Gejala Penyakit Campak Jangan Diremehkan, Kenali Tanda Awalnya!

PASUNDANEKSPRES.ID - Linimasa media sosial kembali diramaikan oleh isu kesehatan yang sedang marak di Indonesia. Kali ini tentang gejala penyakit campak yang dianggap sepele, padahal risikonya tidak main-main.
Perbincangan ini bermula dari unggahan selebgram sekaligus TikToker, Ruce Nuenda, yang diduga tetap beraktivitas di luar rumah saat mengalami gejala campak.
Unggahan itu sontak memicu amarah warganet, terutama soal pemahaman campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular.
Penyakit campak bukan sekadar ruam biasa yang hilang dalam beberapa hari saja. Penyakit ini disebabkan virus Morbillivirus dari keluarga Paramyxoviridae dan tergolong infeksi akut yang penularannya sangat cepat.
Informasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyebutkan bahwa campak termasuk Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I), namun masih bisa menyerang bila imunisasi tidak lengkap.
Gejala Penyakit Campak yang Muncul Bertahap
Gejala penyakit campak umumnya muncul 10 hingga 14 hari setelah paparan virus. Pada tahap awal, tanda-tandanya sering menyerupai flu berat sehingga kerap tidak disadari.
Berikut gejala awal yang biasanya muncul pada hari pertama hingga keempat:
- Demam tinggi yang datang tiba-tiba dan sulit turun
- Batuk kering yang menetap
- Pilek disertai hidung tersumbat
- Mata merah dan berair (konjungtivitis)
- Tubuh lemas dan nafsu makan menurun
Memasuki fase lanjutan, gejala penyakit campak menjadi lebih khas dan mudah dikenali.
Ruam kemerahan mulai terlihat dari wajah, terutama di belakang telinga, lalu menyebar ke leher, dada, punggung, hingga kaki. Saat ruam muncul, suhu tubuh sering kali justru meningkat.
Satu tanda yang sangat spesifik adalah munculnya Koplik spot, yaitu bintik putih kecil di bagian dalam pipi.
Bintik ini biasanya terlihat sebelum ruam menyebar luas dan menjadi petunjuk penting dalam menegakkan diagnosis campak.
Cara Penularan dan Risiko Komplikasi
Gejala penyakit campak berkaitan erat dengan cara penularannya yang agresif.
Virus menyebar melalui:
- Percikan droplet saat penderita batuk atau bersin
- Kontak langsung dengan cairan tubuh penderita
- Permukaan benda yang terkontaminasi virus
Virus campak dapat bertahan di udara atau di permukaan benda selama beberapa jam. Kondisi ini membuat penyebarannya sulit dikendalikan jika penderita tetap beraktivitas di ruang publik.
Campak juga tidak berhenti pada demam dan ruam. Sejumlah komplikasi bisa terjadi, terutama pada anak dengan imunisasi tidak lengkap atau daya tahan tubuh lemah.
Komplikasi yang perlu diwaspadai meliputi:
- Diare berat yang menyebabkan dehidrasi
- Pneumonia atau radang paru-paru
- Ensefalitis atau radang otak
- Gangguan penglihatan hingga kebutaan
- Gizi buruk akibat penurunan asupan makan
Bayi di atas usia satu tahun yang belum mendapat imunisasi, anak tanpa vaksin lengkap, serta remaja dan dewasa muda tanpa dosis kedua vaksin termasuk kelompok rentan.
Mengenali gejala penyakit campak sejak dini membantu mencegah penularan lebih luas dan menekan risiko komplikasi.
Istirahat di rumah saat sakit, membatasi kontak dengan orang lain, serta memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika demam tinggi tak kunjung turun menjadi langkah penting.
Gejala penyakit campak ini bukanlah hal yang sepele. Tanda awal yang terlihat ringan bisa berkembang cepat dan memicu kondisi serius bila diabaikan.
(pm)
