6 Tips Mengolah Daging Kambing agar Tidak Bau dan Tetap Empuk

PASUNDANEKSPRES.ID - Begini tips mengolah daging kambing agar tidak bau dan tetap empuk. Daging kambing menjadi salah satu bahan makanan favorit banyak orang karena rasanya yang khas dan lezat ketika diolah dengan benar.
Berbagai menu seperti sate kambing, gulai, tongseng, hingga kambing bakar sering menjadi pilihan hidangan spesial saat acara keluarga maupun perayaan tertentu.
Namun, tidak sedikit orang yang masih ragu mengolah daging kambing sendiri karena aroma prengusnya yang cukup kuat.
Sebenarnya, bau khas pada daging kambing bisa dikurangi bahkan dihilangkan jika kamu mengetahui teknik pengolahan yang tepat.
Selain mengurangi bau, cara mengolah yang benar juga dapat membuat tekstur daging menjadi lebih empuk dan nikmat saat disantap.
Nah, simak enam tips mengolah daging kambing agar tidak bau dan hasil masakan semakin lezat.
6 Tips Mengolah Daging Kambing agar Tidak Bau dan Tetap Empuk
Berikut ini adalah enam tips untuk mengolah daging kambing agar tidak bau dan empuk.
1. Jangan Mencuci Daging Kambing Sebelum Dimasak
Banyak orang mengira mencuci daging kambing sebelum dimasak adalah langkah wajib agar lebih bersih.
Padahal, cara ini justru bisa membuat aroma prengus semakin keluar. Air yang mengenai permukaan daging dapat memicu bau khas kambing menjadi lebih kuat dan membuat tekstur daging terasa lebih alot ketika dimasak.
Sebaiknya, daging kambing langsung diolah tanpa dicuci terlebih dahulu. Jika memang ada kotoran yang menempel, cukup lap menggunakan tisu dapur bersih.
Namun, jika daging sudah terlanjur dicuci, kamu bisa menaburkan sedikit garam pada permukaannya untuk membantu menetralisir bau prengus.
Cara sederhana ini cukup efektif untuk mengurangi aroma menyengat pada daging kambing sebelum dimasak menjadi berbagai hidangan favorit.
2. Bungkus Daging dengan Daun Pepaya
Daun pepaya dikenal sebagai bahan alami yang sering digunakan untuk mengempukkan daging, termasuk daging kambing.
Selain membantu membuat tekstur lebih lembut, daun pepaya juga efektif mengurangi bau prengus yang menempel pada daging.
Caranya cukup mudah. Bungkus daging kambing menggunakan daun pepaya, lalu remas-remas perlahan agar getah dari daun pepaya meresap ke dalam daging.
Diamkan selama kurang lebih 45 menit sebelum dimasak.
Getah daun pepaya mengandung enzim papain yang dapat membantu memecah serat daging sehingga menjadi lebih empuk.
Namun, jangan mendiamkan terlalu lama karena daging bisa menjadi terlalu lembek dan memengaruhi tekstur saat dimasak.
Teknik ini sangat cocok digunakan sebelum membuat sate kambing, kambing bakar, atau olahan lain yang membutuhkan tekstur daging empuk.
3. Lakukan Teknik Blanching Sebelum Memasak
Salah satu cara efektif mengurangi bau prengus pada daging kambing adalah menggunakan teknik blanching atau merebus daging sebentar.
Teknik ini membantu membersihkan kotoran, darah, dan aroma khas kambing yang masih menempel pada permukaan daging.
Kamu hanya perlu merebus potongan daging kambing dalam air mendidih selama sekitar 2 hingga 3 menit.
Setelah itu, angkat daging lalu buang air rebusannya. Jangan menggunakan air rebusan pertama untuk memasak karena biasanya masih mengandung kotoran dan aroma prengus.
Setelah proses blanching selesai, daging bisa langsung diolah sesuai menu yang diinginkan. Teknik ini membuat aroma daging menjadi lebih ringan dan hasil masakan terasa lebih bersih.
Selain itu, blanching juga membantu menghasilkan kuah masakan yang lebih jernih, terutama untuk menu seperti gulai atau sop kambing.
4. Gunakan Rempah-Rempah Aromatik
Rempah-rempah menjadi kunci utama dalam mengolah daging kambing agar aromanya lebih sedap dan tidak menyengat.
Beberapa rempah aromatik yang sering digunakan antara lain jahe, bawang putih, serai, daun salam, lengkuas, hingga kayu manis.
Jahe memiliki aroma hangat yang mampu menetralisir bau prengus dengan baik. Sementara serai dan daun salam memberikan aroma segar yang membuat masakan terasa lebih nikmat.
Kamu bisa menumis rempah-rempah terlebih dahulu sebelum memasukkan daging kambing agar aromanya keluar secara maksimal.
Selain membantu mengurangi bau, penggunaan rempah juga membuat cita rasa masakan menjadi lebih kaya dan menggugah selera.
Untuk hidangan seperti gulai dan tongseng, tambahan kapulaga, cengkeh, dan pala juga bisa memberikan aroma yang semakin harum.
5. Potong Daging Melawan Arah Serat
Cara memotong daging ternyata juga sangat berpengaruh terhadap tekstur hasil masakan. Agar daging kambing lebih empuk saat dimakan, potong daging dengan melawan arah serat.
Perhatikan arah serat otot pada daging sebelum mulai memotong. Jika serat terlihat memanjang secara vertikal, potong secara horizontal, begitu juga sebaliknya.
Teknik ini membantu memutus serat-serat panjang pada daging sehingga teksturnya menjadi lebih lembut ketika dimasak.
Potongan daging yang tepat juga memudahkan bumbu meresap lebih sempurna. Hasilnya, daging terasa lebih empuk dan kaya rasa saat disantap.
Cara ini sangat penting terutama jika kamu memasak daging kambing dalam jumlah besar untuk acara keluarga atau hajatan.
6. Bersihkan Lemak Berlebih pada Daging
Bagian lemak pada daging kambing sering menjadi sumber utama aroma prengus yang kuat. Oleh karena itu, penting untuk melakukan trimming atau membuang lemak berlebih sebelum mulai memasak.
Kamu tidak harus membuang seluruh lemak karena sedikit lemak tetap dibutuhkan untuk memberikan rasa gurih pada masakan.
Namun, lemak yang terlalu banyak bisa membuat aroma kambing menjadi lebih tajam dan kurang sedap.
Membersihkan lemak juga membuat hasil masakan terasa lebih ringan dan tidak terlalu berminyak. Teknik ini sangat cocok diterapkan pada menu sate kambing, kambing bakar, maupun tumisan daging kambing.
Selain mengurangi bau, membersihkan lemak berlebih juga membantu menghasilkan tampilan masakan yang lebih bersih dan menarik.
Itulah mengenai tips mengolah daging kambing agar tidak bau dan empuk. Jika kamu tahu tentang teknik yang tepat, bisa membantu mengurangi aroma prengus secara efektif.
(ipa)
