Program Jalan Leucir 2025: Ratusan Kilometer Jalan Jabar Ditangani

PASUNDANEKSPRES.ID -Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pembenahan infrastruktur jalan sepanjang tahun 2025 melalui berbagai program strategis yang dirancang untuk meningkatkan kualitas konektivitas antardaerah.
Gubernur Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa hingga pertengahan tahun, ratusan kilometer ruas jalan telah berhasil ditangani secara bertahap, mulai dari proses rekonstruksi total pada titik kerusakan berat hingga pemeliharaan rutin untuk menjaga kondisi jalan tetap layak dilalui masyarakat.
Penanganan tersebut tidak hanya berfokus pada wilayah perkotaan, tetapi juga mencakup berbagai kawasan strategis di seluruh Jawa Barat, termasuk jalur selatan yang menjadi urat nadi mobilitas warga dan distribusi logistik.
Salah satu ruas penting yang mendapat perhatian khusus adalah jalur penghubung antara Cianjur dan Pangandaran, karena jalur tersebut berperan vital dalam menunjang aktivitas ekonomi, pariwisata, serta akses masyarakat ke layanan publik.
Selain perbaikan badan jalan, pemerintah juga melakukan penggantian sejumlah jembatan strategis yang sebelumnya dinilai tidak lagi memenuhi standar keamanan.
Pembangunan ulang jembatan-jembatan ini bertujuan memperkuat struktur konektivitas antardaerah sekaligus mengurangi potensi risiko kecelakaan.
Upaya terpadu tersebut dilakukan agar akses transportasi menjadi lebih lancar, aman, efisien, dan mampu mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah secara merata.
Menariknya, garis kuning di tepi jalan kini hadir sebagai simbol perubahan sekaligus identitas visual baru. Marka tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penunjuk batas jalur, tetapi juga menjadi penanda resmi yang menunjukkan bahwa ruas jalan tersebut berada di bawah kewenangan provinsi.
Dedi menegaskan bahwa transparansi kewenangan merupakan salah satu fokus utama pemerintahannya, sehingga masyarakat dapat dengan mudah membedakan status jalan provinsi dan jalan kabupaten.
Perubahan yang terlihat nyata di lapangan ini membuat sebagian warga mulai membandingkan kondisi infrastruktur jalan di wilayah tersebut dengan provinsi lain.
Banyak yang menilai peningkatan kualitas jalan sebagai bukti nyata hasil kerja pemerintah daerah saat ini, sekaligus indikator bahwa pembangunan infrastruktur masih menjadi prioritas utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
