Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Proyek Pembangunan Rumah Panggung Dedi Mulyadi di Karawang Terendam Banjir

D
Dobi MaulanaEditor: Dobi Maulana
|14:14 WIB
Bagikan:
Proyek Pembangunan Rumah Panggung Dedi Mulyadi di Karawang Terendam Banjir
Proyek pembangunan rumah panggung Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang berlokasi di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang, ikut terkena dampak banjir.

PASUNDANEKSPRES - Proyek pembangunan rumah panggung Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang berlokasi di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang, ikut terkena dampak banjir.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah bangunan rumah panggung yang masih dalam proses konstruksi terendam air hingga mencapai lantai pertama. Kondisi ini membuat pekerjaan terpaksa dihentikan sementara sampai banjir benar-benar surut.

Agus Tohaeri, warga Dusun Pangasinan, Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, menjelaskan bahwa banjir mulai melanda pada Jumat malam (5/12/2025). Hingga Senin (8/12/2025), air masih menggenangi wilayah tersebut meski perlahan mulai menurun.

"Masih tapi sudah mulai surut, cuman engga tahu ya karena ini kan banjirnya kiriman dari sungai Citarum dan Cibeet," katanya.

Kepala Pelaksana BPBD Karawang, Usep Supriatna, menyampaikan bahwa banjir yang melanda Karangligar pada awal Desember ini telah terjadi selama tiga hari.

"Air mulai masuk ke pemukiman warga Karangligar pada Jumat 5 Desember 2025. Hingga hari ini banjir masih," tuturnya.

Sedikitnya 817 rumah milik warga yang dihuni oleh 1.488 keluarga dengan total 3.988 jiwa terendam banjir pada kejadian kali ini.

Dari jumlah tersebut, 220 orang dan 30 balita harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman, karena kediaman mereka terendam air hingga lebih dari 180 cm.

Usep menjelaskan bahwa para pengungsi sementara ditampung di aula desa, tempat ibadah, serta rumah keluarga mereka masing-masing yang tidak terkena banjir.

Sementara itu, rumah panggung yang sedang dibangun oleh Pemprov Jawa Barat belum bisa dimanfaatkan karena konstruksinya baru mencapai tahap rangka.

Selain itu, jumlah rumah panggung yang tengah dibangun pun tidak sebanding dengan banyaknya warga yang harus mengungsi. "Saya lihat pembangunan rumah panggung terhenti karena banjir," ujarnya.

Usep menambahkan bahwa BPBD saat ini berfokus memenuhi kebutuhan pangan bagi para korban banjir.

Namun, pengolahan makanan siap saji tidak dilakukan di lokasi pengungsian, melainkan di dapur BPBD, karena di sana bahan pangan dan perlengkapan memasak lebih lengkap sehingga lebih efisien dibandingkan harus memindahkannya ke tempat pengungsian.

Alasan lainnya, pendistribusian makanan tidak hanya ditujukan untuk warga Karangligar, tetapi juga untuk sejumlah wilayah lain yang mengalami bencana serupa.

"Pada saat bersamaan, saudara kita yang berada di daerah pesisir pun diterjang banjir air laut pasang (rob). Banjir ini pun sama telah berlangsung berhari-hari," katanya. (dbm)

Berita Terbaru

Update Timeline Program Maganghub Batch 3 Angkatan II 2026, Jangan Sampai Ketinggalan!

Update Timeline Program Maganghub Batch 3 Angkatan II 2026, Jangan Sampai Ketinggalan!

Nasional1 jam lalu
TAUD Data 13 Massa Aksi yang Ditangkap Usai Demo Indonesia Sadar, Satu di Antaranya Anak di Bawah Umur

TAUD Data 13 Massa Aksi yang Ditangkap Usai Demo Indonesia Sadar, Satu di Antaranya Anak di Bawah Umur

Nasional2 jam lalu
FIF Fun Run Subang 2026 Digelar 7 November, Catat Agendanya!

FIF Fun Run Subang 2026 Digelar 7 November, Catat Agendanya!

Lifestyle3 jam lalu
Download Kalender 2027 Resmi Kemenag, Dilengkapi Libur Nasional dan Cuti Bersama

Download Kalender 2027 Resmi Kemenag, Dilengkapi Libur Nasional dan Cuti Bersama

Lifestyle3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Perkiraan Jam Tanding Wakil Indonesia di Hylo Open 2026

Perkiraan Jam Tanding Wakil Indonesia di Hylo Open 2026

Olahraga4 jam lalu
5 Warna Cat Interior Rumah yang Hangat, Bikin Hunian Lebih Nyaman dan Estetik

5 Warna Cat Interior Rumah yang Hangat, Bikin Hunian Lebih Nyaman dan Estetik

Lifestyle4 jam lalu
Gandeng AGAVI Institute, Bapperida Buka Program Subang Youth Preneur 2026 Untuk Pelaku UMKM

Gandeng AGAVI Institute, Bapperida Buka Program Subang Youth Preneur 2026 Untuk Pelaku UMKM

Subang5 jam lalu
PPN Pembalut Wanita Masih Dipungut, Wacana Pembebasan Belum Masuk Kajian

PPN Pembalut Wanita Masih Dipungut, Wacana Pembebasan Belum Masuk Kajian

Nasional5 jam lalu
Penjelasan BPJS Kesehatan Soal Isu Penonaktifan PBI JK Untuk Desil Tertentu

Penjelasan BPJS Kesehatan Soal Isu Penonaktifan PBI JK Untuk Desil Tertentu

Nasional6 jam lalu
Pidana Kerja Sosial Subang 2026 Mulai Diterapkan, Terpidana Jalani Hukuman di Panti Asuhan

Pidana Kerja Sosial Subang 2026 Mulai Diterapkan, Terpidana Jalani Hukuman di Panti Asuhan

Subang6 jam lalu