Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Gejala Penyakit Campak Jangan Diremehkan, Kenali Tanda Awalnya!

P
Putri MelaniaEditor: Heru Ramdani
|14:15 WIB
Bagikan:
Gejala Penyakit Campak Jangan Diremehkan, Kenali Tanda Awalnya!
Gambar: Seseorang yang terkena penyakit campak. (Sumber: Bilanol (Getty Images)/Canva)

PASUNDANEKSPRES.ID - Linimasa media sosial kembali diramaikan oleh isu kesehatan yang sedang marak di Indonesia. Kali ini tentang gejala penyakit campak yang dianggap sepele, padahal risikonya tidak main-main.

Perbincangan ini bermula dari unggahan selebgram sekaligus TikToker, Ruce Nuenda, yang diduga tetap beraktivitas di luar rumah saat mengalami gejala campak.

Unggahan itu sontak memicu amarah warganet, terutama soal pemahaman campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular.

Penyakit campak bukan sekadar ruam biasa yang hilang dalam beberapa hari saja. Penyakit ini disebabkan virus Morbillivirus dari keluarga Paramyxoviridae dan tergolong infeksi akut yang penularannya sangat cepat.

Informasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyebutkan bahwa campak termasuk Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I), namun masih bisa menyerang bila imunisasi tidak lengkap.

Gejala Penyakit Campak yang Muncul Bertahap

Gejala penyakit campak umumnya muncul 10 hingga 14 hari setelah paparan virus. Pada tahap awal, tanda-tandanya sering menyerupai flu berat sehingga kerap tidak disadari.

Berikut gejala awal yang biasanya muncul pada hari pertama hingga keempat:

  • Demam tinggi yang datang tiba-tiba dan sulit turun
  • Batuk kering yang menetap
  • Pilek disertai hidung tersumbat
  • Mata merah dan berair (konjungtivitis)
  • Tubuh lemas dan nafsu makan menurun

Memasuki fase lanjutan, gejala penyakit campak menjadi lebih khas dan mudah dikenali.

Ruam kemerahan mulai terlihat dari wajah, terutama di belakang telinga, lalu menyebar ke leher, dada, punggung, hingga kaki. Saat ruam muncul, suhu tubuh sering kali justru meningkat.

Satu tanda yang sangat spesifik adalah munculnya Koplik spot, yaitu bintik putih kecil di bagian dalam pipi.
Bintik ini biasanya terlihat sebelum ruam menyebar luas dan menjadi petunjuk penting dalam menegakkan diagnosis campak.

Cara Penularan dan Risiko Komplikasi

Gejala penyakit campak berkaitan erat dengan cara penularannya yang agresif.

Virus menyebar melalui:

  • Percikan droplet saat penderita batuk atau bersin
  • Kontak langsung dengan cairan tubuh penderita
  • Permukaan benda yang terkontaminasi virus

Virus campak dapat bertahan di udara atau di permukaan benda selama beberapa jam. Kondisi ini membuat penyebarannya sulit dikendalikan jika penderita tetap beraktivitas di ruang publik.

Campak juga tidak berhenti pada demam dan ruam. Sejumlah komplikasi bisa terjadi, terutama pada anak dengan imunisasi tidak lengkap atau daya tahan tubuh lemah.

Komplikasi yang perlu diwaspadai meliputi:

  • Diare berat yang menyebabkan dehidrasi
  • Pneumonia atau radang paru-paru
  • Ensefalitis atau radang otak
  • Gangguan penglihatan hingga kebutaan
  • Gizi buruk akibat penurunan asupan makan

Bayi di atas usia satu tahun yang belum mendapat imunisasi, anak tanpa vaksin lengkap, serta remaja dan dewasa muda tanpa dosis kedua vaksin termasuk kelompok rentan.

Mengenali gejala penyakit campak sejak dini membantu mencegah penularan lebih luas dan menekan risiko komplikasi.

Istirahat di rumah saat sakit, membatasi kontak dengan orang lain, serta memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika demam tinggi tak kunjung turun menjadi langkah penting.

Gejala penyakit campak ini bukanlah hal yang sepele. Tanda awal yang terlihat ringan bisa berkembang cepat dan memicu kondisi serius bila diabaikan.

(pm)

Berita Terbaru

Pojokan 329: Kongres Pesugihan

Pojokan 329: Kongres Pesugihan

Opini8 jam lalu
Lantik 3 Pejabat Baru, Jeje: Tempatkan Aparatur Sesuai Kebutuhan Organisasi

Lantik 3 Pejabat Baru, Jeje: Tempatkan Aparatur Sesuai Kebutuhan Organisasi

Bandung Barat10 jam lalu
Antisipasi Banjir, Dinas Perkim Cek Saluran Air dan Irigasi Perumahan

Antisipasi Banjir, Dinas Perkim Cek Saluran Air dan Irigasi Perumahan

Purwakarta10 jam lalu
Dinas PUPR Subang Targetkan Proyek Jalan Rampung November

Dinas PUPR Subang Targetkan Proyek Jalan Rampung November

Subang10 jam lalu
ADVERTISEMENT
Boyke Keturunan Pendiri Purwakarta Rencanakan Gelar Haul Dalem Santri

Boyke Keturunan Pendiri Purwakarta Rencanakan Gelar Haul Dalem Santri

Purwakarta10 jam lalu
Polisi Selidiki Pembegalan Pelajar di Rawamerta Karawang, Ini Perkembangan Terbarunya!

Polisi Selidiki Pembegalan Pelajar di Rawamerta Karawang, Ini Perkembangan Terbarunya!

Karawang11 jam lalu
Lagi, KPPBC Purwakarta dan Satpol PP Temukan 13.560 Batang Rokok Ilegal di Jalur Subang-Cibogo

Lagi, KPPBC Purwakarta dan Satpol PP Temukan 13.560 Batang Rokok Ilegal di Jalur Subang-Cibogo

Headline11 jam lalu
Pabrik Mobil Listrik BYD di Subang Didemo Warga, Soroti Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Pabrik Mobil Listrik BYD di Subang Didemo Warga, Soroti Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Headline12 jam lalu
Deklarasi Damai Pilkades Subang, Bupati Reynaldy Minta Semua Pihak Jaga Kondusivitas

Deklarasi Damai Pilkades Subang, Bupati Reynaldy Minta Semua Pihak Jaga Kondusivitas

Headline12 jam lalu
Cara Matikan Fitur Unduh Otomatis File di WhatsApp, Bisa Hemat Memori HP

Cara Matikan Fitur Unduh Otomatis File di WhatsApp, Bisa Hemat Memori HP

Lifestyle13 jam lalu