Mahasiswa KKN Universitas Bhakti Kencana Giatkan Perlawanan terhadap Diabetes di Mandalawangi

Tim Penulis KKN 2 Universitas Bhakti Kencana
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Bhakti Kencana, yang berlokasi di Dusun 2, Desa Mandalawangi, meluncurkan inisiatif ganda untuk mengatasi masalah diabetes mellitus (DM) di kalangan masyarakat setempat. Program ini mencakup edukasi melalui budidaya Tanaman Obat Keluarga (Toga) dan layanan pengecekan kesehatan gratis.
Kegiatan ini dipicu oleh temuan mengejutkan dari hasil pemeriksaan kesehatan. Dari 104 warga yang mengikuti tes, beberapa ditemukan memiliki kadar gula darah yang
sangat tinggi. Bahkan, ada satu kasus ekstrem di RW 3 dengan kadar gula darah mencapai 653 mg/dL, serta kasus lain di RW 10 yang menunjukkan hasil 340 mg/dL pada warga dengan riwayat DM.
Tim KKN, yang beranggotakan 18 mahasiswa, merespons temuan ini dengan memproduksi buku saku yang berisi panduan lengkap tentang pemanfaatan Toga untuk antidiabetes. Buku ini menjadi panduan praktis bagi warga untuk mengenal dan mengolah berbagai tanaman herbal yang umum, seperti lidah buaya, temulawak, jahe, kunyit, sambiloto, daun kelor, serai, kumis kucing, dan binahong.
Selain itu, tim juga menggelar pengecekan kesehatan gratis pada 15 dan 18 Agustus 2025, yang mencakup tiga RW. Kegiatan ini disambut antusias oleh warga, terutama karena banyak di antara mereka yang belum pernah melakukan pengecekan gula darah sebelumnya. Selama kegiatan, mahasiswa tidak hanya melakukan pemeriksaan, tetapi juga memberikan edukasi mendalam mengenai bahaya DM dan cara penanggulangannya bagi mereka yang terdeteksi memiliki kadar gula darah tinggi.
Untuk melengkapi rangkaian kegiatan, pada tanggal 26 Agustus, tim KKN mengadakan penyuluhan tentang diabetes mellitus yang disampaikan oleh dosen pembimbing. Acara ini dihadiri oleh para aparatur desa dan warga, menambah bobot edukasi dan memperkuat kerja sama antara universitas dan masyarakat.
Dampak dari program ini dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Warga menjadi lebih sadar akan kondisi kesehatan mereka dan termotivasi untuk memulai gaya hidup yang lebih sehat. "Dengan adanya kegiatan pengecekan gratis ini, warga sangat terbantu," kata Ketua RW 10. "Kami jadi tahu kadar gula darah masing-masing dan bisa langsung mengambil langkah pencegahan atau pengobatan jika diperlukan."
Melalui program ini, mahasiswa Universitas Bhakti Kencana berharap dapat meningkatkan pengetahuan dan kemandirian kesehatan di Dusun 2. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal yang signifikan menuju desa yang lebih mandiri dan sehat, dengan mengoptimalkan sumber daya alam yang tersedia di lingkungan mereka.(*)
