Memahami Perbedaan Zakat Mal dan Zakat Fitrah Beserta Ketentuannya

PASUNDANEKSPRES.ID - Perbedaan zakat mal dengan zakat fitrah menjadi hal yang penting yang tentunya wajib dipahami dalam kehidupan seorang muslim. Zakat tidak hanya berkaitan dengan kewajiban tahunan menjelang Idulfitri, tetapi juga menyangkut harta yang dimiliki sepanjang tahun.
Dalam ajaran Islam, zakat itu terbagi dua jenis yakni zakat fitrah dan zakat mal. Kedua jenis zakat ini sama-sama memiliki tujuan khusus untuk membersihkan diri dan harta sekaligus membantu sesama yang membutuhkan.
Meski memiliki tujuan yang sama, perbedaan zakat mal terlihat dari objek, waktu pelaksanaan, hingga cara menghitungnya.
Zakat mal dikenal sebagai zakat harta. Istilah “maal” dalam bahasa Arab merujuk pada sesuatu yang bernilai dan menjadi milik manusia.
Dalam hukum Islam, zakat mal berarti kewajiban mengeluarkan sebagian harta tertentu yang telah memenuhi syarat seperti nisab dan haul.
Ketentuan Zakat Mal dan Perbedaannya dengan Zakat Fitrah
Perbedaan zakat mal akan lebih mudah dipahami ketika melihat ketentuan dan jenis harta yang termasuk dalam zakat tersebut.
Jenis harta yang wajib dizakati dalam zakat mal antara lain:
- Emas dan perak
- Uang tunai dan tabungan
- Hasil perdagangan atau usaha
- Hasil pertanian dan perkebunan
- Hasil peternakan dan perikanan
- Hasil pertambangan
- Penghasilan dari pekerjaan atau profesi
- Investasi seperti saham atau surat berharga
- Harta temuan atau rikaz
Setiap harta tersebut memiliki ketentuan tersendiri terkait batas minimal atau nisab sebelum wajib dikeluarkan zakatnya.
Syarat wajib zakat mal juga perlu diperhatikan agar pelaksanaannya sah secara syariat.
Beberapa syarat tersebut antara lain:
- Harta merupakan milik penuh pemiliknya
- Harta diperoleh melalui cara yang halal
- Harta bersifat berkembang atau produktif
- Harta telah mencapai nisab
- Harta dimiliki selama satu tahun atau haul (kecuali hasil pertanian)
- Harta terbebas dari utang yang mengurangi nisab
Selain syarat, besaran nisab juga menjadi bagian penting dalam perhitungan zakat mal.
Beberapa contoh nisab zakat mal antara lain:
- Emas: setara 85 gram
- Perak: setara 595 gram
- Tabungan atau uang: setara nilai 85 gram emas
- Hasil pertanian: sekitar 653 kilogram hasil panen
- Penghasilan atau profesi: setara 520 kilogram beras
Setelah mengetahui nisab, langkah berikutnya adalah menghitung nilai harta bersih.
Perhitungan ini dilakukan dengan mengurangi total harta yang dimiliki oleh utang atau kewajiban lain yang harus dibayar.
Besaran zakat mal umumnya sebesar 2,5 persen dari total harta bersih yang telah mencapai nisab dan haul.
Berikut simulasi zakat mal yang dikutip dari laman Baznas:
Jika batas nisab zakat penghasilan tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp91.681.728 per tahun atau sekitar Rp7.640.144 per bulan, maka seseorang yang memiliki pendapatan di atas jumlah tersebut sudah berkewajiban mengeluarkan zakat penghasilan sebesar 2,5%.
Sebagai contoh, seseorang memperoleh penghasilan Rp15.000.000 setiap bulan, atau Rp180.000.000 dalam setahun.
Karena jumlah ini sudah melebihi nisab bulanan yaitu Rp7.640.144, maka seseorang tersebut wajib menunaikan zakat penghasilan.
Perhitungan zakatnya adalah:
- 2,5% × Rp15.000.000 = Rp375.000
Artinya, zakat penghasilan yang harus dibayarkan Bapak Fulan adalah Rp375.000 setiap bulan.
Jika dihitung dalam satu tahun:
- 2,5% × Rp180.000.000 = Rp4.500.000 per tahun.
Perbedaan zakat mal juga terlihat jelas ketika dibandingkan langsung dengan zakat fitrah.
Link untuk menghitung besaran zakat yang harus dibayarkan: https://baznas.go.id/kalkulatorzakat
Berikut perbedaan zakat mal dan zakat fitrah secara ringkas:
Objek zakat
- Zakat fitrah: diri setiap Muslim
- Zakat mal: harta atau kekayaan
Besaran zakat
- Zakat fitrah: sekitar 2,5 kg makanan pokok per orang
- Zakat mal: sekitar 2,5% dari harta yang mencapai nisab
Bentuk pembayaran
- Zakat fitrah: makanan pokok atau uang setara
- Zakat mal: uang atau harta sesuai jenisnya
Waktu pelaksanaan
- Zakat fitrah: bulan Ramadan sebelum salat Idulfitri
- Zakat mal: ketika harta mencapai nisab dan haul
Perbedaan zakat mal tidak hanya berkaitan dengan jumlah harta yang dikeluarkan, tetapi juga tentang tanggung jawab sosial dalam Islam.
Zakat menjadi sarana berbagi rezeki sekaligus menjaga keseimbangan dalam masyarakat.
(pm)
