Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Larangan Cium Bayi saat Lebaran: Waspadai Risiko Kesehatan Si Kecil!

P
Putri MelaniaEditor: Putri Melania
|09:00 WIB
Bagikan:
Larangan Cium Bayi saat Lebaran: Waspadai Risiko Kesehatan Si Kecil!
Ilustrasi Ibu mencium bayinya. (Sumber: Galina Zhigalova/Canva)

PASUNDANEKSPRES.ID - Suasana Lebaran selalu identik dengan silaturahmi dan pertemuan keluarga besar. Bayi sering menjadi pusat perhatian karena tingkahnya yang menggemaskan.

Kebiasaan mencium bayi pun kerap dianggap sebagai bentuk kasih sayang. Namun, larangan cium bayi saat Lebaran mulai banyak disampaikan tenaga medis karena risiko kesehatan yang tidak bisa dianggap sepele.

Larangan cium bayi saat Lebaran muncul seiring meningkatnya kasus penyakit menular, termasuk campak.

Kontak dekat seperti mencium bayi berpotensi menjadi jalur penyebaran virus dan bakteri, terutama di tengah mobilitas tinggi dan interaksi yang padat.

Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Piprim Basarah Yanuarso, mengingatkan pentingnya menjaga bayi dari paparan orang yang tidak dikenal atau sedang sakit.

"Apalagi Lebaran itu ketemu banyak orang ya, para orang tua harus menjaga baik-baik bayinya, terutama dari orang yang tidak dikenal ya," ungkapnya dikutip dari detikhealth.

Situasi Lebaran membuat interaksi terjadi dalam jumlah besar, sehingga risiko penularan semakin terbuka.

Larangan Cium Bayi Saat Lebaran dan Risiko Penularan

Larangan cium bayi saat Lebaran bukan tanpa alasan. Sistem kekebalan tubuh bayi masih belum berkembang sempurna sehingga lebih rentan terhadap infeksi.

Kontak sederhana seperti ciuman bisa membawa berbagai virus dan bakteri ke tubuh bayi.

Berikut beberapa penyakit yang dapat menular melalui ciuman atau kontak dekat:

1. Campak

Penyakit menular ini lagi marak di Indonesia! Virus campak menyebar melalui droplet dan bisa bertahan di udara hingga dua jam.

Paparan singkat saja sudah cukup untuk menularkan penyakit ini kepada bayi.

2. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

Penularan terjadi melalui batuk, bersin, atau kontak dekat. Gejala dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan serius pada bayi.

3. Herpes Simplex Virus (HSV-1)

Virus ini dapat menular lewat ciuman.

Pada bayi, infeksi bisa menyebabkan luka di sekitar mulut, demam, hingga kondisi yang lebih serius.

4. Cacar air

Virus varisela zoster menyebar melalui udara dan kontak langsung. Bayi yang terinfeksi bisa mengalami demam dan ruam yang mengganggu.

5. Meningitis

Infeksi pada selaput otak ini bisa disebabkan oleh bakteri atau virus. Kondisi ini berbahaya karena dapat memicu kejang dan penurunan kesadaran.

6. Daya tahan tubuh bayi yang masih lemah

Paparan kuman dari tangan atau wajah orang lain bisa memicu infeksi, terutama jika kebersihan tidak terjaga.

Cara Melindungi Bayi Selama Silaturahmi

Larangan cium bayi saat Lebaran dapat diterapkan secara bijak tanpa mengurangi makna silaturahmi.

Orang tua perlu menyampaikan batasan secara sopan kepada keluarga maupun tamu.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  • Hindari kontak langsung seperti mencium atau menyentuh wajah bayi
  • Pastikan orang yang ingin menggendong bayi dalam kondisi sehat
  • Biasakan mencuci tangan sebelum menyentuh bayi
  • Gunakan penutup atau selimut ringan saat berada di keramaian
  • Batasi interaksi bayi di tempat yang terlalu padat

Komunikasi yang baik membantu menjaga kenyamanan bersama tanpa menimbulkan kesalahpahaman. Fokus utama tetap pada perlindungan kesehatan bayi.

Peran Orangtua dalam Pencegahan

Larangan cium bayi saat Lebaran menjadi bagian dari upaya pencegahan yang lebih luas.

Orang tua memiliki peran penting dalam memastikan kondisi bayi tetap aman selama perjalanan maupun saat berkumpul.

  • Pastikan imunisasi bayi sesuai jadwal
  • Tunda perjalanan jika bayi sedang sakit
  • Segera periksa ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala seperti demam atau ruam
  • Perhatikan kebersihan lingkungan sekitar bayi

Langkah sederhana ini membantu menekan risiko penularan penyakit di tengah aktivitas Lebaran.

Larangan cium bayi saat Lebaran bukan untuk membatasi kehangatan keluarga, melainkan bentuk perlindungan terhadap kondisi bayi yang masih rentan.

Kebiasaan kecil yang dijaga sejak awal dapat mencegah risiko yang lebih besar selama masa silaturahmi.

(pm)

Berita Terbaru

Pojokan 329: Kongres Pesugihan

Pojokan 329: Kongres Pesugihan

Opini8 jam lalu
Lantik 3 Pejabat Baru, Jeje: Tempatkan Aparatur Sesuai Kebutuhan Organisasi

Lantik 3 Pejabat Baru, Jeje: Tempatkan Aparatur Sesuai Kebutuhan Organisasi

Bandung Barat10 jam lalu
Antisipasi Banjir, Dinas Perkim Cek Saluran Air dan Irigasi Perumahan

Antisipasi Banjir, Dinas Perkim Cek Saluran Air dan Irigasi Perumahan

Purwakarta10 jam lalu
Dinas PUPR Subang Targetkan Proyek Jalan Rampung November

Dinas PUPR Subang Targetkan Proyek Jalan Rampung November

Subang10 jam lalu
ADVERTISEMENT
Boyke Keturunan Pendiri Purwakarta Rencanakan Gelar Haul Dalem Santri

Boyke Keturunan Pendiri Purwakarta Rencanakan Gelar Haul Dalem Santri

Purwakarta10 jam lalu
Polisi Selidiki Pembegalan Pelajar di Rawamerta Karawang, Ini Perkembangan Terbarunya!

Polisi Selidiki Pembegalan Pelajar di Rawamerta Karawang, Ini Perkembangan Terbarunya!

Karawang11 jam lalu
Lagi, KPPBC Purwakarta dan Satpol PP Temukan 13.560 Batang Rokok Ilegal di Jalur Subang-Cibogo

Lagi, KPPBC Purwakarta dan Satpol PP Temukan 13.560 Batang Rokok Ilegal di Jalur Subang-Cibogo

Headline11 jam lalu
Pabrik Mobil Listrik BYD di Subang Didemo Warga, Soroti Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Pabrik Mobil Listrik BYD di Subang Didemo Warga, Soroti Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Headline12 jam lalu
Deklarasi Damai Pilkades Subang, Bupati Reynaldy Minta Semua Pihak Jaga Kondusivitas

Deklarasi Damai Pilkades Subang, Bupati Reynaldy Minta Semua Pihak Jaga Kondusivitas

Headline12 jam lalu
Cara Matikan Fitur Unduh Otomatis File di WhatsApp, Bisa Hemat Memori HP

Cara Matikan Fitur Unduh Otomatis File di WhatsApp, Bisa Hemat Memori HP

Lifestyle13 jam lalu