Deretan Chip Intel, AMD, dan Qualcomm yang Pamer Performa di CES 2026

PASUNDANEKSPRES.ID - Intel, AMD, serta Qualcomm memanfaatkan panggung CES 2026 untuk meluncurkan generasi terbaru system-on-chip (SoC). Di saat yang sama, sejumlah produsen besar seperti Asus, Dell, HP, Lenovo, hingga Samsung langsung memamerkan jajaran PC terbaru yang ditenagai oleh chip-chip anyar tersebut.
Walau industri teknologi tengah dibayangi potensi kelangkaan DRAM akibat melonjaknya permintaan dari sektor data center berbasis AI, CES 2026 tetap dipenuhi kehadiran berbagai laptop baru, prototipe perangkat unik, serta aksesori pendukung PC. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi masih terus berjalan di industri yang selama ini dianggap sudah cukup matang, sebagaimana dikutip Pasundan Eksprs dari Techspot, Kamis (22/1/2026).
Intel membuka rangkaian pengumuman dengan memperkenalkan Core Ultra Series 3 yang dikenal dengan nama Panther Lake. Platform mobile generasi terbaru ini mencatatkan peningkatan performa yang cukup signifikan, khususnya pada sektor grafis.
Intel mengklaim GPU terintegrasi Arc B390 mengalami lonjakan kinerja hingga 77% dibandingkan Lunar Lake. Sementara itu, performa CPU juga disebut meningkat sekitar 60%, dengan daya tahan baterai yang diklaim mampu bertahan hingga 27 jam untuk aktivitas streaming video.
Qualcomm turut meramaikan persaingan dengan memperluas lini Snapdragon X2 melalui kehadiran varian X2 Plus.
Chip ini diposisikan untuk segmen laptop yang lebih terjangkau, dengan jumlah core CPU yang lebih sedikit dibandingkan X2 Elite. Meski demikian, Snapdragon X2 Plus tetap mengusung arsitektur Oryon generasi terbaru serta NPU dengan kemampuan hingga 80 TOPS. Perangkat yang mengandalkan Snapdragon X2 Plus dijadwalkan mulai hadir di pasaran pada musim semi 2026.
AMD juga tampil agresif dengan meluncurkan Ryzen AI 400 Series yang ditujukan untuk laptop dan desktop. Prosesor ini masih mengandalkan core Zen 5, namun kini dibekali NPU yang lebih bertenaga hingga 60 TOPS, serta dukungan akses memori yang lebih cepat untuk kebutuhan komputasi berbasis AI.
AMD menegaskan posisinya dengan menghadirkan prosesor AI yang secara khusus dirancang untuk desktop, berbeda dengan para pesaing yang lebih berfokus pada segmen laptop.
Dari sisi perangkat, Lenovo berhasil mencuri perhatian lewat deretan produk yang mengusung chip terbaru dari Intel, AMD, dan Qualcomm.
ThinkPad X1 Carbon Gen 14 Aura Edition menjadi salah satu laptop perdana yang menggunakan Core Ultra Series 3, sementara Yoga Slim 7i Ultra Aura Edition menawarkan fleksibilitas dengan pilihan prosesor dari berbagai vendor.
Lenovo juga memamerkan sebuah prototipe laptop gaming dengan layar rollable yang dapat diperluas, dari ukuran 16 inci hingga mencapai 24 inci.
Dell menandai kembalinya lini XPS ke pasar konsumen dengan menghadirkan desain ramping serta layar tandem OLED berukuran 14 inci dan 16 inci, yang seluruhnya ditenagai oleh Core Ultra Series 3.
Tak hanya itu, Dell juga memperluas lini Alienware ke segmen harga yang lebih terjangkau. Selain perangkat gaming, Dell turut memamerkan monitor UltraSharp berukuran 52 inci dengan resolusi 6K yang sudah terintegrasi dengan Thunderbolt Hub.
HP mengambil pendekatan berbeda melalui EliteBoard G1a, sebuah komputer berbasis Ryzen yang seluruh komponen utamanya tertanam langsung di dalam keyboard.
Untuk pasar bisnis, HP memperkenalkan EliteBook X G2 yang tersedia dengan pilihan prosesor dari AMD, Intel, maupun Qualcomm.
Samsung memanfaatkan ajang CES untuk menampilkan Galaxy Z TriFold, ponsel lipat dengan layar hingga 10 inci yang mendekati pengalaman penggunaan PC. Selain itu, Samsung juga memperbarui lini Galaxy Book6 yang kini berbasis Core Ultra Series 3.
Varian Galaxy Book6 Ultra bahkan menawarkan opsi GPU diskrit Nvidia GeForce RTX 5060 dan RTX 5070.
Secara keseluruhan, CES 2026 memperlihatkan persaingan yang semakin ketat di ekosistem PC, mulai dari level chipset hingga perangkat akhir.
Meski tantangan terkait pasokan memori masih membayangi, industri PC terlihat berupaya mempertahankan momentum pertumbuhan setelah mencatatkan kinerja yang cukup positif sepanjang tahun 2025.
(dbm)
