Amalan Malam Lailatul Qadar untuk Wanita Haid yang Bisa Dilakukan di Rumah

PASUNDANEKSPRES.ID - Ini dia mengenai amalan malam Lailatul Qadar untuk wanita haid. Malam Lailatul Qadar merupakan salah satu malam paling istimewa dalam bulan Ramadan. Pada malam ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah karena nilainya lebih baik dari seribu bulan.
Namun, sering muncul pertanyaan di kalangan perempuan tentang apakah wanita yang sedang haid masih bisa mendapatkan keutamaan Lailatul Qadar?
Menurut penjelasan dari Ketua Lembaga Bahtsul Masail PBNU, KH Mahbub Ma’afi yang dilansir dari NU Online, perempuan yang sedang haid tetap dapat memperoleh keutamaan malam Lailatul Qadar.
Hal ini dijelaskan dalam tulisannya yang membahas tentang peluang bagi wanita haid untuk meraih keberkahan malam tersebut.
Ia menyebutkan bahwa semua makhluk yang dikehendaki Allah dapat memperoleh bagian dari kemuliaan Lailatul Qadar, termasuk perempuan yang sedang haid, orang yang sedang bepergian, bahkan orang yang sedang tertidur sekalipun.
Pernyataan itu merujuk pada keterangan Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Lathaiful Ma’arif, [Beirut: Dar Ibn Hazm], halaman 192, sebagai berikut:
قَالَ جُوَيْبِرٌ : قُلْتُ لِلضَّحَّاكِ : أَرَأَيْتَ النُّفَسَاءَ وَ الْحَائِضَ وَ الْمُسَافِرَ وَ النَّائِمَ لَهُمْ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ نَصِيبٌ ؟ قَالَ : نَعَمْ كُلُّ مَنْ تَقَبَّلَ اللهُ عَمَلَهُ سَيُعْطِيهِ نَصِيبَهُ مِنْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Artinya, “Jubair berkata, ‘Aku pernah bertanya kepada Adh-Dhahhak, bagaimana pendapatmu mengenai wanita yang sedang nifas, haid, orang yang bepergian (musafir), dan orang tidur, apakah mereka bisa memperoleh bagian dari Lailaltul Qadar? Jawabnya, ya, mereka masih bisa memperoleh bagian. Setiap orang yang Allah swt menerima amalnya maka Allah swt akan memberikan bagiannya dari Lailatul Qadar,”.
Amalan Malam Lailatul Qadar untuk Wanita Haid
Pengasuh Pondok Pesantren Putri KHAS Kempek, Nyai Hj Tho'atillah Ja'far Aqil, menyarankan beberapa amalan yang bisa dilakukan perempuan haid agar tetap meraih keberkahan Lailatul Qadar.
Berikut beberapa amalan yang dianjurkan.
1. Membaca Surat-Surat Pendek
Wanita yang sedang haid tetap dapat membaca ayat atau surat pendek Al-Qur’an yang biasa digunakan untuk dzikir, seperti surat Al-Ikhlas dan Al-Fatihah.
Surat-surat tersebut sering dibaca sebagai bentuk doa dan dzikir, sehingga tetap dapat diamalkan untuk mendekatkan diri kepada Allah pada malam-malam terakhir Ramadan.
2. Memperbanyak Shalawat kepada Nabi
Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW juga menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan. Shalawat dapat dilakukan kapan saja dan tidak terhalang oleh kondisi haid.
Selain sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi, membaca shalawat juga dipercaya dapat mendatangkan keberkahan dan pahala yang besar.
3. Memperbanyak Sedekah
Amalan lain yang dianjurkan adalah bersedekah. Sedekah bisa dilakukan dalam berbagai bentuk, baik membantu orang yang membutuhkan maupun memberikan sebagian rezeki kepada yang berhak.
Pada bulan Ramadan, pahala sedekah bahkan diyakini akan dilipatgandakan oleh Allah SWT.
4. Diskusi atau Belajar Ilmu Agama
Amalan yang tidak kalah penting adalah melakukan diskusi atau belajar ilmu agama bersama orang-orang saleh atau lingkungan yang mendukung kegiatan keagamaan.
Kegiatan ini bisa dilakukan dengan mengikuti kajian, membaca buku keislaman, atau berdiskusi tentang ilmu agama bersama keluarga maupun teman.
Itulah mengenai beberapa amalan malam Lailatul Qadar untuk wanita haid.
Dengan berbagai amalan tersebut, perempuan yang sedang haid tetap memiliki kesempatan untuk mengisi malam-malam Ramadan dengan kegiatan yang bernilai ibadah.
(ipa)
