Dunia Game Roblox Mulai “Rem” Game yang Bikin Pemain Terus Scroll, Ada Apa di Balik Treadmill Virtual?

PASUNDANEKSPRES.ID - Dunia game Roblox kembali menghadapi perdebatan soal batas antara hiburan dan kebiasaan digital. Kali ini, Roblox memperketat aturan terhadap permainan yang membuat pemain terus mengonsumsi video atau gambar melalui fitur infinite scroll demi mendapatkan keuntungan di dalam game.
Kebijakan tersebut muncul setelah Roblox menyoroti mekanisme dalam Steal an Egg, sebuah permainan yang sempat mencuri perhatian karena menghadirkan treadmill virtual. Sekilas terlihat seperti fitur biasa dalam game, tetapi treadmill tersebut ternyata memiliki mekanisme yang memungkinkan pemain membuka feed video pendek sambil tetap memperoleh manfaat bagi karakter mereka.
Dikutip dari Polygon, Jumat (27/8/2026), mekanisme tersebut akhirnya menjadi sorotan Roblox karena dinilai menyerupai pola doomscrolling.
Bukan sekadar menonton video, pemain memiliki insentif untuk terus bertahan. Semakin lama mereka berada dalam aktivitas tersebut, semakin besar pula alasan untuk tidak berhenti.
Treadmill Virtual Berubah Jadi Mesin “Scroll”
Dalam Steal an Egg, treadmill virtual menjadi salah satu bagian dari mekanisme permainan. Pemain dapat menggunakannya untuk membantu meningkatkan kemampuan karakter.
Namun, saat berada di treadmill, pemain juga dapat mengakses feed video pendek yang terus berlanjut.
Satu video selesai, muncul video berikutnya.
Tidak perlu keluar dari game. Tidak perlu berpindah aplikasi.
Pemain cukup terus menggulir dan menikmati konten yang tersedia.
Di sinilah persoalannya muncul.
Jika pada platform media sosial pengguna biasanya terdorong untuk terus melihat konten karena rasa penasaran, dalam kasus ini terdapat tambahan motivasi berupa reward dalam permainan.
Akibatnya, aktivitas menonton tidak lagi sekadar hiburan. Sistem permainan ikut memberikan alasan kepada pemain untuk terus melakukannya.
Roblox Mulai Memasang Batas
Roblox kemudian mengambil langkah tegas dengan memperjelas aturan bagi pengembang di platformnya.
Dalam kategori permainan tertentu, pengembang tidak diperbolehkan memberikan hadiah kepada pemain berdasarkan aktivitas menonton feed video atau gambar yang dapat digulir tanpa akhir.
Dengan aturan tersebut, kombinasi antara infinite feed + durasi konsumsi konten + hadiah dalam game menjadi mekanisme yang dibatasi.
Roblox tetap membuka ruang bagi pengembang untuk menggunakan video sebagai bagian dari permainan. Namun, penggunaannya tidak boleh dirancang sedemikian rupa sehingga mendorong pemain terus menonton tanpa titik berhenti yang jelas.
Langkah tersebut juga berkaitan dengan meningkatnya perhatian terhadap perlindungan pengguna muda di platform digital.
Ketika Game Mulai Meniru Media Sosial
Kasus ini memperlihatkan bagaimana batas antara game dan media sosial semakin tipis.
Dulu, pemain masuk ke game untuk bertarung, menyelesaikan misi, mengumpulkan item, atau memenangkan pertandingan.
Kini, game dapat menghadirkan mekanisme yang menyerupai platform video pendek: konten datang tanpa henti, pemain terus menggulir, dan sistem dirancang agar aktivitas tersebut terasa semakin menarik.
Masalahnya, mekanisme seperti ini dapat membuat pengguna kehilangan kesadaran terhadap waktu.
Fenomena tersebut dikenal sebagai doomscrolling kebiasaan terus menggulir dari satu konten ke konten berikutnya meskipun sebenarnya sudah tidak memiliki alasan kuat untuk melanjutkan.
Pada anak-anak, pola seperti itu menjadi perhatian lebih serius karena mereka masih berada dalam tahap membangun kebiasaan menggunakan teknologi.
Bukan Berarti Semua Video di Roblox Dilarang
Kebijakan baru Roblox bukan berarti platform tersebut mengharamkan penggunaan video di dalam game.
Pengembang masih dapat menghadirkan konten video sebagai bagian dari pengalaman bermain. Yang menjadi persoalan adalah bagaimana fitur tersebut dirancang.
Jika video digunakan sekadar sebagai elemen permainan, tentu berbeda dengan sistem yang membuat pemain terus mengonsumsi feed tanpa akhir sambil mengejar hadiah.
Roblox ingin mencegah desain yang mengubah aktivitas menonton menjadi sebuah siklus tanpa ujung.
Pemain menonton.
Mendapat hadiah.
Lalu menonton lagi.
Mendapat hadiah lagi.
Begitu seterusnya.
Perlindungan Anak Kini Tak Hanya Soal Konten
Kasus Steal an Egg memperlihatkan satu hal penting: keselamatan anak di dunia digital bukan hanya persoalan apa yang mereka lihat, tetapi juga bagaimana sebuah platform membuat mereka terus bertahan di sana.
Desain antarmuka, sistem hadiah, notifikasi, rekomendasi konten, dan fitur infinite scroll semuanya dapat memengaruhi perilaku pengguna.
Karena itu, keputusan Roblox memperketat aturan menjadi sinyal bagi para pengembang game bahwa kreativitas dalam membuat permainan juga harus dibarengi dengan tanggung jawab.
Game memang dirancang untuk membuat pemain betah.
Tetapi ketika “betah bermain” mulai berubah menjadi terus menggulir tanpa batas demi mendapatkan reward, garis batasnya menjadi semakin tipis.
Dan Roblox kini memilih untuk menarik garis tersebut lebih tegas.
