksi tersebut menjadi bentuk refleksi sekaligus seruan kepada pemerintah agar memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak di Jawa Barat.
Mengusung tema “Solid Bergerak, Nyata Berdampak,” KOPRI menegaskan bahwa International Women’s Day tidak boleh berhenti pada peringatan seremonial semata, tetapi harus menjadi momentum untuk memperkuat gerakan kolektif dalam memperjuangkan keadilan dan perlindungan bagi perempuan.
Dalam pernyataan sikapnya, KOPRI menyoroti masih tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jawa Barat. Data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA) serta berbagai laporan lembaga pendamping korban menunjukkan bahwa kasus kekerasan seksual, kekerasan dalam rumah tangga, hingga kekerasan berbasis gender di ruang digital masih terus terjadi.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perempuan dan anak masih menjadi kelompok rentan terhadap berbagai bentuk kekerasan, sementara akses terhadap perlindungan dan pemulihan masih memerlukan penguatan di berbagai sektor.
“International Women’s Day harus menjadi pengingat bahwa perjuangan perempuan belum selesai. Negara perlu memastikan kebijakan yang benar-benar melindungi perempuan dari kekerasan serta menjamin ruang hidup yang aman dan bermartabat,” ujar Anisa Nurhopipah Disastra (Ketua KOPRI PKC PMII Jawa Barat) dalam orasinya.
KOPRI menilai bahwa persoalan kekerasan terhadap perempuan tidak dapat dilepaskan dari faktor struktural, seperti kuatnya budaya patriarki, keterbatasan akses layanan perlindungan, serta masih rendahnya kesadaran publik terhadap pentingnya kesetaraan gender.
Oleh karena itu, dalam momentum International Women’s Day 2026, KOPRI PKC Jawa Barat menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, antara lain:
- Memperkuat implementasi kebijakan perlindungan perempuan dan anak di Jawa Barat.
- Mengoptimalkan layanan perlindungan korban melalui penguatan UPTD PPA, layanan pendampingan psikologis, bantuan hukum, serta penyediaan rumah aman bagi korban kekerasan.
- Memperkuat upaya pencegahan kekerasan berbasis gender melalui edukasi dan kampanye publik secara berkelanjutan.
- Mendorong penguatan kebijakan pencegahan perkawinan anak yang masih terjadi di berbagai wilayah di Jawa Barat.
- Memperluas akses edukasi kesehatan reproduksi bagi perempuan dan remaja sebagai bagian dari upaya perlindungan hak kesehatan.
- Memperkuat perlindungan perempuan dari kekerasan di ruang publik, ruang digital, dan lingkungan kerja.
KOPRI PKC Jawa Barat menegaskan bahwa perjuangan perempuan merupakan bagian dari perjuangan kemanusiaan. Oleh karena itu, seluruh pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun organisasi sosial, perlu bersama-sama menciptakan ruang yang aman dan adil bagi perempuan.
“Kami berharap momentum International Women’s Day ini menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap perempuan bukan hanya tanggung jawab perempuan sendiri, tetapi merupakan tanggung jawab bersama untuk mewujudkan masyarakat yang adil, aman, dan setara,” tutup pernyataan tersebut.
