Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Panas! Netizen Korea Selatan Semakin Diserbu SEAblings di X Tanpa Henti

P
Putri MelaniaEditor: Heru Ramdani
|18:37 WIB
Bagikan:
Panas! Netizen Korea Selatan Semakin Diserbu SEAblings di X Tanpa Henti
Gambar: Meme perdebatan netizen Korea Selatan dengan ASEAN yang ramai di X. (Sumber: X)

PASUNDANEKSPRES.ID - Riuh linimasa X mendadak terasa lebih panas dari biasanya. Netizen Korea Selatan jadi sorotan setelah perdebatan soal konser DAY6 di Malaysia berubah arah menjadi saling sindir antarnegara.

Bukan lagi sekadar soal aturan konser, percikan emosi melebar menjadi isu sensitif yang menyeret identitas, budaya, hingga kebanggaan kawasan Asia Tenggara.

Netizen Korea Selatan ramai diperbincangkan sejak unggahan tentang dugaan pelanggaran aturan konser viral dan memancing respons berantai.

Alih-alih mereda, perdebatan justru menjelma jadi konflik terbuka antara warganet Korea dengan Asia Tenggara seperti Malaysia, Indonesia, Thailand, Filipina, hingga Vietnam yang disebut SEAblings (Siblings).

Awal Mula Keributan Konser DAY6 di Malaysia

Konflik bermula dari konser DAY6 yang digelar pada 31 Januari 2026 di Axiata Arena, Kuala Lumpur. Seorang fansite master asal Korea Selatan kedapatan membawa kamera profesional berlensa panjang ke dalam area konser.

Padahal, aturan penyelenggara sudah jelas melarang penggunaan kamera profesional demi kenyamanan penonton dan perlindungan hak cipta.

Aksi tersebut direkam oleh penonton lokal dan diunggah ke X.

Sontak, video itu cepat menyebar dan memicu diskusi panjang. Sebagian warganet Malaysia menilai tindakan tersebut sebagai bentuk ketidakpatuhan terhadap aturan negara tuan rumah.

Situasi sempat mereda setelah oknum fansite disebut telah menyampaikan permintaan maaf. Namun api kembali tersulut ketika sejumlah penggemar asal Korea Selatan menunjukkan ketidakpuasan.

Netizen Korea Selatan tertentu bahkan menyiratkan bahwa idol K-pop seharusnya lebih “diutamakan” untuk penggemar dari negara asalnya.

Pernyataan itu dianggap meremehkan penggemar internasional yang selama ini turut membesarkan industri K-pop secara global.

Netizen Korea Selatan dan Gelombang Tuduhan Rasis

Perdebatan yang awalnya soal teknis konser berubah menjadi saling serang bernada rasial.

Beberapa akun yang diduga berasal dari Korea Selatan melontarkan komentar merendahkan fisik, bahasa, hingga kondisi ekonomi negara-negara Asia Tenggara.

Netizen Korea Selatan yang terlibat adu argumen juga menyinggung bahwa penggemar di Asia Tenggara menyukai K-pop karena tidak memiliki idola dari negaranya sendiri.

Ucapan itu langsung dibalas warganet Indonesia dan negara lain. Indonesia yang biasanya terlibat debat sengit dengan Malaysia justru kali ini berdiri di sisi yang sama. 

Linimasa dipenuhi klip penyanyi ternama seperti Shanty, Ratu, Lyodra, Nassar, Wali, hingga girl group no na sebagai bentuk bantahan bahwa industri musik lokal punya warna dan kekuatan sendiri.

no na Diserang, Netizen Asia Tenggara Kompak Membela

Puncak kemarahan terjadi ketika seorang pengguna dari Korea mengunggah tangkapan layar video klip no na yang menampilkan latar sawah.

Caption bernada merendahkan menyebut produksi itu seolah dilakukan karena tidak mampu menyewa set mahal.

Unggahan tersebut dianggap melecehkan latar agraris yang menjadi bagian penting kehidupan banyak masyarakat Asia Tenggara. Sawah bukan simbol kemiskinan, melainkan identitas dan sumber penghidupan.

Netizen Indonesia merespons secara kreatif. Balasan tidak hanya dalam bahasa Inggris, tetapi juga memakai bahasa daerah seperti Jawa, Batak, hingga aksara kuno.

Warganet Filipina, Thailand, dan Vietnam ikut turun tangan. Meme, utas panjang, hingga video klarifikasi beredar luas. Netizen Korea Selatan yang sebelumnya agresif mulai mendapat tekanan balik dari berbagai arah.

Netizen Korea Selatan Jadi Sorotan Global

Hingga Rabu (11/2/2026), perdebatan masih berlangsung. Netizen Korea Selatan terus menjadi topik hangat, sementara solidaritas Asia Tenggara semakin kuat.

Banyak warganet menyoroti bahwa persoalan sederhana bisa membesar ketika dibumbui sentimen superioritas.

Peristiwa ini memperlihatkan betapa cepatnya percakapan di X berubah menjadi konflik lintas negara.

Satu pelanggaran aturan konser berkembang menjadi debat panjang soal rasa hormat, budaya, dan harga diri.

Netizen Korea Selatan mungkin tidak mewakili keseluruhan masyarakatnya, tetapi kegaduhan ini sudah terlanjur menjadi konsumsi publik internasional.

(pm)

Berita Terbaru

Daftar HP Samsung Terbaru 2026 Lengkap dengan Spesifikasi dan Harga Oktober

Daftar HP Samsung Terbaru 2026 Lengkap dengan Spesifikasi dan Harga Oktober

Lifestyle10 jam lalu
Mantan Kepala SMPN 2 Ngamprah Wajib Kembalikan Rp 159 Juta dalam 60 Hari

Mantan Kepala SMPN 2 Ngamprah Wajib Kembalikan Rp 159 Juta dalam 60 Hari

Bandung Barat12 jam lalu
Dede Hidayat, Cakades Cijambe Nomor 4 Usung Visi Cijambe Bermartabat

Dede Hidayat, Cakades Cijambe Nomor 4 Usung Visi Cijambe Bermartabat

Subang12 jam lalu
Panitia Pilkades Cibogo Segera Tetapkan DPS

Panitia Pilkades Cibogo Segera Tetapkan DPS

Subang12 jam lalu
ADVERTISEMENT
BAZNAS dan BPBD Subang Bersinergi, Perkuat Penanganan Bencana dan Bantuan Kemanusiaan

BAZNAS dan BPBD Subang Bersinergi, Perkuat Penanganan Bencana dan Bantuan Kemanusiaan

Subang12 jam lalu
Manfaatkan Waktu Istirahat, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang Bermain Bola Bersama Siswa SDN Bukanagara

Manfaatkan Waktu Istirahat, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang Bermain Bola Bersama Siswa SDN Bukanagara

Subang12 jam lalu
Pemkab Karawang Lepas 689 Atlet Kontingen Porprov XV Jawa Barat Tahun 2026

Pemkab Karawang Lepas 689 Atlet Kontingen Porprov XV Jawa Barat Tahun 2026

Karawang12 jam lalu
Transparansi BUMDes jadi Sorotan, Warga Desa Sawangan Pertanyakan Dukungan Desa kepada PT CMM

Transparansi BUMDes jadi Sorotan, Warga Desa Sawangan Pertanyakan Dukungan Desa kepada PT CMM

Subang13 jam lalu
Siapkan BUMD Kembangkan Sumur Migas Haur Gede, Pemkab Karawang Targetkan MoU dengan Pertamina  2027

Siapkan BUMD Kembangkan Sumur Migas Haur Gede, Pemkab Karawang Targetkan MoU dengan Pertamina  2027

Karawang13 jam lalu
SMK PGRI Subang Buka Peluang Kerja di Luar Negeri, Buka Pelatihan Bahasa Mulai dari Siswa Kelas X

SMK PGRI Subang Buka Peluang Kerja di Luar Negeri, Buka Pelatihan Bahasa Mulai dari Siswa Kelas X

Subang13 jam lalu