Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Microsoft Gunakan AI untuk Paksa Update Windows 11, Aman atau Berisiko?

F
Fahrizal Abdul MEditor: Dobi Maulana
|16:02 WIB
Bagikan:
Microsoft Gunakan AI untuk Paksa Update Windows 11, Aman atau Berisiko?
Microsoft dorong update Windows 11 pakai AI, pengguna khawatir risiko bug dan error sistem. (Foto: Microsoft)

PASUNDANEKSPRES.ID - Microsoft kembali memicu kontroversi di tengah kondisi sistem pembaruan Windows yang belakangan dinilai kurang stabil.

Perusahaan teknologi tersebut mengonfirmasi bahwa pembaruan besar terbaru untuk Windows 11 akan didorong secara paksa kepada sebagian besar penggunanya.

Keputusan ini menimbulkan perdebatan, karena proses pembaruan yang cukup sensitif justru dipercayakan pada teknologi machine learning. Sementara itu, kecerdasan buatan yang mereka kembangkan sendiri masih kerap dianggap belum sepenuhnya dapat diandalkan untuk menangani tugas-tugas krusial.

Mengacu pada jadwal terbaru, update Windows 11 versi 25H2 akan segera didistribusikan secara luas. Target utamanya adalah perangkat yang masih menggunakan versi 24H2, khususnya edisi Home dan Pro.

Versi 24H2 sendiri dijadwalkan mencapai akhir masa dukungan pada 13 Oktober 2026. Di sisi lain, versi 25H2 yang dirilis pada Oktober 2025 direncanakan tetap mendapatkan dukungan hingga 12 Oktober 2027.

Langkah ini memperlihatkan ambisi Microsoft untuk mempercepat migrasi pengguna ke versi sistem operasi yang lebih baru.

Kini, perusahaan mengandalkan pendekatan berbasis machine learning untuk mengunduh sekaligus memasang pembaruan secara otomatis.

Mekanisme ini akan diterapkan pada seluruh perangkat yang memenuhi persyaratan, kecuali komputer yang berada di bawah pengelolaan admin IT di lingkungan perusahaan besar.

Microsoft menyebutkan bahwa pembaruan ke versi 25H2 hanya akan dilakukan jika perangkat dinilai sudah siap secara hardware. Namun, mereka tidak menjelaskan secara rinci parameter kesiapan yang dimaksud.

Pengguna tidak perlu melakukan langkah apa pun karena seluruh proses berjalan otomatis. Meski demikian, mereka tetap diberi opsi untuk menentukan waktu restart atau menunda pembaruan dalam batas waktu tertentu.

Melihat rekam jejak Microsoft yang cukup sering menghadapi masalah dalam pembaruan, penyerahan proses ini kepada sistem machine learning dinilai cukup berisiko.

Bahkan, pembaruan rutin bulanan belakangan kerap menimbulkan gangguan hingga gagal terpasang di perangkat pengguna.

CEO Microsoft, Satya Nadella, dikabarkan sempat tersinggung dengan julukan “Microslop” yang dilontarkan oleh para kritikus di internet.

Situasi tersebut membuat para engineer Microsoft mulai mempertimbangkan kembali pendekatan mereka dalam mengembangkan kode untuk sistem operasi Windows.

Sementara itu, sistem AI Copilot buatan Microsoft sebenarnya sudah memiliki peringatan bahwa penggunaan teknologi tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna.

Ironisnya, tim Windows Update justru berencana memanfaatkan teknologi serupa untuk mendorong pembaruan ke jutaan perangkat pengguna, sebagaimana dikutip PASUNDAN EKSPRES dari Techspot, Jumat (10/4/2026).

Bagi pengguna tingkat lanjut yang merasa khawatir, solusi sementara yang dapat dipertimbangkan adalah menggunakan software pihak ketiga untuk memblokir pembaruan Windows.

Menonaktifkan pembaruan otomatis untuk sementara waktu tampaknya menjadi pilihan yang lebih aman dibanding harus menghadapi risiko kerusakan sistem akibat update yang bermasalah.

Berita Terbaru

Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Lifestyle21 menit lalu
Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Subang34 menit lalu
Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Lifestyle47 menit lalu
Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Lifestyle1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Nasional1 jam lalu
Usulan WFA saat Libur Nataru 2026 untuk Urai Kemacetan, Kemenhub Bidik 3 Tanggal Ini

Usulan WFA saat Libur Nataru 2026 untuk Urai Kemacetan, Kemenhub Bidik 3 Tanggal Ini

Nasional1 jam lalu
Capai Rp 158 Miliar, Pemerintah Beri Bonus untuk Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026

Capai Rp 158 Miliar, Pemerintah Beri Bonus untuk Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026

Nasional1 jam lalu
DPRD Subang Dorong Solusi Banjir Pantura, Setiap Musim Hujan Jadi Ancaman

DPRD Subang Dorong Solusi Banjir Pantura, Setiap Musim Hujan Jadi Ancaman

Headline1 jam lalu
Bareskrim Bongkar Gudang Pakaian Bekas Impor Ilegal di Subang, 1.257 Bal Ditaksir Rp15 Miliar

Bareskrim Bongkar Gudang Pakaian Bekas Impor Ilegal di Subang, 1.257 Bal Ditaksir Rp15 Miliar

Subang2 jam lalu
Disdikbud Subang Sebar Metode GASING ke Enam Komisariat, Pelatihan Ditargetkan Tuntas 15 Hari

Disdikbud Subang Sebar Metode GASING ke Enam Komisariat, Pelatihan Ditargetkan Tuntas 15 Hari

Headline2 jam lalu