Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Tak Mau Kalah dari Subang, Indramayu Siapkan 14 Ribu Hektare Kawasan Industri

K
Khoirul AnsoriEditor: Dobi Maulana
|10:15 WIB
Bagikan:
Tak Mau Kalah dari Subang, Indramayu Siapkan 14 Ribu Hektare Kawasan Industri
Tak Mau Kalah dari Subang, Indramayu Siapkan 14 Ribu Hektare Kawasan Industri

PASUNDAN EKSPRES.ID - Kabupaten Indramayu mulai menunjukkan keseriusannya untuk menjadi kekuatan wilayah industri Indramayu baru di kawasan Rebana.

Setelah selama ini nama Subang lebih dominan karena dukungan proyek strategis nasional dan akses tol yang lebih baik, kini Indramayu bergerak agresif untuk mengejar ketertinggalan dan menarik lebih banyak investor.

Wilayah Industri Indramayu

Persaingan kawasan industri di wilayah Rebana diprediksi akan semakin ketat dalam beberapa tahun mendatang.

Pemerintah Kabupaten Indramayu bahkan telah menyiapkan strategi besar untuk memperkuat posisi daerah tersebut sebagai pusat pertumbuhan industri baru di Jawa Barat bagian utara.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menyatakan bahwa pemerintah daerah telah menetapkan Kawasan Peruntukan wilayah Industri Indramayu seluas 14.110 hektare melalui RTRW 2024–2044.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar untuk mempercepat masuknya investasi industri ke wilayah Indramayu.

Dari total lahan yang telah disiapkan, sekitar 3.340 hektare saat ini sudah digunakan untuk kebutuhan industri.

Sementara sisanya masih terbuka luas untuk pengembangan investasi baru, baik sektor manufaktur, energi, logistik, maupun industri pendukung lainnya.

Menurut Lucky Hakim, wilayah industri Indramayu memiliki keunggulan yang tidak dimiliki banyak daerah lain di kawasan Rebana.

Selain dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional, Indramayu juga mempunyai Kilang Balongan yang menjadi salah satu pusat energi strategis nasional.

Ia menegaskan bahwa Indramayu tidak hanya ingin berkembang di sektor manufaktur, tetapi juga ingin menggabungkan kekuatan industri energi dan ketahanan pangan sebagai daya tarik utama bagi investor.

Kombinasi tersebut dinilai dapat menjadi modal penting untuk bersaing dengan daerah industri lain seperti Subang dan Majalengka.

Namun di balik ambisi besar tersebut, Indramayu masih menghadapi tantangan serius terutama dalam hal konektivitas infrastruktur.

Salah satu hambatan terbesar saat ini adalah akses menuju jalur tol utama yang masih terbatas dibanding kawasan industri lain di Jawa Barat.

Karena itu, pembangunan Tol Indramayu–Kertajati atau yang dikenal sebagai Tol Indrajati mulai didorong untuk mempercepat konektivitas menuju kawasan industri dan Bandara Internasional Kertajati.

Infrastruktur tersebut diharapkan dapat memangkas waktu distribusi barang dan mempercepat mobilitas tenaga kerja.

Selama ini, keterbatasan akses menuju Tol Cipali disebut menjadi salah satu alasan mengapa perkembangan industri di Indramayu berjalan lebih lambat dibanding Subang. Padahal, posisi geografis Indramayu dinilai cukup strategis karena berada di jalur utara Jawa Barat dan dekat dengan kawasan pelabuhan serta pusat logistik.

Pengamat menilai bahwa jika proyek Tol Indrajati berhasil direalisasikan, maka peta persaingan kawasan industri di Rebana bisa berubah drastis. Investor diperkirakan mulai mempertimbangkan Indramayu sebagai alternatif kawasan industri baru yang memiliki lahan luas dan potensi pengembangan jangka panjang.

Selain itu, meningkatnya persaingan investasi di wilayah industri Indramayu di Rebana juga dinilai dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Persaingan antarwilayah akan mendorong pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, memperbaiki pelayanan perizinan, serta meningkatkan kualitas kawasan industri.

Dengan dukungan sektor energi, pertanian, dan rencana pembangunan infrastruktur baru, Indramayu kini mulai dipandang sebagai calon pesaing serius Subang dalam perebutan investasi industri di Jawa Barat.

Jika seluruh rencana pembangunan berjalan sesuai target, kawasan industri Indramayu di Rebana diperkirakan akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang semakin diperhitungkan di Indonesia.

Berita Terbaru

Gelar Operasi Pasar Murah, Bulog Subang Jaga Statabilitas Pangan

Gelar Operasi Pasar Murah, Bulog Subang Jaga Statabilitas Pangan

Subang17 menit lalu
PLN Journalist Awards 2026 Kembali Digelar, Usung Tema Energi Mandiri, Indonesia Berdaya

PLN Journalist Awards 2026 Kembali Digelar, Usung Tema Energi Mandiri, Indonesia Berdaya

Nasional1 jam lalu
DPR Hormati Putusan MK soal Ijazah Gibran, Dasco: Kami Belum Pelajari Mendalam

DPR Hormati Putusan MK soal Ijazah Gibran, Dasco: Kami Belum Pelajari Mendalam

Nasional2 jam lalu
Cara Kirim Foto Sekali Lihat di WhatsApp, Bisa Jaga Privasi!

Cara Kirim Foto Sekali Lihat di WhatsApp, Bisa Jaga Privasi!

Lifestyle2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Bupati Purwakarta: Jika Syarat Terpenuhi, Pendirian Gereja di Cikopo Harus Diizinkan

Bupati Purwakarta: Jika Syarat Terpenuhi, Pendirian Gereja di Cikopo Harus Diizinkan

Purwakarta2 jam lalu
Kecelakaan Tol Cipularang! Arus Melambat, Truk Trailer Diduga Tak Bisa Berhenti hingga Tabrak 15 Kendaraan

Kecelakaan Tol Cipularang! Arus Melambat, Truk Trailer Diduga Tak Bisa Berhenti hingga Tabrak 15 Kendaraan

Jawa Barat3 jam lalu
Kecelakaan Tanjakan Abah Subang, Tronton Mundur dan Tabrak Mobil di Belakang

Kecelakaan Tanjakan Abah Subang, Tronton Mundur dan Tabrak Mobil di Belakang

Subang3 jam lalu
Etika Bercanda di Media Sosial: Lucu Boleh, Tapi Jangan Sampai Menyakiti

Etika Bercanda di Media Sosial: Lucu Boleh, Tapi Jangan Sampai Menyakiti

Lifestyle3 jam lalu
PBSI Beri Bonus untuk Tim Asian Games 2026, Leo/Daniel Diguyur Rp 1 Miliar

PBSI Beri Bonus untuk Tim Asian Games 2026, Leo/Daniel Diguyur Rp 1 Miliar

Olahraga3 jam lalu
Cara Cek Penerima PIP Oktober 2026 Pakai NISN, Ini Besaran Dananya

Cara Cek Penerima PIP Oktober 2026 Pakai NISN, Ini Besaran Dananya

Nasional5 jam lalu